Menu

Mode Gelap
Rahmad Mas’ud Bidik 50 Sekolah Direvitalisasi, Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Pendidikan Balikpapan Bagus Susetyo: Legalitas Aset Jadi Syarat Mutlak Raih Dana Pusat, Pemkot Balikpapan Percepat Sertifikasi Lahan Tinjau MBG di SMPN 14 Balikpapan, Mendikdasmen Sebut Program Berjalan Baik dan Berdampak Positif bagi Siswa Mendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026, Prioritaskan Daerah 3T dan Sekolah Terdampak Bencana DPRD Samarinda Dorong Peran Aktif Masyarakat dalam Perangi TBC dan HIV/AIDS

BERITA DAERAH · 5 Jun 2026 14:30 WITA ·

Mendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026, Prioritaskan Daerah 3T dan Sekolah Terdampak Bencana


 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, berinteraksi dengan siswa dan siswi dalam kegiatan Pagi Ceria yang diikuti ribuan pelajar dan guru di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/6/2026). Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, berinteraksi dengan siswa dan siswi dalam kegiatan Pagi Ceria yang diikuti ribuan pelajar dan guru di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/6/2026). Foto: M Hilmansyah.

KUMALANWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat upaya peningkatan kualitas sarana pendidikan di seluruh Indonesia. Pada 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi sebanyak 71.744 satuan pendidikan dengan fokus utama pada sekolah terdampak bencana alam, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat menghadiri kegiatan Pagi Ceria bersama ribuan siswa dan guru di Balikpapan, Jumat (5/6/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, program revitalisasi sekolah merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang berkualitas. Selain meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar, program tersebut juga diharapkan mampu menunjang peningkatan mutu pendidikan di berbagai daerah.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah telah mulai melaksanakan revitalisasi terhadap 11.744 satuan pendidikan dengan dukungan anggaran sekitar Rp14 triliun. Di saat yang sama, pemerintah juga tengah mengajukan tambahan program revitalisasi untuk 60.000 satuan pendidikan lainnya.

“Kami terus mendorong percepatan revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, usulan tambahan tersebut saat ini masih menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan dan Komisi X DPR RI. Apabila seluruh anggaran yang diajukan disetujui, maka total sekolah yang mendapatkan program revitalisasi pada 2026 akan mencapai 71.744 satuan pendidikan.

“Untuk tahun 2026 yang sudah mulai kita laksanakan sebanyak 11.744 satuan pendidikan dengan anggaran sekitar Rp14 triliun. Kemudian ada tambahan 60.000 satuan pendidikan yang sedang kami ajukan. Jika seluruhnya disetujui, maka totalnya mencapai 71.744 satuan pendidikan,” katanya.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa bantuan revitalisasi diberikan berdasarkan kebutuhan masing-masing sekolah. Karena itu, nilai bantuan yang diterima setiap satuan pendidikan tidak akan sama.

Program revitalisasi tersebut mencakup berbagai bentuk perbaikan, mulai dari rehabilitasi bangunan yang mengalami kerusakan berat, pembangunan ruang kelas baru, perbaikan fasilitas sanitasi, hingga penyediaan sarana penunjang kegiatan belajar mengajar lainnya.

Menurutnya, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi penting agar anggaran yang disalurkan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan pendidikan di setiap daerah.

“Revitalisasi dilakukan sesuai kondisi sekolah masing-masing. Ada yang membutuhkan perbaikan total karena rusak berat, ada yang memerlukan tambahan ruang kelas, dan ada pula yang membutuhkan peningkatan fasilitas pendukung pembelajaran,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menetapkan tiga kelompok prioritas utama penerima program revitalisasi. Prioritas pertama diberikan kepada sekolah yang terdampak bencana alam dan mengalami kerusakan sehingga mengganggu proses pembelajaran.

Sejumlah wilayah di Indonesia yang terdampak banjir, gempa bumi, tanah longsor, maupun bencana lainnya menjadi perhatian pemerintah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Prioritas kedua adalah sekolah yang berada di kawasan 3T. Menurut Abdul Mu’ti, sekolah-sekolah di wilayah tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur sehingga membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah.

Sementara prioritas ketiga diberikan kepada sekolah dengan tingkat kerusakan berat yang selama ini membutuhkan penanganan segera demi menjamin keselamatan dan kenyamanan peserta didik serta tenaga pendidik.

“Sekolah yang rusak berat harus segera diperbaiki agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik,” tegasnya.

Selain meninjau program revitalisasi, Abdul Mu’ti juga menjelaskan mengenai pelaksanaan kegiatan Pagi Ceria yang digelar bersama para siswa dan guru. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.

Kegiatan Pagi Ceria diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Senam Anak Indonesia Hebat, serta doa bersama sebelum memulai aktivitas belajar. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah ingin menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat belajar kepada peserta didik sejak dini.

Menurut Abdul Mu’ti, pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mencakup pembentukan karakter, kesehatan fisik, serta penguatan rasa cinta tanah air.

“Pendidikan harus mampu membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Karena itu, pembangunan sarana pendidikan dan penguatan karakter siswa harus berjalan beriringan,” pungkasnya.

Program revitalisasi puluhan ribu sekolah tersebut diharapkan menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional, sekaligus memastikan seluruh peserta didik di Indonesia mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rahmad Mas’ud Bidik 50 Sekolah Direvitalisasi, Perjuangkan Dukungan Pusat untuk Pendidikan Balikpapan

5 Juni 2026 - 16:00 WITA

bpn016

Bagus Susetyo: Legalitas Aset Jadi Syarat Mutlak Raih Dana Pusat, Pemkot Balikpapan Percepat Sertifikasi Lahan

5 Juni 2026 - 15:30 WITA

bpn015

Tinjau MBG di SMPN 14 Balikpapan, Mendikdasmen Sebut Program Berjalan Baik dan Berdampak Positif bagi Siswa

5 Juni 2026 - 15:00 WITA

bpn014

DPRD Samarinda Dorong Peran Aktif Masyarakat dalam Perangi TBC dan HIV/AIDS

5 Juni 2026 - 14:00 WITA

yana0003

Novan Ungkap Krisis Guru di Samarinda, Soroti Penurunan Kemampuan Dasar Siswa Secara Nasional

5 Juni 2026 - 13:30 WITA

yana0002

Pansus IV DPRD Samarinda Dorong Penguatan Regulasi TBC dan HIV/AIDS, Tinjau Langsung Layanan di RS IA Moeis

5 Juni 2026 - 13:00 WITA

yana0001
Trending di BERITA DAERAH