Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 13 Jun 2026 16:00 WITA ·

Pemkot Balikpapan Dorong Warga Beternak Ayam Petelur, Lahan Kosong Disulap Jadi Sumber Pangan dan Penghasilan


 Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, menegaskan bahwa konsep urban farming tidak hanya mencakup budidaya sayuran, tetapi juga perikanan dan peternakan skala rumahan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, menegaskan bahwa konsep urban farming tidak hanya mencakup budidaya sayuran, tetapi juga perikanan dan peternakan skala rumahan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong di kawasan permukiman untuk mengembangkan peternakan ayam petelur skala rumahan. Langkah ini dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung program urban farming yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, mengatakan konsep urban farming tidak hanya terbatas pada budidaya sayuran, tetapi juga mencakup sektor perikanan dan peternakan yang dapat dijalankan dalam skala kecil oleh masyarakat.

“Urban farming bukan hanya soal sayur-mayur, tetapi juga ikan dan ayam petelur. Ini sangat mungkin diterapkan di lingkungan permukiman,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Sri, program tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Wali Kota Balikpapan periode 2026–2029 yang mendorong peningkatan kemandirian pangan masyarakat melalui pemanfaatan ruang-ruang produktif di perkotaan.

Ia menilai masih banyak lahan kosong di kawasan perumahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, lahan tersebut dapat diubah menjadi area produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memberikan nilai ekonomi.

“Daripada dibiarkan menjadi semak atau rumput liar, lebih baik dimanfaatkan untuk kegiatan yang menghasilkan,” katanya.

Selain menyediakan sumber protein hewani berupa telur, peternakan ayam petelur skala rumahan juga dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Apabila produksinya berlebih, hasil panen bahkan dapat dijual sehingga menjadi tambahan pendapatan bagi keluarga.

Meski demikian, Sri mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan aspek kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Pengelolaan kandang, sanitasi, serta limbah peternakan harus dilakukan dengan baik agar tidak menimbulkan bau maupun mengganggu warga sekitar.

“Karena berada di lingkungan perumahan, kebersihan harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peternakan ayam petelur dapat menjadi bagian dari sistem urban farming terpadu yang ramah lingkungan. Kotoran ayam dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman, sedangkan limbah makanan rumah tangga dapat diolah menjadi maggot yang berfungsi sebagai pakan alternatif bagi ayam maupun ikan.

Menurutnya, integrasi antara sektor peternakan, pertanian, dan perikanan akan menciptakan siklus produksi yang lebih efisien sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.

“Kalau dikelola dengan baik, semuanya bisa saling mendukung. Kotoran ayam menjadi pupuk, limbah makanan diolah menjadi maggot, lalu maggot menjadi pakan ikan atau ayam. Inilah konsep urban farming terpadu yang ingin kami dorong,” jelas Sri.

Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar tempat tinggal untuk menghasilkan pangan secara mandiri. Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, langkah ini juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pangan di kawasan perkotaan.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH