KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kota Samarinda resmi dimulai sejak 15 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda memastikan proses pendataan pada tahap awal berjalan lancar tanpa kendala berarti, baik dari sisi teknis maupun pelaksanaan di lapangan.
Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, mengatakan bahwa sejak hari pertama pelaksanaan, petugas sensus telah mulai melakukan pendataan di berbagai wilayah. Selain menyasar pelaku usaha dan masyarakat, BPS juga memulai pendataan terhadap sejumlah pejabat daerah sebagai bagian dari tahapan awal sensus.
“Sejauh ini pelaksanaannya berjalan lancar,” kata Supriyanto saat ditemui awak media, Selasa (16/6/2026).
Ia menjelaskan, pendataan awal telah dilakukan kepada Wali Kota Samarinda, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pejabat lainnya. Dalam waktu dekat, BPS juga dijadwalkan melakukan pendataan terhadap Ketua DPRD Kota Samarinda.
Menurutnya, seluruh petugas sensus kini telah mulai bergerak di lapangan. Sebagian petugas sudah menjalankan tugas sejak 15 Juni, sementara sebagian lainnya baru bergabung setelah menerima perlengkapan dan logistik pendataan yang didistribusikan pascapelatihan.
“Petugas sudah mulai menyebar ke lapangan. Ada yang langsung bekerja sejak hari pertama, ada juga yang baru turun setelah perlengkapan pendataan diterima,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, BPS sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga para ketua RT. Langkah tersebut dilakukan agar proses pendataan dapat berjalan lebih efektif dan mendapat dukungan dari masyarakat.
Supriyanto mengungkapkan bahwa hingga hari kedua pelaksanaan, belum ada laporan kendala signifikan dari petugas yang bertugas di lapangan. Meski demikian, proses adaptasi terhadap sistem pendataan digital masih terus dilakukan mengingat seluruh kegiatan sensus kini berbasis aplikasi.
“Belum ada kendala yang berarti. Teman-teman hanya masih menyesuaikan penggunaan aplikasi pendataan yang berbasis digital,” jelasnya.
Ia juga memastikan sistem dan aplikasi yang digunakan dalam Sensus Ekonomi 2026 berfungsi dengan baik. Hingga saat ini belum ditemukan gangguan server maupun hambatan teknis lain yang berpotensi mengganggu proses pengumpulan data.
“Alhamdulillah belum ada keluhan terkait aplikasi maupun server. Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus terjaga sampai sensus selesai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Supriyanto menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting sebagai sumber data terbaru yang akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan. Data yang dihimpun nantinya akan dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga DPRD dalam merumuskan program yang lebih tepat sasaran.
Menurutnya, perkembangan ekonomi dalam satu dekade terakhir telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Jika pada tahun 2016 aktivitas usaha masih didominasi sektor konvensional, kini berbagai usaha berbasis digital dan platform online berkembang pesat sehingga memerlukan pendekatan kebijakan yang berbeda.
“Data sensus ini sangat penting karena kondisi ekonomi saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan sepuluh tahun lalu,” ungkapnya.
Ia menilai pemerintah membutuhkan data yang akurat dan mutakhir agar mampu merespons perubahan pola usaha, perilaku ekonomi masyarakat, serta kebutuhan pelaku usaha yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Dengan tersedianya data terbaru melalui Sensus Ekonomi 2026, perencanaan pembangunan diharapkan dapat lebih adaptif terhadap kondisi riil di lapangan, termasuk dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor jasa, ekonomi kreatif, hingga bisnis berbasis digital.
Supriyanto berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memanfaatkan hasil sensus secara optimal sehingga kebijakan yang lahir benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi terkini.
“Harapannya, hasil sensus ini menjadi dasar yang kuat dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat, efektif, dan sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini,” pungkasnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















