Menu

Mode Gelap
Enviwalk Warnai Hari Lingkungan Hidup di IKN, Dorong Budaya Jalan Kaki dan Gaya Hidup Ramah Iklim KAHMI-FORHATI Kukar Siap Dilantik, Hadirkan Ketua Komisi II DPR RI dalam Simposium Kebangsaan Sensus Ekonomi 2026 di Samarinda Mulai Bergerak, BPS Pastikan Pendataan Berjalan Lancar dan Minim Kendala Setahun Belum Ditindaklanjuti, Ketua RT 04 Simpang Tiga Desak PLN Atasi Kabel Listrik yang Ancam Keselamatan Warga Gotong Royong Sambut Festival Budaya Dayak Kenyah 2026, Ketua Adat Pampang: Warisan Leluhur Harus Terus Hidup

BERITA DAERAH · 16 Jun 2026 15:00 WITA ·

Sensus Ekonomi 2026 di Samarinda Mulai Bergerak, BPS Pastikan Pendataan Berjalan Lancar dan Minim Kendala


 Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai dengan pendataan di berbagai wilayah. Pada tahap awal, BPS juga melakukan pendataan terhadap sejumlah pejabat daerah sebelum menjangkau pelaku usaha dan masyarakat secara luas. Perbesar

Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai dengan pendataan di berbagai wilayah. Pada tahap awal, BPS juga melakukan pendataan terhadap sejumlah pejabat daerah sebelum menjangkau pelaku usaha dan masyarakat secara luas.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kota Samarinda resmi dimulai sejak 15 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda memastikan proses pendataan pada tahap awal berjalan lancar tanpa kendala berarti, baik dari sisi teknis maupun pelaksanaan di lapangan.

Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, mengatakan bahwa sejak hari pertama pelaksanaan, petugas sensus telah mulai melakukan pendataan di berbagai wilayah. Selain menyasar pelaku usaha dan masyarakat, BPS juga memulai pendataan terhadap sejumlah pejabat daerah sebagai bagian dari tahapan awal sensus.

“Sejauh ini pelaksanaannya berjalan lancar,” kata Supriyanto saat ditemui awak media, Selasa (16/6/2026).

Ia menjelaskan, pendataan awal telah dilakukan kepada Wali Kota Samarinda, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pejabat lainnya. Dalam waktu dekat, BPS juga dijadwalkan melakukan pendataan terhadap Ketua DPRD Kota Samarinda.

Menurutnya, seluruh petugas sensus kini telah mulai bergerak di lapangan. Sebagian petugas sudah menjalankan tugas sejak 15 Juni, sementara sebagian lainnya baru bergabung setelah menerima perlengkapan dan logistik pendataan yang didistribusikan pascapelatihan.

“Petugas sudah mulai menyebar ke lapangan. Ada yang langsung bekerja sejak hari pertama, ada juga yang baru turun setelah perlengkapan pendataan diterima,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, BPS sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga para ketua RT. Langkah tersebut dilakukan agar proses pendataan dapat berjalan lebih efektif dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Supriyanto mengungkapkan bahwa hingga hari kedua pelaksanaan, belum ada laporan kendala signifikan dari petugas yang bertugas di lapangan. Meski demikian, proses adaptasi terhadap sistem pendataan digital masih terus dilakukan mengingat seluruh kegiatan sensus kini berbasis aplikasi.

“Belum ada kendala yang berarti. Teman-teman hanya masih menyesuaikan penggunaan aplikasi pendataan yang berbasis digital,” jelasnya.

Ia juga memastikan sistem dan aplikasi yang digunakan dalam Sensus Ekonomi 2026 berfungsi dengan baik. Hingga saat ini belum ditemukan gangguan server maupun hambatan teknis lain yang berpotensi mengganggu proses pengumpulan data.

“Alhamdulillah belum ada keluhan terkait aplikasi maupun server. Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus terjaga sampai sensus selesai,” tambahnya.

Lebih lanjut, Supriyanto menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting sebagai sumber data terbaru yang akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan. Data yang dihimpun nantinya akan dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga DPRD dalam merumuskan program yang lebih tepat sasaran.

Menurutnya, perkembangan ekonomi dalam satu dekade terakhir telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Jika pada tahun 2016 aktivitas usaha masih didominasi sektor konvensional, kini berbagai usaha berbasis digital dan platform online berkembang pesat sehingga memerlukan pendekatan kebijakan yang berbeda.

“Data sensus ini sangat penting karena kondisi ekonomi saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan sepuluh tahun lalu,” ungkapnya.

Ia menilai pemerintah membutuhkan data yang akurat dan mutakhir agar mampu merespons perubahan pola usaha, perilaku ekonomi masyarakat, serta kebutuhan pelaku usaha yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

Dengan tersedianya data terbaru melalui Sensus Ekonomi 2026, perencanaan pembangunan diharapkan dapat lebih adaptif terhadap kondisi riil di lapangan, termasuk dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor jasa, ekonomi kreatif, hingga bisnis berbasis digital.

Supriyanto berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memanfaatkan hasil sensus secara optimal sehingga kebijakan yang lahir benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi terkini.

“Harapannya, hasil sensus ini menjadi dasar yang kuat dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat, efektif, dan sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

KAHMI-FORHATI Kukar Siap Dilantik, Hadirkan Ketua Komisi II DPR RI dalam Simposium Kebangsaan

16 Juni 2026 - 16:00 WITA

kam51

Setahun Belum Ditindaklanjuti, Ketua RT 04 Simpang Tiga Desak PLN Atasi Kabel Listrik yang Ancam Keselamatan Warga

16 Juni 2026 - 13:00 WITA

kam47

Gotong Royong Sambut Festival Budaya Dayak Kenyah 2026, Ketua Adat Pampang: Warisan Leluhur Harus Terus Hidup

16 Juni 2026 - 12:00 WITA

kam45

Kolaborasi Konservasi Orangutan Kian Menguat, KPC Siap Jaga Areal Preservasi Lanskap Keraitan

15 Juni 2026 - 23:00 WITA

kam37

Forum Konservasi Lanskap Keraitan Dibentuk, Kolaborasi Multipihak Percepat Perlindungan Habitat Orangutan di Kaltim

15 Juni 2026 - 22:00 WITA

kam36

Konservasi Tak Bisa Jalan Sendiri, Lanskap Keraitan Digagas Jadi Model Baru Selamatkan Orangutan di Kaltim

15 Juni 2026 - 21:00 WITA

kam35
Trending di BERITA DAERAH