Menu

Mode Gelap
Kodam VI Mulawarman Siapkan 441 Sumber Air Antisipasi Kemarau dan Karhutla Mahligai Nusantara 2026 Jadi Momentum UMKM Balikpapan Perluas Pasar Balikpapan Dapat Tambahan Kuota Pertalite 1.250 KL, Lima SPBU Disiapkan Polri Kerahkan 283 Personel Perkuat Edukasi dan Pencegahan Karhutla di Sumatera-Kalimantan DPRD Samarinda Siapkan Jalur Aduan, Warga Krisis Air Bisa Ajukan Bantuan Tangki

BERITA DAERAH · 4 Jun 2026 16:00 WITA ·

Belajar ke DPRD Samarinda, Komisi I DPRD Paser Cari Formula Efisiensi Anggaran yang Tetap Pro-Rakyat


 Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Paser, Kasri, memberikan keterangan kepada awak media usai melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Samarinda, Kamis (4/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk berkoordinasi dan bertukar pengalaman terkait penerapan kebijakan efisiensi anggaran, termasuk langkah-langkah penghematan belanja operasional tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Paser, Kasri, memberikan keterangan kepada awak media usai melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Samarinda, Kamis (4/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk berkoordinasi dan bertukar pengalaman terkait penerapan kebijakan efisiensi anggaran, termasuk langkah-langkah penghematan belanja operasional tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Komisi I DPRD Kabupaten Paser melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Samarinda untuk mempelajari pelaksanaan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah. Kunjungan tersebut menjadi ajang koordinasi sekaligus berbagi pengalaman mengenai strategi penghematan anggaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Rombongan DPRD Kabupaten Paser diterima oleh jajaran DPRD Kota Samarinda dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor DPRD Kota Samarinda, Kamis (4/6/2026). Dalam diskusi tersebut, kedua lembaga legislatif membahas berbagai langkah efisiensi yang telah dilakukan di masing-masing daerah sebagai tindak lanjut kebijakan penghematan anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Paser, Kasri, mengatakan pihaknya ingin memperoleh gambaran mengenai langkah-langkah konkret yang dilakukan DPRD Kota Samarinda dalam menjalankan efisiensi anggaran, terutama dalam menjaga keseimbangan antara penghematan belanja dan pelayanan publik.

“Terkait efisiensi, kami berkoordinasi dengan DPRD Kota Samarinda terkait pelaksanaan efisiensi ini. Karena memang di Paser, persoalan efisiensi ini betul-betul kami diskusikan dan realisasikan dengan tetap lebih banyak berfokus pada kepentingan masyarakat,” ujar Kasri usai pertemuan.

Menurutnya, kebijakan efisiensi tidak boleh dimaknai sebagai pengurangan pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, efisiensi harus diarahkan pada pengeluaran-pengeluaran yang tidak terlalu mendesak sehingga anggaran dapat dialihkan untuk program yang lebih bermanfaat dan berdampak langsung bagi warga.

Kasri menjelaskan, dari hasil diskusi bersama DPRD Kota Samarinda, terdapat sejumlah langkah sederhana namun efektif yang telah diterapkan dalam rangka penghematan anggaran. Salah satunya adalah pengurangan berbagai fasilitas pendukung dalam kegiatan rapat maupun pertemuan yang selama ini menjadi bagian dari belanja operasional.

“Intinya dari Kota Samarinda, kita melihat yang real saja. Dulu kalau ada kegiatan atau agenda pertemuan mungkin masih ada penyediaan snack dan sebagainya, sekarang sudah ditiadakan. Saya rasa itu salah satu langkah konkret yang sudah dilakukan teman-teman DPRD Kota Samarinda,” katanya.

Ia menilai langkah-langkah kecil seperti itu dapat memberikan dampak yang cukup signifikan apabila dilakukan secara konsisten. Selain mengurangi pengeluaran rutin, kebijakan tersebut juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dan lembaga legislatif dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah yang lebih efisien.

Kasri menambahkan, DPRD Kabupaten Paser juga telah menerapkan sejumlah kebijakan serupa sebagai bagian dari upaya penyesuaian anggaran. Salah satu yang paling terlihat adalah pembatasan kegiatan perjalanan dinas dan kunjungan kerja.

Menurutnya, saat ini kunjungan kerja DPRD Kabupaten Paser dilakukan secara lebih selektif dengan mempertimbangkan urgensi dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut.

“Untuk bulan ini saja, kegiatan kunjungan memang sudah dibatasi dan dikurangi. Bahkan untuk kunjungan di luar provinsi saat ini sudah tidak ada. Bulan ini tidak ada kunjungan ke luar provinsi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa jumlah agenda kunjungan kerja yang dilaksanakan DPRD Kabupaten Paser saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya. Jika biasanya terdapat beberapa agenda kunjungan dalam satu bulan, kini pelaksanaannya dibatasi agar penggunaan anggaran lebih efektif.

“Bulan ini hanya dua kali kunjungan saja. Memang berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya. Ini merupakan bagian dari upaya kami menyesuaikan diri dengan kebijakan efisiensi yang sedang dijalankan,” jelas Kasri.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembatasan anggaran tidak akan mengurangi fungsi utama DPRD dalam menjalankan tugas pengawasan, legislasi, maupun penganggaran. Seluruh kegiatan yang dianggap penting dan berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat tetap akan dilaksanakan.

“Kami tetap memastikan tugas-tugas DPRD berjalan dengan baik. Efisiensi bukan berarti menghentikan kegiatan, tetapi bagaimana menggunakan anggaran secara lebih bijak dan tepat sasaran,” tegasnya.

Melalui kunjungan kerja tersebut, DPRD Kabupaten Paser berharap dapat memperoleh referensi dan masukan yang bermanfaat dalam menyusun langkah-langkah efisiensi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Dengan demikian, anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kasri menambahkan, sinergi dan pertukaran informasi antardaerah menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan keuangan daerah saat ini. Menurutnya, pengalaman yang dimiliki masing-masing daerah dapat menjadi pembelajaran berharga untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan akuntabel.

“Pada akhirnya tujuan kita sama, yaitu bagaimana anggaran daerah dapat digunakan seefektif mungkin untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, pengalaman dari daerah lain sangat penting sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bersama,” tutupnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kodam VI Mulawarman Siapkan 441 Sumber Air Antisipasi Kemarau dan Karhutla

13 September 2026 - 11:00 WITA

i79

Mahligai Nusantara 2026 Jadi Momentum UMKM Balikpapan Perluas Pasar

13 September 2026 - 10:00 WITA

i78

Balikpapan Dapat Tambahan Kuota Pertalite 1.250 KL, Lima SPBU Disiapkan

13 September 2026 - 09:00 WITA

i76

Polri Kerahkan 283 Personel Perkuat Edukasi dan Pencegahan Karhutla di Sumatera-Kalimantan

12 September 2026 - 18:00 WITA

i80

DPRD Samarinda Siapkan Jalur Aduan, Warga Krisis Air Bisa Ajukan Bantuan Tangki

12 September 2026 - 17:00 WITA

i75

Kemarau Panjang Picu Krisis Air, Perumdam Samarinda Tetapkan Status Siaga

12 September 2026 - 16:00 WITA

i74
Trending di BERITA DAERAH