Menu ✖

Mode Gelap
Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027 Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

BERITA DAERAH · 22 Sep 2026 14:30 WITA ·

Kabut Asap Karhutla Ganggu 409 Penerbangan di 18 Bandara Kalimantan


 Kepala Otban Wilayah VII Ferdinan Nurdin menyampaikan bahwa penurunan jarak pandang akibat kabut asap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah bandara. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala Otban Wilayah VII Ferdinan Nurdin menyampaikan bahwa penurunan jarak pandang akibat kabut asap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah bandara. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan. Dalam sepekan, sebanyak 409 penerbangan di 18 bandara yang berada di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara terdampak penurunan jarak pandang.

Data Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan menunjukkan gangguan penerbangan terjadi sepanjang 14–20 September 2026. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya, yakni 7–13 September 2026 yang mencatat 159 penerbangan terdampak.

Artinya, terjadi penambahan 250 penerbangan atau sekitar 157,2 persen dalam satu pekan.

Kepala Otban Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengatakan penurunan jarak pandang menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah bandara.

“Dalam sepekan ada 409 penerbangan terdampak, meningkat 250 penerbangan dari pekan sebelumnya,” kata Ferdinan, Selasa (22/9/2026).

Dari total tersebut, sebanyak 141 penerbangan mengalami keterlambatan, sementara 254 penerbangan mengalami pembatalan atau penundaan. Selain itu, terdapat 14 penerbangan yang dialihkan ke bandara lain karena kondisi di bandara tujuan tidak memungkinkan untuk dilakukan pendaratan.

Jumlah keterlambatan meningkat dari 49 penerbangan pada pekan sebelumnya menjadi 141 penerbangan. Sementara penerbangan yang dibatalkan atau ditunda naik dari 106 menjadi 254 penerbangan. Adapun penerbangan yang dialihkan meningkat dari empat menjadi 14 penerbangan.

Kalteng Jadi Wilayah Paling Terdampak

Dari tiga provinsi yang berada dalam wilayah kerja Otban Wilayah VII, Kalimantan Tengah mencatat dampak penerbangan paling tinggi dengan 201 penerbangan terdampak.

Jumlah tersebut terdiri atas 79 penerbangan terlambat, 121 penerbangan dibatalkan atau ditunda, serta satu penerbangan dialihkan. Angka tersebut juga meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang mencatat 107 penerbangan terdampak.

“Yang paling banyak terdampak berada di Kalimantan Tengah, khususnya Palangka Raya,” ujar Ferdinan.

Sementara di Kalimantan Timur, tercatat 138 penerbangan terdampak. Rinciannya, 48 penerbangan mengalami keterlambatan, 77 penerbangan dibatalkan atau ditunda, dan 13 penerbangan dialihkan.

Sedangkan di Kalimantan Utara, sebanyak 70 penerbangan terdampak, terdiri dari 14 penerbangan terlambat serta 56 penerbangan dibatalkan atau ditunda.

APT Pranoto Samarinda Ikut Terdampak

Salah satu bandara di Kalimantan Timur yang mengalami gangguan adalah Bandara APT Pranoto Samarinda. Dalam periode yang sama, sebanyak 33 penerbangan di bandara tersebut terdampak kabut asap.

Dari jumlah itu, 24 penerbangan mengalami keterlambatan, tujuh penerbangan dibatalkan, dan dua penerbangan dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Kondisi tersebut terjadi akibat penurunan jarak pandang yang cukup signifikan di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan Otban, jarak pandang terendah selama periode 14–20 September 2026 mencapai sekitar 50 meter di sejumlah bandara.

Penurunan jarak pandang membuat maskapai dan pengelola bandara harus menyesuaikan operasional penerbangan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan. Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, penundaan, pembatalan, maupun pengalihan.

Secara keseluruhan, 18 bandara yang terdampak tersebar di tiga provinsi, yakni delapan bandara di Kalimantan Tengah, lima bandara di Kalimantan Timur, dan lima bandara di Kalimantan Utara.

Penumpang Diminta Sesuaikan Jadwal

Menghadapi kondisi tersebut, Otban Wilayah VII meminta calon penumpang yang penerbangannya terdampak untuk melakukan penjadwalan ulang sesuai kondisi operasional masing-masing bandara.

Maskapai juga diminta memenuhi hak penumpang sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk memberikan fasilitas reschedule maupun pengembalian biaya tiket (full refund) bagi penerbangan yang terdampak.

Otoritas penerbangan bersama pengelola bandara, operator maskapai, penyedia layanan navigasi penerbangan, dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta koordinasi untuk menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan selama kondisi kabut asap akibat karhutla masih berlangsung.

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer

13 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n33

Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027

13 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n32

Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar

13 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n31

Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari

13 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n30

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

13 Oktober 2026 - 15:30 WITA

n29

Iswandi Dorong Penguatan Ekosistem UMKM Samarinda, Tak Cukup Hanya Pelatihan dan Bantuan

13 Oktober 2026 - 15:00 WITA

n28
Trending di BERITA DAERAH