KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menanggapi Surat Edaran Wali Kota Samarinda terkait transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk penerapan Work From Office (WFO) dan Work From Anywhere (WFA) atau Work From Home (WFH).
Saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2026), Samri menyebut kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat yang harus diadaptasi oleh pemerintah daerah.
“Kalau ini instruksi dari pusat, daerah tentu harus menyesuaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pola kerja fleksibel seperti WFA/WFH sebenarnya bukan hal baru, karena telah lebih dulu diterapkan di sejumlah daerah lain, bahkan pada hari tertentu seperti Jumat. Ia mengaku pernah menemui langsung kondisi tersebut saat melakukan kunjungan kerja.
“Beberapa kali saya kunjungan ke daerah lain, kalau pertemuan di hari Jumat sering tidak bisa dilakukan karena aktivitas kantor memang dibatasi,” jelasnya.
Meski begitu, Samri menegaskan bahwa WFA bukan berarti hari kerja berubah menjadi hari libur. ASN tetap berkewajiban menjalankan tugas sesuai jam kerja, hanya lokasi kerjanya yang berbeda.
“WFA ini bukan libur. ASN tetap bekerja, hanya berpindah tempat, misalnya dari kantor ke rumah,” tegasnya.
Menurutnya, kebijakan ini juga memiliki sejumlah dampak positif. Dari sisi pemerintah, WFA dinilai dapat menghemat penggunaan energi di perkantoran, seperti listrik dan operasional lainnya, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi anggaran.
“Kalau pegawai bekerja dari rumah, penggunaan listrik dan operasional kantor bisa ditekan. Ini tentu berdampak pada efisiensi,” katanya.
Sementara dari sisi pegawai, kebijakan ini dinilai mampu mengurangi biaya transportasi serta memberikan kenyamanan dalam bekerja. Selain itu, berkurangnya mobilitas juga berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Samarinda.
“Dengan kendaraan yang berkurang di jalan, kondisi kota bisa lebih lengang dan kemacetan ikut berkurang,” tambahnya.
Namun demikian, Samri mengingatkan agar ASN tetap menjaga profesionalitas dan tidak menyalahgunakan kebijakan tersebut untuk kepentingan pribadi.
“Walaupun bekerja dari rumah, hak tetap diterima. Jadi kewajiban juga harus dijalankan dengan disiplin, bukan dimanfaatkan untuk hal lain,” pungkasnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















