Menu

Mode Gelap
KONI Samarinda Minta Kepastian Dukungan Porprov 2026, DPRD Siap Bahas Lanjutan KONI Samarinda Siapkan Hingga 1.700 Atlet Untuk Porprov Kaltim 2026 Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Kesiapan Porprov, Anggaran Kontingen Belum Tersedia Dispursip Samarinda Perkuat Inovasi dan Kolaborasi Untuk Tingkatkan Budaya Literasi Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Literasi dan Kearsipan

BERITA DAERAH · 27 Jun 2026 14:00 WITA ·

Gunung Batu Mesangat Jadi Rumah Baru Bagus, Eboni, dan Ruby, COP Pastikan Dipantau Tiga Bulan


 Bagus, Eboni, dan Ruby, tiga orangutan kalimantan hasil rehabilitasi, resmi dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur, sebagai upaya memperkuat populasi orangutan di habitat alaminya. Foto: BKSDA Kaltim. Perbesar

Bagus, Eboni, dan Ruby, tiga orangutan kalimantan hasil rehabilitasi, resmi dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur, sebagai upaya memperkuat populasi orangutan di habitat alaminya. Foto: BKSDA Kaltim.

KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Tiga orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) hasil rehabilitasi, yakni Bagus, Eboni, dan Ruby, resmi dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur, Selasa (23/6/2026). Pelepasliaran dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kelinjau dan Centre for Orangutan Protection (COP) sebagai upaya memperkuat populasi orangutan di habitat alaminya.

Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat dipilih karena memiliki kawasan yang aman dengan ketersediaan pakan alami yang memadai. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.

Untuk mendukung proses adaptasi satwa, pelepasliaran dilakukan secara bertahap di titik yang berbeda. Eboni menjadi individu pertama yang dilepas, disusul Bagus dan Ruby. Eboni dan Ruby dilepas di daratan yang sama dengan jarak sekitar satu kilometer, sedangkan Bagus ditempatkan di lokasi berbeda yang dipisahkan aliran sungai dengan jarak sekitar 500 meter. Seluruh titik pelepasan berada di kawasan Sungai Hagar, anak Sungai Menyuq, di dalam bentang alam Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat.

Sebelum kembali ke alam liar, ketiga orangutan tersebut menjalani rehabilitasi selama dua hingga enam tahun di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA). Mereka merupakan satwa eks-peliharaan yang diselamatkan dari pemeliharaan ilegal dan dilatih kembali untuk memanjat, mencari pakan, membuat sarang, hingga menjalani masa adaptasi di pulau pra-pelepasliaran selama empat bulan.

Manager Pusat Rehabilitasi Orangutan COP, Widi Nursanti, mengatakan pemisahan lokasi pelepasan merupakan strategi untuk memberi ruang adaptasi bagi setiap individu sehingga tidak langsung bersaing memperebutkan wilayah.

“Mereka sengaja dilepas di titik yang berbeda agar memiliki ruang adaptasi masing-masing,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Widi, tugas tim konservasi tidak berhenti setelah pelepasliaran dilakukan. COP akan menempatkan tim monitoring di kawasan hutan selama tiga bulan guna memantau perkembangan Bagus, Eboni, dan Ruby.

“Selama tiga bulan ke depan kami akan melakukan pemantauan intensif untuk memastikan mereka aman dan mampu beradaptasi dengan habitat barunya,” katanya.

Pelepasliaran kali ini menambah jumlah orangutan hasil rehabilitasi yang berhasil dikembalikan ke Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat menjadi 18 individu dalam empat tahun terakhir. Keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi kolaborasi BKSDA Kaltim, KPHP Kelinjau, dan COP dalam mendukung pelestarian orangutan Kalimantan di habitat alaminya.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

KONI Samarinda Minta Kepastian Dukungan Porprov 2026, DPRD Siap Bahas Lanjutan

20 Juli 2026 - 21:00 WITA

C15

KONI Samarinda Siapkan Hingga 1.700 Atlet Untuk Porprov Kaltim 2026

20 Juli 2026 - 20:00 WITA

C14

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Kesiapan Porprov, Anggaran Kontingen Belum Tersedia

20 Juli 2026 - 19:00 WITA

C13

Dispursip Samarinda Perkuat Inovasi dan Kolaborasi Untuk Tingkatkan Budaya Literasi

20 Juli 2026 - 18:00 WITA

C12

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Literasi dan Kearsipan

20 Juli 2026 - 17:00 WITA

C11

Disdikbud Balikpapan Ajukan Dana BTT Untuk Perbaiki Jalan Menuju SDN 022

20 Juli 2026 - 16:00 WITA

C10
Trending di BERITA DAERAH