Menu

Mode Gelap
Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat Bukan Sekadar Otot, Ini Aspek yang Dinilai Juri di JOS Fitness Open Bodycontest 2026 PBFI Kaltim Dorong Kompetisi Fitness Jadi Wadah Lahirkan Atlet Berprestasi Dimas Wira Jadikan JOS Fitness Open Body Contest 2026 Batu Loncatan ke Kompetisi Lebih Tinggi JOS Fitness Open Body Contest Diharapkan Jadi Kawah Atlet Fitness Kaltim

BERITA DAERAH · 10 Agu 2026 14:00 WITA ·

Kemarau Meluas, Pemkab Kukar Bentuk Tim Terpadu Atasi Kekeringan Sawah


 Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyebut Pemkab Kukar membentuk tim terpadu untuk menangani dampak kemarau dan kekeringan pada areal persawahan. Foto: Fairuzzabady. Perbesar

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyebut Pemkab Kukar membentuk tim terpadu untuk menangani dampak kemarau dan kekeringan pada areal persawahan. Foto: Fairuzzabady.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat menghadapi dampak kemarau yang mulai mengganggu pengairan sejumlah areal persawahan di wilayah tersebut. Pemerintah daerah membentuk tim terpadu lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memetakan kondisi sekaligus mencari solusi bagi petani yang terdampak kekeringan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan langkah tersebut pada Senin (10/8/2026). Ia mengatakan, tim terpadu dikoordinasikan Dinas Pertanian dan Peternakan dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

“Tim terpadu sudah kami bentuk,” kata Aulia.

Menurutnya, persoalan utama yang kini dihadapi adalah keterbatasan sumber air untuk mengairi lahan pertanian. Pemerintah daerah telah mengidentifikasi sekitar 10 kecamatan yang selama ini menjadi kawasan lumbung pangan Kukar dan ikut terdampak kondisi kemarau.

Dampak paling terasa terjadi pada kawasan persawahan yang sistem pengairannya masih bergantung pada curah hujan. Minimnya pasokan air membuat sejumlah lahan berpotensi mengalami kekeringan sehingga dapat mengganggu keberlangsungan produksi pertanian.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Kukar mulai melakukan pemetaan terhadap sumber-sumber air yang berada di sekitar kawasan pertanian. Sumber air terdekat nantinya akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah yang mengalami kekeringan.

Sebagai langkah awal, Pemkab Kukar dijadwalkan menggelar rapat koordinasi secara daring pada Selasa (11/8/2026) pukul 08.00 WITA. Pertemuan tersebut melibatkan seluruh camat, kepala desa, penyuluh pertanian, serta unsur BRMP untuk mendapatkan gambaran kondisi terkini di masing-masing wilayah.

Hasil koordinasi tersebut akan menjadi dasar bagi tim untuk menentukan langkah penanganan di lapangan. Selanjutnya, tim terpadu dijadwalkan turun langsung mulai Rabu (12/8/2026) untuk memantau kondisi persawahan sekaligus mencari solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan petani.

Aulia mengatakan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan opsi penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan dampak kekeringan, terutama melalui penyediaan pompa air bagi petani di kawasan yang terdampak.

“Pompa akan kami upayakan secepatnya,” ujarnya.

Berdasarkan pemetaan awal, kebutuhan pompa akan disesuaikan dengan luas lahan yang harus mendapatkan pengairan. Untuk areal persawahan dengan luas di bawah 20 hektare, pompa berukuran tiga inci dinilai masih dapat digunakan secara optimal.

Sementara untuk lahan dengan luasan lebih dari 20 hektare, pemerintah akan menyiapkan pompa dengan kapasitas yang lebih besar agar distribusi air dapat menjangkau seluruh areal persawahan secara efektif.

Langkah tersebut diambil untuk mencegah dampak kemarau semakin meluas dan mengganggu aktivitas pertanian masyarakat. Pemerintah daerah berharap dukungan sarana pengairan dapat membantu petani mempertahankan kondisi lahan sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kukar.

Dengan melibatkan berbagai OPD dan pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa, Pemkab Kukar menargetkan penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat dan terukur. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga ketahanan pangan daerah di tengah kondisi kemarau.

 

Pewarta : Fairuzzabady
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat

23 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h13

CFD Terpadu Resmi Diluncurkan di Taman Tiga Generasi, Jadi Ruang Sehat dan Penggerak UMKM

23 Agustus 2026 - 11:00 WITA

h6

Semarak HUT ke-81 RI, CFR Samarinda Gelar Lomba Mancing Antaranggota

22 Agustus 2026 - 19:00 WITA

h2

Dishub Balikpapan Siapkan Pengaturan Jam BBM Bersubsidi untuk Atasi Antrean Pertalite

21 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h1

64 Jenis Jamu Mengandung BKO Ditemukan di Balikpapan, BPOM Telusuri Sumber Produksi

21 Agustus 2026 - 17:00 WITA

g99

HUT ke-81 RI, Dovy Ajak Warga Samarinda Jaga Persatuan dan Ciptakan Kedamaian

21 Agustus 2026 - 13:00 WITA

g98
Trending di BERITA DAERAH