Menu

Mode Gelap
Petala Borneo Guncang IDEF 2026, Ajak Penonton Dunia Datang ke Erau Kukar PWI Kukar Bekali Wartawan dengan Kode Etik dan Public Speaking, Dorong Jurnalisme Berkualitas Hidup di IKN Kian Nyaman, Perjalanan 10 Menit Buka Lebih Banyak Waktu Berkualitas Firma Hukum Elviandri Resmi Hadir di Samarinda, Bidik Peluang Besar Seiring Perkembangan IKN 66 Pelajar Sekitar IKN Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris, Siap Masuk Sekolah Bilingual

BERITA DAERAH · 4 Mar 2026 19:00 WITA ·

Rekrutmen ASN 2026 di Samarinda Masih Menunggu Keputusan Pusat


 Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda, Fiona Citrayani, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait belum adanya kepastian pembukaan pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Hingga saat ini, kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait rekrutmen ASN tahun ini masih belum diterbitkan. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda, Fiona Citrayani, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait belum adanya kepastian pembukaan pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Hingga saat ini, kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait rekrutmen ASN tahun ini masih belum diterbitkan. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda hingga kini belum dapat memastikan pembukaan pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026. Pasalnya, kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait rekrutmen ASN tahun ini masih belum diterbitkan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Samarinda, Fiona Citrayani, mengatakan pihaknya masih menunggu arahan pemerintah pusat sebelum menentukan langkah terkait pengadaan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.

Hal itu disampaikannya kepada awak media usai mengikuti rapat pembahasan tenaga outsourcing di DPRD Kota Samarinda, Rabu (4/3/2026).

“Untuk tahun ini belum ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk membuka proses pengadaan ASN. Terakhir kita menyelesaikan proses pengadaan itu tahun 2025 untuk P3K paruh waktu,” ujar Fiona.

Ia menjelaskan, proses pengadaan ASN yang terakhir dilaksanakan merupakan rangkaian seleksi yang dimulai sejak tahun 2024. Tahapan tersebut meliputi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) penuh waktu, hingga P3K paruh waktu.

“Pengadaan itu dimulai tahun 2024, mulai dari CPNS lalu P3K penuh waktu dan P3K paruh waktu. Seluruh prosesnya kami selesaikan sampai akhir 2025,” jelasnya.

Pada proses rekrutmen sebelumnya, jumlah formasi yang dibuka terbilang cukup besar. Untuk CPNS tersedia sebanyak 100 formasi. Sementara itu, P3K penuh waktu mencapai sekitar 2.200 formasi dan P3K paruh waktu sebanyak 3.252 formasi yang tersebar di berbagai perangkat daerah.

“Formasinya tersebar di seluruh perangkat daerah di lingkungan pemerintah kota,” kata Fiona.

Terkait kemungkinan pembukaan formasi baru pada tahun 2026, Fiona menegaskan pihaknya belum dapat mengambil keputusan sebelum ada regulasi resmi dari pemerintah pusat.

“Kalau sudah ada kebijakan dari pusat terkait proses pengadaan, baru nanti kami bahas secara internal. Termasuk berkoordinasi dengan BPKAD untuk melihat kemampuan keuangan daerah,” terangnya.

Menurutnya, penentuan jumlah formasi ASN tidak hanya didasarkan pada kebutuhan pegawai di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga harus mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah. Hal ini terutama berkaitan dengan pembiayaan gaji P3K yang sebagian besar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kalau misalnya ada kebutuhan lima orang, kita juga harus melihat apakah mampu dibiayai atau tidak. Jadi tergantung kemampuan keuangan daerah dan formasi yang dibutuhkan,” ujarnya.

Meski demikian, Fiona mengungkapkan bahwa sektor pendidikan dan tenaga kesehatan masih menjadi bidang yang paling membutuhkan tambahan pegawai. Tingginya angka pensiun setiap tahun membuat kebutuhan tenaga baru di kedua sektor tersebut terus meningkat.

“Di pendidikan masih sangat perlu karena dalam satu tahun bisa sekitar 400 orang yang pensiun. Di tenaga kesehatan juga masih ada kebutuhan, termasuk tenaga penunjang,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Samarinda saat ini masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat sebelum menentukan langkah lanjutan terkait pengadaan ASN tahun 2026, sembari tetap memperhitungkan kebutuhan riil serta kemampuan keuangan daerah.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 116 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Bekali Wartawan dengan Kode Etik dan Public Speaking, Dorong Jurnalisme Berkualitas

25 Juli 2026 - 16:00 WITA

d54

Firma Hukum Elviandri Resmi Hadir di Samarinda, Bidik Peluang Besar Seiring Perkembangan IKN

25 Juli 2026 - 14:00 WITA

d50

Pemkot Balikpapan Perluas Program Bedah Rumah, Kuota RTLH Naik Jadi 250 Unit

24 Juli 2026 - 19:00 WITA

c56

Dinkes Balikpapan Perkuat Layanan Ramah Remaja, Hadirkan Konseling di Puskesmas dan Sekolah

24 Juli 2026 - 18:00 WITA

c55

Pemkot Balikpapan Dukung Perpres Pertahanan, Perkuat Pendidikan Karakter dan Nilai Keagamaan

24 Juli 2026 - 17:00 WITA

c54

Disdag Balikpapan Cari Terobosan Hidupkan Kembali Pasar Karang Joang

24 Juli 2026 - 16:00 WITA

c53
Trending di BERITA DAERAH