Menu

Mode Gelap
Perda Transportasi Mulai Diperkuat, Dishub Samarinda Siapkan Penindakan Masif HUT ke-81 RI di DPRD Samarinda Meriah Tanpa APBD, Libatkan Swasta dan UMKM Semarak HUT RI ke-81, Helmi Abdullah Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata Kejar Target Nasional 30 Persen, Disdukcapil Balikpapan Percepat Aktivasi IKD Dishub Samarinda Siapkan Sistem Baru Kupon Biosolar Subsidi, Berlaku 1 September 2026

BERITA DAERAH · 11 Feb 2026 09:30 WITA ·

Dari Gang Sempit hingga Panggung Nasional: Jejak Panjang Nurraya Merawat Hadrah dan Bedug Tradisional


 Foto bersama personel Hadrah Nurraya dan Habsyi Al-Jihad. Dok: Hadrah Nurraya dan Habsyi Al-Jihad. Perbesar

Foto bersama personel Hadrah Nurraya dan Habsyi Al-Jihad. Dok: Hadrah Nurraya dan Habsyi Al-Jihad.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Dari sebuah gang sederhana, denting rebana dan lantunan maulid perlahan tumbuh menjadi cahaya kebudayaan yang kini dikenal luas. Itulah perjalanan panjang Majelis Pengajian Hadrah Nurraya dan Habsyi Al-Jihad, sebuah komunitas seni-religius yang lahir dari ketulusan, ketekunan, dan semangat dakwah melalui budaya.

Pendiri Nurraya, Syarwani, mengenang awal mula berdirinya organisasi tersebut yang berakar pada seni hadrah dan maulid habsyi. Kisah itu disampaikannya kepada Kumalanews.id, Selasa (10/2/2026) malam, dengan nada penuh refleksi atas perjalanan hampir tiga dekade yang telah dilalui.

Menurut Syarwani, cikal bakal Nurraya bermula pada tahun 1996 di kawasan Gang Damai, Samarinda. Kala itu, ia bersama masyarakat sekitar mendirikan sebuah grup hadrah dan maulid habsyi bernama Nursadah. Segala proses dilakukan secara mandiri, mulai dari membangun kelompok, melatih anggota, hingga menghidupkan semangat kebersamaan.

“Dulu semuanya serba sederhana. Kami bangun sendiri, latih sendiri. Hadrah dan maulid habsyi menjadi sarana silaturahmi dan dakwah. Tapi tentu, dalam perjalanan selalu ada pro dan kontra di tengah masyarakat,” kenangnya.

Perjalanan tersebut tidak selalu mulus. Konflik internal sempat muncul, termasuk fitnah terkait persoalan keuangan yang berujung pada perpecahan. Namun bagi Syarwani, ujian itu justru menjadi penguat tekad untuk tetap melangkah dan menjaga ruh perjuangan melalui seni islami.

Seiring waktu, kelompok ini berpindah ke Gang Mulia, kawasan Sambutan. Di tempat baru tersebut, nama grup diubah menjadi An-Nur. Di bawah nama ini, hadrah binaan Syarwani mulai menunjukkan eksistensinya dan dikenal luas, bahkan sering tampil dalam berbagai kegiatan dan acara keagamaan.

“An-Nur mulai berkembang pesat dan dikenal. Tapi karena nama itu sudah banyak digunakan, kami sepakat mengganti nama menjadi Nurraya,” ujarnya.

Nama baru itu seolah membawa energi baru. Nurraya tak hanya tampil di panggung-panggung lokal, tetapi juga dipercaya hadir dalam berbagai agenda berskala besar. Mulai dari penyambutan presiden, wakil presiden, perdana menteri, hingga menteri dan kepala daerah. Pada masanya, Nurraya bahkan kerap mengiringi kedatangan tokoh-tokoh nasional di Bandara Temindung Samarinda dan di Tenggarong.

Perkembangan Nurraya tak berhenti pada hadrah dan habsyi. Kreativitas mereka terus berlanjut hingga merambah seni bagarakan sahur dan bedug tradisional. Inspirasi itu, kata Syarwani, muncul dari pengamatannya terhadap perlombaan sahur dengan alat musik tradisional di kawasan Seberang.

“Dari situ kami berpikir, bagaimana kalau hadrah dipadukan dengan bedug. Kami pelajari, lalu kami buat sendiri bedugnya,” tuturnya.

Bagi Syarwani, nama Nurraya bukan sekadar identitas. Ia mengandung makna filosofis yang dalam, yakni “cahaya raya” atau cahaya yang besar. Nama tersebut terinspirasi dari nilai-nilai spiritual dan sejarah wali besar di Kalimantan Selatan, yang berkaitan dengan tokoh Datu Suban dan Datu Sanggul (Ahmad Sirajul Huda).

“Harapannya, Nurraya bisa menjadi cahaya yang membawa kebaikan. Bukan hanya sebagai seni, tetapi juga sebagai sarana dakwah, persatuan, dan kebersamaan,” pungkasnya.

Hingga kini, Nurraya tetap berdiri sebagai ruang bertemunya tradisi, spiritualitas, dan semangat kolektif merawat warisan budaya sambil menyalakan cahaya dari generasi ke generasi.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
©2026
Artikel ini telah dibaca 167 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perda Transportasi Mulai Diperkuat, Dishub Samarinda Siapkan Penindakan Masif

26 Agustus 2026 - 22:30 WITA

h27

HUT ke-81 RI di DPRD Samarinda Meriah Tanpa APBD, Libatkan Swasta dan UMKM

26 Agustus 2026 - 21:30 WITA

h26

Semarak HUT RI ke-81, Helmi Abdullah Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

26 Agustus 2026 - 20:30 WITA

h25

Kejar Target Nasional 30 Persen, Disdukcapil Balikpapan Percepat Aktivasi IKD

26 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h24

Dishub Samarinda Siapkan Sistem Baru Kupon Biosolar Subsidi, Berlaku 1 September 2026

26 Agustus 2026 - 10:30 WITA

h23

Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami

25 Agustus 2026 - 10:00 WITA

h21
Trending di BERITA DAERAH