Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 15 Jan 2026 16:00 WITA ·

Kohati HMI Samarinda Jalin Silaturahmi dengan Komisi III DPRD, Dorong Kolaborasi Pengelolaan Lingkungan dan Sampah


 Foto bersama Ketua Kohati HMI Cabang Samarinda, Anisa Tri Anugrah, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah (Aan), serta Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, usai silaturahmi dan diskusi terkait isu lingkungan dan pengelolaan sampah di Kota Tepian. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Foto bersama Ketua Kohati HMI Cabang Samarinda, Anisa Tri Anugrah, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah (Aan), serta Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, usai silaturahmi dan diskusi terkait isu lingkungan dan pengelolaan sampah di Kota Tepian. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Korps HMI-Wati (Kohati) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menggelar silaturahmi sekaligus diskusi bersama Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah atau Aan, Kamis (15/1/2026). Pertemuan ini menjadi wadah bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan lingkungan, dengan fokus utama pada isu pengelolaan sampah di Kota Tepian.

Ketua Kohati HMI Cabang Samarinda, Anisa Tri Anugrah, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut pada awalnya bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara organisasi mahasiswa dan legislatif daerah. Namun, mengingat Komisi III DPRD membidangi tata ruang dan lingkungan, diskusi pun berkembang pada isu-isu strategis terkait kebersihan dan pengelolaan sampah di Samarinda.

“Tujuan awal kami bertemu dengan Bang Aan sebenarnya lebih ke silaturahmi. Tetapi karena Komisi III DPRD memiliki kewenangan di bidang lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, kami merasa perlu untuk sharing dan berdiskusi lebih jauh,” ujar Anisa kepada awak media Kumalanews.id.

Anisa menegaskan, Kohati HMI tidak ingin hanya berhenti pada tataran diskusi akademik. Menurutnya, sebagai organisasi mahasiswa, Kohati HMI juga memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat.

“Kohati HMI bukan hanya organisasi yang fokus pada diskusi. Kami juga ingin mengetahui langkah konkret apa yang bisa dilakukan di masyarakat. Karena itu, kami perlu memahami regulasi, kebijakan, serta apa saja yang telah dan sedang dilakukan DPRD terkait isu lingkungan,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut, pengelolaan sampah menjadi topik utama yang mendapat perhatian. Anisa menyampaikan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan teknis pengangkutan atau pembuangan, tetapi juga menyangkut pola pikir dan kesadaran masyarakat.

“Pembahasan tadi lebih menekankan pada pengelolaan sampah di tingkat masyarakat dan pentingnya langkah penyadaran. Edukasi tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa atau orang dewasa, tetapi juga anak-anak agar kesadaran menjaga lingkungan bisa ditanamkan sejak dini,” katanya.

Ia menambahkan, dari hasil diskusi tersebut muncul pemahaman bersama bahwa isu lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat, bukan semata tugas pemerintah atau satu kelompok tertentu.

“Persoalan lingkungan itu bukan tentang siapa yang harus disalahkan, tetapi tentang kita semua. Kesadaran dan tanggung jawab itu harus dimulai dari diri sendiri, lalu menular ke lingkungan sekitar,” ungkap Anisa.

Anisa juga menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai nilai ekonomis sampah. Padahal, di Kota Samarinda telah tersedia bank sampah yang dapat menampung berbagai jenis sampah bernilai jual, seperti plastik dan kardus.

“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa sampah plastik dan kardus sebenarnya memiliki nilai ekonomi. Mungkin karena kurangnya edukasi, sehingga semuanya dianggap sebagai sampah biasa,” ujarnya.

Melalui pertemuan tersebut, Anisa mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, DPRD, dan organisasi kemasyarakatan, untuk bersinergi dalam pengelolaan sampah. Ia menilai, keberadaan bank sampah idealnya tidak hanya terbatas di tingkat kelurahan, tetapi dapat dikembangkan hingga ke tingkat RT.

“Pengelolaan sampah akan lebih efektif jika dilakukan bersama-sama. Idealnya, bank sampah bisa dibangun sampai ke tingkat RT agar masyarakat semakin mudah berpartisipasi,” pungkasnya.

Dari sisi internal organisasi, Anisa menjelaskan bahwa Kohati HMI Cabang Samarinda juga memiliki komunitas yang secara khusus bergerak di bidang kebersihan dan kepedulian lingkungan.

“Di internal kami ada komunitas bernama Lakas Tersimpul, yang memang konsen pada kegiatan kebersihan dan kepedulian lingkungan. Ini menjadi salah satu wujud komitmen Kohati HMI untuk terlibat langsung dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat,” tutupnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
©2026
Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH