Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

BERITA DAERAH · 28 Sep 2026 07:00 WITA ·

FKUB Samarinda Apresiasi Mooncake Festival, Jadi Ruang Kebersamaan Masyarakat Multikultural


 Ketua FKUB Kota Samarinda periode 2026–2031, Syaparuddin, mengapresiasi pelaksanaan Mooncake Festival di Kelenteng Thien Ie Khong Samarinda, Minggu (27/9/2026) malam. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM setempat. Perbesar

Ketua FKUB Kota Samarinda periode 2026–2031, Syaparuddin, mengapresiasi pelaksanaan Mooncake Festival di Kelenteng Thien Ie Khong Samarinda, Minggu (27/9/2026) malam. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM setempat.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Samarinda periode 2026–2031, Syaparuddin, mengapresiasi pelaksanaan Mooncake Festival yang digelar Pengurus Kelenteng Thien Ie Khong Samarinda di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Samarinda Kota, Minggu (27/9/2026) malam.

Apresiasi tersebut disampaikan Syaparuddin kepada awak media KumalaNews.id melalui pesan WhatsApp setelah menghadiri rangkaian penutupan kegiatan. Menurutnya, Mooncake Festival tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Samarinda.

Syaparuddin menilai kegiatan tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat Samarinda yang heterogen dan mampu mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana kebersamaan. Selain itu, pelaksanaan festival juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat untuk turut berpartisipasi.

“Kami mengapresiasi Mooncake Festival ini. Selain menjadi kegiatan kebudayaan, festival ini juga mewadahi UMKM dan berlangsung sangat meriah,” ujar Syaparuddin.

Ia mengatakan, perayaan Mooncake Festival juga memiliki sejumlah pesan moral yang dapat dimaknai secara luas oleh masyarakat. Salah satunya adalah nilai rasa syukur atas berbagai capaian dan perjalanan kehidupan.

Menurutnya, tradisi tersebut mengajarkan pentingnya mensyukuri apa yang telah diperoleh sekaligus menjaga hubungan antarkeluarga. Momentum bulan purnama dalam perayaan Mooncake juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul dan mempererat hubungan, termasuk dengan anggota keluarga yang berada di tempat yang jauh.

“Pesan lainnya adalah rasa rindu dan cinta kepada keluarga. Kebersamaan itu terus dirawat agar kehidupan tetap rukun,” katanya.

Syaparuddin menegaskan, nilai kebersamaan dalam perayaan budaya seperti Mooncake Festival sejalan dengan semangat menjaga kerukunan antarumat beragama dan antarkelompok masyarakat di Kota Samarinda.

Ia pun mengajak seluruh warga Tionghoa di Samarinda untuk terus memperkuat kebersamaan, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita perkuat kebersamaan keluarga dan persaudaraan di Samarinda. Kita adalah satu keluarga dunia,” pungkasnya.

Penutupan Mooncake Festival tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus Kelenteng Thien Ie Khong Samarinda Atung Brawijaya bersama jajaran pengurus, Ketua PWNU Kaltim HM. Fauzi A. Bahtar, Ketua PD Muhammadiyah Kota Samarinda Dr. H. Damingun, Ketua FKUB Kota Samarinda beserta jajaran pengurus, serta TWAP Kota Samarinda Rudiansyah, S.Sos., dari bidang SDM-PM.

Pelaksanaan Mooncake Festival diharapkan tidak hanya menjadi momentum pelestarian tradisi dan budaya, tetapi juga memperkuat interaksi sosial, kebersamaan, serta semangat kerukunan masyarakat di Kota Samarinda yang memiliki latar belakang suku, budaya, dan agama yang beragam.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September

29 September 2026 - 20:00 WITA

l34

KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka

29 September 2026 - 19:00 WITA

l33

DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi

29 September 2026 - 18:00 WITA

l32

Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan

29 September 2026 - 17:00 WITA

l31

Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

29 September 2026 - 16:00 WITA

l30

Bacitra Akan Perluas Rute ke Balikpapan Timur dan Utara, Tunggu Handover 2027

29 September 2026 - 15:00 WITA

l29
Trending di BERITA DAERAH