KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Owner JOS Fitness Samarinda, Ahmad Syahrul Romadoni, mengapresiasi keberanian dan kerja keras para peserta yang tampil dalam JOS Fitness Open Body Contest 2026 di Mall Samarinda Square, lantai 3, Minggu (23/8/2026).
Menurut Ahmad, keberanian peserta untuk menjalani proses panjang hingga akhirnya tampil di atas panggung merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Ia menilai, kompetisi fitness tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik, tetapi juga kedisiplinan dalam menjalani latihan, menjaga pola makan, serta mempersiapkan kondisi tubuh dan mental.
Ahmad menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan kepada awak media Kumalanews.id di sela pelaksanaan JOS Fitness Open Body Contest 2026. Ia mengatakan, proses untuk tampil dalam kompetisi membutuhkan komitmen yang tidak sedikit dari setiap peserta.
“Berani berproses dan tampil di panggung sudah merupakan pencapaian luar biasa,” ujar Ahmad.
Ia menjelaskan, para peserta harus melalui latihan dalam waktu yang panjang serta menjaga pola makan secara disiplin sebelum mengikuti pertandingan. Berbagai persiapan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kondisi fisik sekaligus kesiapan mental sebelum tampil di hadapan juri dan penonton.
Karena itu, Ahmad memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berani mengambil bagian dalam kompetisi tersebut. Baginya, setiap peserta yang tampil telah menunjukkan komitmen untuk mengembangkan diri dan menguji hasil latihan yang selama ini dijalani.
“Saya respect dan bangga kepada seluruh peserta,” katanya.
Didorong Jadi Event Lebih Besar
Lebih lanjut, Ahmad berharap JOS Fitness Open Body Contest dapat berkembang menjadi ajang yang lebih besar dan berkelanjutan pada masa mendatang. Ia ingin kompetisi tersebut tidak hanya menjadi tempat bagi para penggiat fitness untuk menunjukkan hasil latihan, tetapi juga menjadi wadah pencarian dan pembinaan atlet potensial dari Kalimantan Timur.
Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin terbuka pula kesempatan bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Hal tersebut dinilai penting dalam membangun mental kompetitif sekaligus mempersiapkan atlet menuju kejuaraan dengan level yang lebih tinggi.
“Harapannya, event ini semakin besar dan melahirkan atlet Kaltim untuk level nasional,” ungkapnya.
Ahmad juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk KONI Provinsi Kalimantan Timur dan KONI Samarinda. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan sekaligus menciptakan ekosistem olahraga fitness yang lebih baik di daerah.
Ia menilai, dukungan dari organisasi olahraga, pemerintah, komunitas, pengelola gym, dan berbagai pihak lainnya dibutuhkan agar potensi atlet fitness di Kalimantan Timur dapat berkembang secara maksimal.
Di akhir keterangannya, Ahmad berpesan kepada seluruh peserta agar tetap mengedepankan sportivitas selama mengikuti kompetisi. Ia meminta para atlet menunjukkan kemampuan terbaik sebagai hasil dari proses latihan yang telah mereka jalani.
“Selamat bertanding dan junjung tinggi sportivitas,” pungkasnya.
JOS Fitness Open Body Contest 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi semata. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan mampu menjadi bagian dari proses regenerasi atlet sekaligus membuka jalan bagi para penggiat fitness Kalimantan Timur untuk bersaing di tingkat nasional hingga jenjang yang lebih tinggi.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















