KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda hingga kini masih menunggu data final terkait penyewa pasar sebelum melanjutkan pembahasan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut. Langkah ini dinilai penting guna memastikan keakuratan dan kelengkapan informasi yang akan disajikan dalam proses pengambilan kebijakan.
Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurahmani yang akrab disapa Yama, mengatakan bahwa data yang dimaksud mencakup keseluruhan informasi penyewa pasar, termasuk data by name by address beserta dokumen pendukung lainnya. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi media Kumalanews.id, Selasa (3/2/2026).
“Kita masih menunggu data yang benar-benar fix. Nantinya akan diminta uraian data secara lengkap, lalu bagaimana komunikasi dengan pimpinan kami agar data tersebut bisa kami sajikan secara utuh,” ujar Yama.
Ia menjelaskan, setelah data dinyatakan lengkap dan telah dikomunikasikan dengan pimpinan, barulah pembahasan lanjutan atau sidang dapat dilaksanakan. Menurutnya, pembukaan data tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena menyangkut tanggung jawab serta kewenangan institusional.
“Data itu harus dibuka dengan penuh rasa tanggung jawab. Karena itu kami ingin semuanya sepengetahuan pimpinan kami. Pada prinsipnya, data yang kami sampaikan adalah seluruh data yang kami miliki,” tegasnya.
Menanggapi permintaan sebagian penyewa pasar yang disebut masuk dalam kategori segregosif untuk dimasukkan ke tahap dua, serta adanya permintaan penetapan waktu pada 17 Juni mendatang, Yama menyebut pihaknya belum bisa memberikan kepastian. Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Disdag berencana melakukan presentasi kepada Wali Kota Samarinda terkait orientasi pelaksanaan tahap dua.
“Dalam minggu ini kami ingin melakukan presentasi dengan Pak Wali Kota terkait orientasi tahap dua. Setelah itu, baru bisa disampaikan perkembangan lebih lanjut,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai apakah tahap pertama telah rampung dan siapa saja yang menjadi sasaran tahap berikutnya, Yama menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final. Seluruh penentuan sasaran masih menunggu kebijakan serta arahan langsung dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
“Belum ada sasaran yang ditetapkan. Semua itu tergantung arahan dan kebijakan Wali Kota Samarinda,” pungkasnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady ©2026

















