Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 7 Jan 2026 15:00 WITA ·

Korban Perahu Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup


 Tim SAR Gabungan menemukan korban terakhir kecelakaan perahu tenggelam, Rizky Tri Handoko (39), dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 09.37 WITA, sekitar 14 kilometer dari lokasi kejadian. Foto: Basarnas Kaltim Perbesar

Tim SAR Gabungan menemukan korban terakhir kecelakaan perahu tenggelam, Rizky Tri Handoko (39), dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 09.37 WITA, sekitar 14 kilometer dari lokasi kejadian. Foto: Basarnas Kaltim

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan kapal berupa perahu tenggelam di perairan Sungai Mahakam, wilayah Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, resmi ditutup pada Selasa (7/1/2026). Penutupan operasi dilakukan setelah seluruh korban berhasil ditemukan.

Pada hari kedua pencarian (H+2), Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir atas nama Rizky Tri Handoko (39) dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan pada pukul 09.37 WITA dengan jarak sekitar 14 kilometer dari lokasi kejadian. Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk penanganan lebih lanjut.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan status penanganan dilanjutkan dalam bentuk kesiapsiagaan.

“Seluruh korban dalam kejadian ini berjumlah empat orang. Tiga korban berhasil selamat, sementara satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Mardi Sianturi.

Selama pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya arus Sungai Mahakam yang cukup kuat serta kondisi wilayah pencarian yang masih terdapat binatang buas, khususnya buaya. Meski demikian, kondisi cuaca selama proses pencarian terpantau cerah berawan sehingga relatif mendukung jalannya operasi.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI, Polri, BPBD, KSOP, Damkar, instansi terkait, relawan gabungan, pihak perusahaan, masyarakat setempat, serta keluarga korban. Dengan berakhirnya operasi SAR ini, pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan Sungai Mahakam guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
@2026
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH