Menu

Mode Gelap
Setahun Belum Ditindaklanjuti, Ketua RT 04 Simpang Tiga Desak PLN Atasi Kabel Listrik yang Ancam Keselamatan Warga Gotong Royong Sambut Festival Budaya Dayak Kenyah 2026, Ketua Adat Pampang: Warisan Leluhur Harus Terus Hidup SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1448 HIJRIAH SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1448 HIJRIAH FESTIVAL BUDAYA DAYAK KENYAH 2026

BERITA DAERAH · 16 Jun 2026 12:00 WITA ·

Gotong Royong Sambut Festival Budaya Dayak Kenyah 2026, Ketua Adat Pampang: Warisan Leluhur Harus Terus Hidup


 Warga Desa Budaya Pampang bergotong royong mempersiapkan Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 yang akan berlangsung pada 25–28 Juni 2026. Semangat kebersamaan masyarakat menjadi wujud nyata pelestarian tradisi dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Warga Desa Budaya Pampang bergotong royong mempersiapkan Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 yang akan berlangsung pada 25–28 Juni 2026. Semangat kebersamaan masyarakat menjadi wujud nyata pelestarian tradisi dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Desa Budaya Pampang kembali bersiap menjadi pusat perayaan budaya di Kalimantan Timur melalui Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 yang akan digelar selama empat hari, pada 25–28 Juni 2026. Berbagai persiapan terus dimatangkan oleh masyarakat setempat dengan semangat gotong royong sebagai wujud kebersamaan dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menjelang pelaksanaan festival, warga terlihat mulai membangun dan menata berbagai sarana pendukung, termasuk pemasangan bambu yang menjadi bagian dari kebutuhan kegiatan adat sekaligus penyambutan tamu. Persiapan tersebut melibatkan masyarakat dari berbagai RT di Desa Budaya Pampang.

Ketua Adat Desa Pampang, Esrom Palan, mengatakan seluruh proses persiapan dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat. Bahkan, kebutuhan bambu untuk pelaksanaan festival didatangkan dalam jumlah besar dari wilayah Muara.

“Bambu yang disiapkan sangat banyak, sampai diambil dari Muara,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

Menurut Esrom, pada tahap awal pengerjaan, persiapan melibatkan warga dari RT 2, RT 3, dan RT 4. Namun saat festival berlangsung, keterlibatan masyarakat akan diperluas dengan melibatkan RT 1, RT 5, dan RT 6 sehingga seluruh warga kelurahan turut mengambil bagian dalam menyukseskan agenda budaya tersebut.

“Nanti saat pelaksanaan, semua RT ikut terlibat sehingga satu kelurahan bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” katanya.

Ia menegaskan Festival Budaya Dayak Kenyah bukan sekadar agenda tahunan atau hiburan bagi masyarakat, melainkan memiliki makna penting sebagai upaya melestarikan budaya leluhur dan memperkenalkannya kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Ini adalah warisan leluhur yang harus terus diteruskan kepada anak cucu kita,” ungkap Esrom.

Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya. Karena itu, setiap tradisi yang dimiliki daerah harus dijaga sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus kekayaan nasional yang tidak ternilai.

Ia berharap festival ini mampu menumbuhkan rasa bangga masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya Dayak Kenyah sehingga mereka terdorong untuk ikut melestarikan nilai-nilai adat, seni, dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 sendiri akan menghadirkan berbagai agenda yang menampilkan kekayaan tradisi masyarakat Dayak. Kegiatan dibuka pada Kamis, 25 Juni 2026, dengan ritual adat mulai pukul 09.00–13.00 WITA, kemudian dilanjutkan pertunjukan tari tradisional pada malam harinya.

Memasuki Jumat, 26 Juni 2026, pengunjung akan disuguhkan perlombaan olahraga tradisional menyumpit yang berlangsung dari pagi hingga sore. Sementara pada Sabtu, 27 Juni 2026, festival menghadirkan Upacara Adat Alaq Leto, yakni prosesi pernikahan adat Dayak Kenyah yang menjadi salah satu daya tarik utama. Pada malam harinya, masyarakat juga dapat menikmati pertunjukan seni budaya Jawa melalui penampilan Kuda Lumping.

Rangkaian festival akan ditutup pada Minggu, 28 Juni 2026, dengan pentas kesenian tradisional Dayak pada siang hingga sore hari, kemudian dilanjutkan hiburan rakyat pada malam hari.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Budaya Pampang yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kota Samarinda. Melalui penyelenggaraan festival ini, kekayaan budaya Dayak Kenyah diharapkan semakin dikenal luas, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Panitia menetapkan harga tiket masuk sebesar Rp30.000 per orang. Dengan rangkaian atraksi budaya yang beragam dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, festival ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda wisata budaya terbesar di Kalimantan Timur sekaligus menjadi momentum memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Setahun Belum Ditindaklanjuti, Ketua RT 04 Simpang Tiga Desak PLN Atasi Kabel Listrik yang Ancam Keselamatan Warga

16 Juni 2026 - 13:00 WITA

kam47

Kolaborasi Konservasi Orangutan Kian Menguat, KPC Siap Jaga Areal Preservasi Lanskap Keraitan

15 Juni 2026 - 23:00 WITA

kam37

Forum Konservasi Lanskap Keraitan Dibentuk, Kolaborasi Multipihak Percepat Perlindungan Habitat Orangutan di Kaltim

15 Juni 2026 - 22:00 WITA

kam36

Konservasi Tak Bisa Jalan Sendiri, Lanskap Keraitan Digagas Jadi Model Baru Selamatkan Orangutan di Kaltim

15 Juni 2026 - 21:00 WITA

kam35

Mengurai Benang Kusut Habitat Orangutan Kaltim, Forum Keraitan Satukan Pemerintah, Akademisi, dan Korporasi

15 Juni 2026 - 20:00 WITA

kam34

DPRD Samarinda Desak PLN Tindaklanjuti Kabel Listrik Dekat Rumah Warga Simpang Tiga

15 Juni 2026 - 19:00 WITA

kam30
Trending di BERITA DAERAH