KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyatakan proses perizinan operasional Terowongan Samarinda masih berjalan. Masyarakat pun diminta bersabar hingga seluruh tahapan administrasi dan uji kelayakan selesai.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Hendra Kesuma, Senin (2/3/2026), mengatakan bahwa secara kasat mata kondisi terowongan yang telah rampung dibangun sebenarnya sudah terlihat layak untuk digunakan.
“Kalau dilihat dari kasat mata memang layak. Tapi untuk bisa digunakan secara resmi harus ada izin administratif dari kementerian, dan saat ini proses itu masih berjalan. Jadi kami mohon masyarakat bersabar,” ujarnya kepada awak media.
Hendra menjelaskan, proses perizinan tersebut mengalami penyesuaian setelah adanya perubahan regulasi pada 31 Desember 2025. Jika sebelumnya hanya membutuhkan izin administratif, kini terowongan harus mengantongi Sertifikat Layak Fungsi (SLF) sebelum dapat dibuka untuk umum.
“Kalau sebelumnya hanya izin biasa, sekarang harus sampai pada tahap layak fungsi. Artinya ada sejumlah dokumen tambahan yang harus dilengkapi dan persyaratannya berbeda dari yang sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah pengujian memang telah dilakukan, namun masih terbatas pada pengujian pelaksanaan struktur konstruksi. Sementara pengujian yang berkaitan dengan kelayakan operasional masih menjadi bagian dari proses pengajuan izin ke kementerian terkait.
“Untuk lamanya proses kami tidak bisa memastikan. Kementerian memiliki timeline sendiri sesuai SOP yang mereka jalankan. Kami hanya melengkapi dokumen yang diminta dan menunggu tahapan berikutnya, biasanya nanti akan ada pemanggilan kembali untuk evaluasi,” terangnya.
Terkait pertanyaan mengenai suara kendaraan yang sempat terdengar saat uji coba melintas di area terowongan, Hendra menegaskan bahwa aspek kekuatan struktur telah dihitung secara teknis sejak tahap perencanaan.
“Struktur sudah diperhitungkan. Uji struktur juga sudah dilakukan sesuai perencanaan, jadi getaran maupun beban kendaraan sebenarnya sudah masuk dalam kajian teknis,” pungkasnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















