Menu

Mode Gelap
Kodam VI Mulawarman Siapkan 441 Sumber Air Antisipasi Kemarau dan Karhutla Mahligai Nusantara 2026 Jadi Momentum UMKM Balikpapan Perluas Pasar Balikpapan Dapat Tambahan Kuota Pertalite 1.250 KL, Lima SPBU Disiapkan Polri Kerahkan 283 Personel Perkuat Edukasi dan Pencegahan Karhutla di Sumatera-Kalimantan DPRD Samarinda Siapkan Jalur Aduan, Warga Krisis Air Bisa Ajukan Bantuan Tangki

BERITA DAERAH · 4 Mar 2026 19:00 WITA ·

Rekrutmen ASN 2026 di Samarinda Masih Menunggu Keputusan Pusat


 Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda, Fiona Citrayani, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait belum adanya kepastian pembukaan pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Hingga saat ini, kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait rekrutmen ASN tahun ini masih belum diterbitkan. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda, Fiona Citrayani, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait belum adanya kepastian pembukaan pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Hingga saat ini, kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait rekrutmen ASN tahun ini masih belum diterbitkan. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda hingga kini belum dapat memastikan pembukaan pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026. Pasalnya, kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait rekrutmen ASN tahun ini masih belum diterbitkan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Samarinda, Fiona Citrayani, mengatakan pihaknya masih menunggu arahan pemerintah pusat sebelum menentukan langkah terkait pengadaan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.

Hal itu disampaikannya kepada awak media usai mengikuti rapat pembahasan tenaga outsourcing di DPRD Kota Samarinda, Rabu (4/3/2026).

“Untuk tahun ini belum ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk membuka proses pengadaan ASN. Terakhir kita menyelesaikan proses pengadaan itu tahun 2025 untuk P3K paruh waktu,” ujar Fiona.

Ia menjelaskan, proses pengadaan ASN yang terakhir dilaksanakan merupakan rangkaian seleksi yang dimulai sejak tahun 2024. Tahapan tersebut meliputi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) penuh waktu, hingga P3K paruh waktu.

“Pengadaan itu dimulai tahun 2024, mulai dari CPNS lalu P3K penuh waktu dan P3K paruh waktu. Seluruh prosesnya kami selesaikan sampai akhir 2025,” jelasnya.

Pada proses rekrutmen sebelumnya, jumlah formasi yang dibuka terbilang cukup besar. Untuk CPNS tersedia sebanyak 100 formasi. Sementara itu, P3K penuh waktu mencapai sekitar 2.200 formasi dan P3K paruh waktu sebanyak 3.252 formasi yang tersebar di berbagai perangkat daerah.

“Formasinya tersebar di seluruh perangkat daerah di lingkungan pemerintah kota,” kata Fiona.

Terkait kemungkinan pembukaan formasi baru pada tahun 2026, Fiona menegaskan pihaknya belum dapat mengambil keputusan sebelum ada regulasi resmi dari pemerintah pusat.

“Kalau sudah ada kebijakan dari pusat terkait proses pengadaan, baru nanti kami bahas secara internal. Termasuk berkoordinasi dengan BPKAD untuk melihat kemampuan keuangan daerah,” terangnya.

Menurutnya, penentuan jumlah formasi ASN tidak hanya didasarkan pada kebutuhan pegawai di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga harus mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah. Hal ini terutama berkaitan dengan pembiayaan gaji P3K yang sebagian besar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kalau misalnya ada kebutuhan lima orang, kita juga harus melihat apakah mampu dibiayai atau tidak. Jadi tergantung kemampuan keuangan daerah dan formasi yang dibutuhkan,” ujarnya.

Meski demikian, Fiona mengungkapkan bahwa sektor pendidikan dan tenaga kesehatan masih menjadi bidang yang paling membutuhkan tambahan pegawai. Tingginya angka pensiun setiap tahun membuat kebutuhan tenaga baru di kedua sektor tersebut terus meningkat.

“Di pendidikan masih sangat perlu karena dalam satu tahun bisa sekitar 400 orang yang pensiun. Di tenaga kesehatan juga masih ada kebutuhan, termasuk tenaga penunjang,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Samarinda saat ini masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat sebelum menentukan langkah lanjutan terkait pengadaan ASN tahun 2026, sembari tetap memperhitungkan kebutuhan riil serta kemampuan keuangan daerah.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 140 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kodam VI Mulawarman Siapkan 441 Sumber Air Antisipasi Kemarau dan Karhutla

13 September 2026 - 11:00 WITA

i79

Mahligai Nusantara 2026 Jadi Momentum UMKM Balikpapan Perluas Pasar

13 September 2026 - 10:00 WITA

i78

Balikpapan Dapat Tambahan Kuota Pertalite 1.250 KL, Lima SPBU Disiapkan

13 September 2026 - 09:00 WITA

i76

Polri Kerahkan 283 Personel Perkuat Edukasi dan Pencegahan Karhutla di Sumatera-Kalimantan

12 September 2026 - 18:00 WITA

i80

DPRD Samarinda Siapkan Jalur Aduan, Warga Krisis Air Bisa Ajukan Bantuan Tangki

12 September 2026 - 17:00 WITA

i75

Kemarau Panjang Picu Krisis Air, Perumdam Samarinda Tetapkan Status Siaga

12 September 2026 - 16:00 WITA

i74
Trending di BERITA DAERAH