Menu ✖

Mode Gelap
Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027 Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

BERITA DAERAH · 28 Sep 2026 16:00 WITA ·

Kabut Asap Selimuti Balikpapan, DLH Pastikan Kualitas Udara Masih Kategori Sedang


 Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menjelaskan dua perangkat AQMS di Kantor DLH dan kawasan Balikpapan Baru digunakan untuk memantau kualitas udara secara real time. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menjelaskan dua perangkat AQMS di Kantor DLH dan kawasan Balikpapan Baru digunakan untuk memantau kualitas udara secara real time. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terlihat di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, termasuk Kota Balikpapan. Kondisi tersebut membuat langit tampak berkabut dan lebih pekat, terutama pada pagi hari.

Meski demikian, aktivitas masyarakat di Balikpapan hingga Senin (28/9/2026) masih berjalan normal. Kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun aktivitas perkantoran belum mengalami perubahan akibat kondisi kabut asap.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan terus memantau kualitas udara secara berkala menggunakan Air Quality Monitoring System (AQMS). Perangkat tersebut bekerja secara real time selama 24 jam untuk memantau kondisi udara dan perubahan konsentrasi polutan.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan pihaknya memiliki dua perangkat AQMS yang ditempatkan di Kantor DLH dan kawasan Balikpapan Baru.

“Berdasarkan pemantauan di dua lokasi, kualitas udara masih kategori sedang,” kata Sudirman.

Menurutnya, hasil pemantauan tersebut menunjukkan kualitas udara Balikpapan belum berada pada level yang membahayakan masyarakat secara umum. Namun, pemantauan tetap dilakukan mengingat kondisi kabut asap dapat berubah mengikuti cuaca serta sumber asap dari karhutla di wilayah sekitar.

“Artinya, secara kualitas udara belum berbahaya,” ujarnya.

DLH juga mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi udara, terutama ketika kabut asap terlihat semakin pekat. Warga yang melakukan aktivitas di luar ruangan diminta memperhatikan kondisi kesehatan dan mengurangi paparan apabila mulai mengalami keluhan seperti iritasi mata atau gangguan pada saluran pernapasan.

Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi, data kualitas udara hasil pemantauan AQMS dapat diakses melalui aplikasi pemantauan kualitas udara yang tersedia di Play Store.

“Masyarakat bisa mengunduh aplikasi pemantauannya,” tutur Sudirman.

DLH Balikpapan memastikan pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan di dua titik tersebut untuk mengetahui perkembangan kondisi secara lebih cepat. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi resmi terkait kualitas udara selama kabut asap masih terjadi.

Hingga Senin (28/9/2026), belum ada perubahan terhadap kegiatan sekolah maupun perkantoran di Balikpapan. Aktivitas masyarakat masih berlangsung seperti biasa di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer

13 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n33

Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027

13 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n32

Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar

13 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n31

Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari

13 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n30

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

13 Oktober 2026 - 15:30 WITA

n29

Iswandi Dorong Penguatan Ekosistem UMKM Samarinda, Tak Cukup Hanya Pelatihan dan Bantuan

13 Oktober 2026 - 15:00 WITA

n28
Trending di BERITA DAERAH