Menu

Mode Gelap
Keteladanan Rasulullah, Inspirasi Untuk Generasi dan Prestasi Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami 190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN-BMKG Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

BERITA DAERAH · 15 Jun 2026 18:00 WITA ·

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda PSU, Atasi Persoalan Perumahan Mangkrak


 Ketua Bapemperda DPRD Kota Samarinda, Kamaruddin, memberikan keterangan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Serah Terima Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam rapat di Ruang Bapemperda DPRD Kota Samarinda, Senin (15/6/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Bapemperda DPRD Kota Samarinda, Kamaruddin, memberikan keterangan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Serah Terima Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam rapat di Ruang Bapemperda DPRD Kota Samarinda, Senin (15/6/2026). Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Samarinda mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Serah Terima Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan dan Kawasan Permukiman. Pembahasan digelar di Ruang Rapat Bapemperda DPRD Kota Samarinda, Senin (15/6/2026).

Rapat dipimpin Ketua Bapemperda DPRD Kota Samarinda, Kamaruddin, didampingi anggota Bapemperda Samri Shaputra dan Abdul Rohim, serta dihadiri perwakilan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Samarinda dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Samarinda.

Kamaruddin menjelaskan, Raperda ini tidak hanya mengatur mekanisme serah terima PSU dari pengembang kepada pemerintah daerah, tetapi juga menjadi dasar hukum dalam penanganan perumahan yang terbengkalai atau mangkrak.

“Ini juga membahas perumahan yang mangkrak karena ditinggal pengembang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah perumahan di Samarinda mengalami stagnasi pembangunan akibat pengembang pailit atau tidak lagi mampu melanjutkan proyek, sehingga meninggalkan aset dan fasilitas tanpa kepastian pengelolaan.

“Ada yang pailit, ada juga yang sudah tidak sanggup melanjutkan pembangunan,” katanya.

Menurut Kamaruddin, pemerintah daerah tidak bisa langsung mengambil alih aset tersebut tanpa dasar hukum yang jelas. Karena itu, diperlukan regulasi khusus agar proses penanganan perumahan mangkrak dapat dilakukan secara legal dan terukur.

“Tidak bisa semena-mena, harus ada aturan yang jelas,” tegasnya.

Ia menyebutkan, Raperda ini masuk dalam skala prioritas DPRD Samarinda dan ditargetkan rampung tahun ini. Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian awal antara lain kawasan Batu Besaung dan Kecamatan Sambutan, meski pendataan masih terus dilakukan.

Jika disahkan menjadi Perda, aturan ini akan memberikan kewenangan lebih kuat bagi pemerintah daerah dalam mengelola PSU maupun menangani perumahan yang ditinggalkan pengembang. Selain itu, juga akan diatur mekanisme sanksi bagi pihak yang melanggar.

“Ada sanksi perdata dan pidana, termasuk denda dan kurungan maksimal enam bulan,” pungkasnya.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami

25 Agustus 2026 - 10:00 WITA

h21

190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla

25 Agustus 2026 - 09:00 WITA

h20

Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

24 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h16

Temui Ratusan Sopir, Andi Harun Buka Ruang Evaluasi Fuel Card Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h15

DPRD Samarinda Dorong Pemerintah Libatkan Sopir dalam Penataan Kupon Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h14

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat

23 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h13
Trending di BERITA DAERAH