Menu

Mode Gelap
Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Soroti Konsistensi Konsep Kota Cerdas hingga Peluang Investasi Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru Paser, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal Korban Berkebaya dan Lomba Bernuansa Perjuangan, TP PKK Balikpapan Perkuat Semangat Kemerdekaan Renovasi Sekolah di Samarinda Masih Jadi PR, DPRD Dorong Prioritas Berdasarkan Kondisi Lapangan DPRD Samarinda Dorong Royalti Batu Bara Kaltim Diperbesar, Kesejahteraan Daerah Harus Jadi Prioritas

BERITA DAERAH · 20 Agu 2026 12:00 WITA ·

Erau 2026 Dikawal Kejaksaan, Kesultanan Kukar Perkuat Sinergi Jaga Adat dan Budaya


 Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menegaskan sinergi dengan Kejaksaan penting untuk memastikan pelaksanaan Erau 2026 berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan. Foto: Fairuzzabady. Perbesar

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menegaskan sinergi dengan Kejaksaan penting untuk memastikan pelaksanaan Erau 2026 berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan. Foto: Fairuzzabady.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian adat dan budaya sekaligus memastikan pelaksanaan kegiatan daerah berjalan sesuai ketentuan hukum. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Fakta Sinergitas antara Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Kejaksaan Negeri Tenggarong.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (20/8/2026), dan dihadiri Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Aji Muhammad Arifin, jajaran Forkopimda Kukar, sejumlah kepala OPD, camat, kepala desa dan lurah, kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan kegiatan strategis, khususnya Festival Budaya Adat Erau 2026, dapat berlangsung secara tertib, baik dari sisi pelaksanaan maupun administrasi.

Menurutnya, Kesultanan perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk terhadap regulasi yang terus mengalami perubahan. Pendampingan dari kejaksaan dinilai penting agar setiap tahapan kegiatan dapat dilaksanakan secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Ini langkah yang baik dan maju,” ujar Heriansyah.

Ia menjelaskan, melalui sinergitas tersebut, Kesultanan meminta pendampingan Kejaksaan Negeri Tenggarong dalam proses pelaksanaan Erau. Pendampingan itu diharapkan mampu mencegah munculnya persoalan hukum di kemudian hari, terutama dalam pengelolaan administrasi dan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan anggaran pemerintah.

Heriansyah menegaskan, pelaksanaan Erau tidak hanya berkaitan dengan agenda budaya dan pariwisata, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ia menerangkan, secara etimologis Erau berasal dari kata eroh yang bermakna riang gembira. Dalam pelaksanaannya, terdapat pihak yang di-Erau-kan, yakni tokoh, raja atau Sultan. Kemudian, pihak yang meng-Erau-kan adalah para kerabat Kesultanan, sementara masyarakat luas menjadi bagian yang merayakan dengan suasana sukacita.

“Erau itu bukan sekadar pesta budaya,” katanya.

Menurut Heriansyah, makna tersebut perlu terus disosialisasikan dan ditanamkan kepada generasi muda. Sebab, setiap prosesi Erau mengandung nilai-nilai kehidupan yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah prosesi beluluh yang menjadi bagian penting dalam rangkaian adat Erau. Beluluh dimaknai sebagai proses meluluhkan energi negatif dan membangun energi positif. Nilai tersebut menggambarkan bagaimana seorang Sultan menjalankan kepemimpinan, termasuk dalam menjaga adat, budaya, serta memberikan keteladanan kepada masyarakat.

Dari sisi pembiayaan, pelaksanaan Erau 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kukar dan Kementerian Pariwisata. Namun, dukungan dari pemerintah pusat masih dalam tahap penyesuaian seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran.

Erau sendiri telah masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN), sehingga dukungan dari Kementerian Pariwisata masih menunggu kepastian besaran anggaran.

Di sisi lain, Pemkab Kukar tetap menyiapkan dukungan melalui APBD sebagaimana pelaksanaan Erau pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, mekanisme penganggaran tahun ini mengalami perubahan, terutama karena kegiatan tidak lagi ditempatkan sebagai program khusus di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, melainkan disalurkan dalam bentuk hibah kepada Kesultanan.

Heriansyah menyebutkan, anggaran untuk kegiatan sakral diperkirakan sekitar Rp4 miliar. Sementara kegiatan seremonial juga berada di kisaran Rp4 miliar, sehingga total dukungan mencapai sekitar Rp8 miliar.

Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk rangkaian kegiatan Erau, tetapi juga mencakup operasional Kesultanan dan kebutuhan pemeliharaan kedaton. Di antaranya pengecatan, perbaikan bagian bangunan yang mengalami kerusakan atau kebocoran, serta kebutuhan pemeliharaan lainnya.

Secara garis besar, hibah tersebut mencakup tiga komponen utama, yakni operasional Kesultanan, kegiatan sakral yang menjadi bagian dari pakem adat dan berlangsung selama tujuh hari, serta kegiatan seremonial.

Kegiatan seremonial meliputi pembukaan, pameran atau expo, hingga pentas seni dan budaya yang digelar di sekitar Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara serta kawasan Stadion Rondong Demang.

Sementara itu, Erau 2026 mengusung tema “Raja Menunggal Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya.” Tema tersebut dinilai sejalan dengan hakikat Erau sebagai momentum pertemuan antara Sultan dengan rakyat.

Heriansyah mengatakan, Erau menjadi ruang bagi Sultan dan masyarakat untuk bertemu, berinteraksi, serta merayakan kebersamaan dalam bingkai adat dan budaya Kutai Kartanegara.

“Ini momentum Sultan bertemu dengan rakyatnya,” tuturnya.

Pelaksanaan Festival Budaya Adat Erau 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 27 September 2026. Selanjutnya, pada 28 September 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Jerah Kota Tenggarong yang sekaligus dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-242 Kota Tenggarong.

Dengan adanya sinergitas antara Kesultanan dan Kejaksaan serta dukungan Pemkab Kukar, pelaksanaan Erau tahun ini diharapkan tidak hanya meriah dari sisi kegiatan, tetapi juga tetap menjaga kesakralan adat, tertib secara administrasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelestarian budaya Kutai Kartanegara.

 

Pewarta : Fairuzzabady
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru Paser, Tim SAR Temukan Bangkai Kapal Korban

20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

g82

Berkebaya dan Lomba Bernuansa Perjuangan, TP PKK Balikpapan Perkuat Semangat Kemerdekaan

20 Agustus 2026 - 20:00 WITA

g81

Renovasi Sekolah di Samarinda Masih Jadi PR, DPRD Dorong Prioritas Berdasarkan Kondisi Lapangan

20 Agustus 2026 - 19:00 WITA

g80

DPRD Samarinda Dorong Royalti Batu Bara Kaltim Diperbesar, Kesejahteraan Daerah Harus Jadi Prioritas

20 Agustus 2026 - 18:00 WITA

g79

Peserta KB Gratis di Samarinda Masih Rendah, DPRD Dorong Edukasi Dimulai Sejak Calon Pengantin

20 Agustus 2026 - 17:00 WITA

g78

Kewenangan Terbatas, DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Pengawasan Aktivitas Pertambangan

20 Agustus 2026 - 16:00 WITA

g77
Trending di BERITA DAERAH