Menu

Mode Gelap
Wali Kota Tinjau Revitalisasi Pipa Induk PTMB, Siapkan Distribusi Air Bersih Lebih Andal Satgas Pengawasan Migas Segera Dibentuk, Pemkot Balikpapan Perketat Distribusi BBM Otorita IKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Tambang Ilegal, Pulihkan Hutan Tahura Bukit Soeharto Satpol PP Dorong Balakar Diakomodasi dalam Raperda Penanggulangan Kebakaran Samarinda IKN dan Korea Selatan Bangun Smart City Cooperation Center Senilai Rp115 Miliar

IKN NUSANTARA · 18 Jun 2026 17:30 WITA ·

IKN dan Korea Selatan Bangun Smart City Cooperation Center Senilai Rp115 Miliar


 Prosesi groundbreaking Smart City Cooperation Center (SCCC) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (18/6/2026). Proyek hibah senilai 9,9 miliar KRW atau sekitar Rp115,94 miliar ini menjadi wujud kerja sama Otorita IKN dan Pemerintah Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas. Foto: Dok. Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Prosesi groundbreaking Smart City Cooperation Center (SCCC) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (18/6/2026). Proyek hibah senilai 9,9 miliar KRW atau sekitar Rp115,94 miliar ini menjadi wujud kerja sama Otorita IKN dan Pemerintah Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas. Foto: Dok. Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Pemerintah Korea Selatan resmi memulai pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC) melalui prosesi groundbreaking di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (18/6/2026). Proyek ini merupakan bagian dari kerja sama pengembangan kota cerdas dengan nilai hibah mencapai 9,9 miliar won Korea (KRW) atau sekitar Rp115,94 miliar.

Groundbreaking dilaksanakan di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A KIPP Nusantara dan dihadiri delegasi Korea Selatan yang terdiri dari perwakilan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT), International Contractors Association of Korea (ICAK), CJ OliveNetworks/CJ Consortium, Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT), serta Site Planning.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Menurutnya, SCCC akan menjadi simbol penguatan kemitraan Indonesia dan Korea Selatan dalam mewujudkan Nusantara sebagai kota cerdas berkelas dunia.

“Kerja sama ini akan terus kami lanjutkan ke depan,” ujar Basuki.

Ia menegaskan Otorita IKN akan memberikan dukungan penuh terhadap proses pembangunan, termasuk kemudahan perizinan. Basuki juga berharap SCCC tidak hanya menjadi pusat penerapan teknologi, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium smart city yang mendukung kegiatan pendidikan, riset, dan inovasi.

“Kami berharap pusat ini menjadi sarana pendidikan dan pengembangan teknologi,” katanya.

Dari total hibah yang diberikan, sekitar 5,5 miliar KRW atau setara Rp64,41 miliar dialokasikan untuk pembangunan gedung SCCC. Bangunan seluas sekitar 1.098 meter persegi itu akan terdiri dari dua lantai, dengan lantai pertama difungsikan sebagai control room dan ruang pertemuan, sedangkan lantai kedua akan menjadi area pameran teknologi serta AI & Robotics Lab. Area luar bangunan juga akan dilengkapi fasilitas urban farming sebagai bagian dari demonstrasi konsep kota cerdas yang berkelanjutan.

Selain pembangunan fisik, kerja sama ini mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh KICT, serta pelaksanaan Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program oleh University of Seoul. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi akademik antara Indonesia dan Korea Selatan.

Sementara itu, Director MoLIT, Choi Jung-won, mengatakan SCCC diharapkan menjadi fondasi kerja sama jangka panjang dalam pengembangan teknologi kota cerdas di Nusantara.

“Ini menjadi awal kolaborasi smart city Indonesia dan Korea,” ujarnya.

Ia menjelaskan Korea Selatan memiliki pengalaman membangun kota pintar, seperti Sejong, yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan Nusantara. Melalui kolaborasi teknologi dan pertukaran pengetahuan, ia optimistis IKN memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai kota masa depan yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Otorita IKN berharap kehadiran SCCC nantinya menjadi pusat kolaborasi teknologi Indonesia-Korea, laboratorium inovasi digital dan lingkungan, ruang demonstrasi solusi smart city, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem pendidikan dan riset di kawasan IKN.

Pembangunan gedung SCCC diperkirakan berlangsung selama 10 bulan dan ditargetkan rampung pada akhir 2027, sehingga dapat segera dimanfaatkan sebagai pusat pengembangan teknologi kota cerdas di Nusantara.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Otorita IKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Tambang Ilegal, Pulihkan Hutan Tahura Bukit Soeharto

18 Juni 2026 - 18:30 WITA

a10

Enviwalk Warnai Hari Lingkungan Hidup di IKN, Dorong Budaya Jalan Kaki dan Gaya Hidup Ramah Iklim

16 Juni 2026 - 17:00 WITA

kam53

Ratusan Warga dan Pelajar Bersihkan Pantai Tanah Merah, Otorita IKN Tanam 350 Mangrove untuk Cegah Abrasi

13 Juni 2026 - 20:30 WITA

kam5

Tanam Mangrove dan Bersihkan Pantai, Otorita IKN Ajak Semua Pihak Bergerak untuk Iklim

13 Juni 2026 - 19:30 WITA

kam3

OIKN Perkuat Upaya Cegah Stunting, Siapkan Generasi Sehat untuk Masa Depan Nusantara

12 Juni 2026 - 20:00 WITA

stunting01

OIKN Hadir di IEES 2026 Balikpapan, Perkenalkan Progres Pembangunan Nusantara dan Peluang Investasi

12 Juni 2026 - 19:00 WITA

expo07
Trending di IKN NUSANTARA