Menu

Mode Gelap
Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN-BMKG Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean Temui Ratusan Sopir, Andi Harun Buka Ruang Evaluasi Fuel Card Solar Subsidi DPRD Samarinda Dorong Pemerintah Libatkan Sopir dalam Penataan Kupon Solar Subsidi Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat

IKN NUSANTARA · 24 Agu 2026 18:00 WITA ·

Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN-BMKG Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca


 Otorita IKN bersama BMKG, TNI AU, BPBD, dan sejumlah instansi terkait melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak Jumat (21/8/2026) hingga Senin (24/8/2026) untuk mengantisipasi kekeringan dan menjaga ketersediaan air di kawasan IKN. Foto: Humas Otorita IKN. Perbesar

Otorita IKN bersama BMKG, TNI AU, BPBD, dan sejumlah instansi terkait melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak Jumat (21/8/2026) hingga Senin (24/8/2026) untuk mengantisipasi kekeringan dan menjaga ketersediaan air di kawasan IKN. Foto: Humas Otorita IKN.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), BPBD, serta sejumlah instansi terkait melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi dampak El Nino, musim kering, kekeringan, dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya.

Operasi tersebut berlangsung sejak Jumat (21/8/2026) hingga Senin (24/8/2026). Hingga Senin pukul 10.00 WITA, sebanyak lima sortie penerbangan telah dilakukan menggunakan pesawat Casa 212 A-2105 dari Markas Operasi Lanud Dhomber, Balikpapan. Dalam setiap sortie, pesawat membawa sekitar 800 kilogram bahan semai berupa natrium klorida (NaCl).

OMC dilakukan dengan memanfaatkan sains dan teknologi melalui teknik penyemaian awan atau cloud seeding. Metode ini bertujuan mengoptimalkan potensi hujan dengan menyemai bahan tertentu ke dalam awan yang memenuhi kriteria, sehingga peluang terjadinya hujan dapat ditingkatkan.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan OMC menjadi salah satu langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan air permukaan di kawasan IKN dan wilayah sekitarnya.

“OMC ini untuk menambah volume air permukaan di wilayah IKN dan sekitarnya,” ujar Danis.

Menurutnya, kondisi musim kering yang berlangsung saat ini menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap ketersediaan sumber air. Karena itu, OIKN bersama instansi terkait berupaya mengoptimalkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan air sekaligus mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca kering.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan/BMKG, Djoko Sumardiono, menjelaskan keberhasilan OMC sangat bergantung pada ketersediaan dan pertumbuhan awan yang potensial untuk disemai. Pemantauan terhadap perkembangan awan, arah dan kecepatan angin, serta waktu pelaksanaan penyemaian menjadi faktor penting dalam menentukan sasaran operasi.

“Operasi sangat bergantung pada pertumbuhan awan potensial,” jelas Djoko.

Ia menyebut Kalimantan Timur telah mengalami kondisi minim hujan selama hampir dua pekan. Dalam pelaksanaan OMC kali ini, pertumbuhan awan yang dinilai cukup potensial terpantau di wilayah perbatasan utara Kalimantan Timur.

Namun, Djoko mengingatkan pelaksanaan OMC pada musim kemarau memiliki tantangan tersendiri karena jumlah awan yang terbentuk cenderung lebih sedikit dibandingkan musim hujan. Secara historis, tingkat keberhasilan operasi modifikasi cuaca pada kondisi seperti itu berada di kisaran 30 persen.

Hujan Mulai Terpantau

Berdasarkan perkembangan pelaksanaan OMC hingga Senin (24/8/2026) pukul 10.00 WITA, hujan mulai terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Pos Curah Hujan Long Lebusan di wilayah Hulu WS Mahakam mencatat hujan di Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 02.00–02.30 WITA, dengan curah hujan mencapai sekitar 20 milimeter.

Selain itu, laporan hujan juga diterima dari sejumlah wilayah di sekitar Kutai Kartanegara. Kondisi tersebut menjadi salah satu perkembangan positif dalam upaya meningkatkan ketersediaan air melalui pelaksanaan OMC.

Di kawasan IKN, perubahan juga tercatat pada muka air di intake Sungai Sepaku yang menjadi salah satu sumber air baku bagi kebutuhan IKN. Elevasi muka air yang sebelumnya berada di +2,04 meter meningkat menjadi +2,05 meter pada pukul 08.20 WITA atau naik sekitar satu sentimeter.

Kenaikan tersebut diharapkan dapat terus bertambah seiring adanya hujan di wilayah tangkapan air dan pelaksanaan OMC yang disesuaikan dengan kondisi atmosfer.

Karhutla Masih Diwaspadai

Selain menjaga ketersediaan air, pelaksanaan OMC juga menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca kering dapat meningkatkan potensi munculnya titik api, sehingga upaya pencegahan dan penanganan dini tetap diperlukan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan sekaligus mengedepankan langkah preventif dan edukasi kepada masyarakat.

“Agustus ini tercatat 273 kejadian kebakaran lahan dengan luas sekitar 752 hektare,” ujar Buyung.

Ia mengatakan pencegahan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Edukasi tersebut juga diperkuat dengan surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup sebagai upaya mencegah munculnya titik api baru.

Ke depan, OIKN bersama BMKG, TNI AU, BPBD, dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan cuaca, pertumbuhan awan hujan, serta kondisi hidrologis di kawasan IKN dan sekitarnya.

Pelaksanaan OMC berikutnya akan disesuaikan dengan dinamika atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi kriteria penyemaian. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu menjaga ketersediaan air, sekaligus memperkuat upaya mitigasi terhadap dampak kekeringan dan potensi karhutla di kawasan IKN.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Delegasi ICAPPS 2026 Kunjungi Nusantara, Bahas Konsep Kota Berkelanjutan

22 Agustus 2026 - 20:00 WITA

h4

Suharso Monoarfa Tinjau IKN, Soroti Konsistensi Konsep Kota Cerdas hingga Peluang Investasi

20 Agustus 2026 - 22:00 WITA

g83

Upacara Penurunan Bendera di Nusantara Berlangsung Khidmat, OIKN Tegaskan Semangat Kebersamaan

17 Agustus 2026 - 23:00 WITA

g44

HUT Ke-81 RI di Nusantara, Basuki Tegaskan Pembangunan IKN Harus Inklusif

17 Agustus 2026 - 21:00 WITA

g42

Malam Renungan Suci di Nusantara, Basuki Tegaskan Pembangunan IKN Terus Berlanjut

17 Agustus 2026 - 10:00 WITA

g31

Merdeka Vaganza Semarakkan HUT ke-81 RI di Nusantara, 3.000 Pelari Ramaikan Night Run

17 Agustus 2026 - 09:00 WITA

g29
Trending di IKN NUSANTARA