Menu ✖

Mode Gelap
Kemarau Panjang Tekan Pertanian Balikpapan, DKP3 Siapkan Distribusi Air HUT Ke-244 Tenggarong, DPRD Kukar Dorong Pembangunan Berbasis Budaya Dan Gotong Royong Satpol PP Kukar Jaring 23 Pelajar Nongkrong Saat Jam Sekolah Di Tenggarong Kabut Asap Selimuti Balikpapan, DLH Pastikan Kualitas Udara Masih Kategori Sedang Viral Di Dalam Kabin Excavator, Orangutan Kurus Dan Dehidrasi Dievakuasi Ke Pusat Rehabilitasi

BERITA DAERAH · 28 Sep 2026 17:30 WITA ·

Kemarau Panjang Tekan Pertanian Balikpapan, DKP3 Siapkan Distribusi Air


 Kepala DKP3 Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, mengatakan kemarau panjang berpengaruh langsung terhadap aktivitas pertanian karena sebagian besar sistem pertanian di Balikpapan masih mengandalkan curah hujan. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala DKP3 Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, mengatakan kemarau panjang berpengaruh langsung terhadap aktivitas pertanian karena sebagian besar sistem pertanian di Balikpapan masih mengandalkan curah hujan. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Kemarau panjang mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Minimnya curah hujan membuat ketersediaan air semakin terbatas, terutama bagi lahan pertanian yang masih bergantung pada air hujan.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan air bagi petani.

Kepala DKP3 Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, mengatakan kemarau panjang berpengaruh langsung terhadap aktivitas pertanian karena sebagian besar sistem pertanian di Balikpapan masih mengandalkan curah hujan.

“Balikpapan sangat tergantung pada air hujan. Jadi kalau kemarau panjang, pasokan air pasti berkurang,” kata Sri, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, langkah antisipasi sebenarnya telah dilakukan sebelum kemarau berlangsung cukup panjang. DKP3 mengimbau kelompok tani yang memiliki embung maupun tempat penampungan air agar memanfaatkan curah hujan sebelumnya untuk mengisi cadangan air.

Imbauan tersebut disampaikan melalui surat edaran kepada kelompok tani, sehingga air hujan yang masih tersedia dapat disimpan dan digunakan ketika memasuki periode kering.

“Ketika hujan masih deras, kami imbau embung dan tempat penampungan diisi air hujan,” jelasnya.

Namun, tidak seluruh lahan pertanian di Balikpapan memiliki embung atau fasilitas penampungan air. Kondisi ini menjadi tantangan ketika sumber air mulai berkurang dan kebutuhan untuk kegiatan pertanian tetap berlangsung.

Untuk lokasi yang mengalami keterbatasan air, DKP3 mulai melakukan penanganan darurat, termasuk mendistribusikan air ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.

“Untuk lokasi yang tidak memiliki penampungan, sebagian sudah kami tangani secara darurat melalui distribusi air,” ujar Sri.

Selain memenuhi kebutuhan lahan pertanian, dukungan air juga diberikan terhadap sumber air atau sumur yang dimanfaatkan masyarakat di kawasan yang mengalami keterbatasan pasokan.

Sri menjelaskan, lahan pertanian masyarakat tersebar di sejumlah wilayah Balikpapan, mulai kawasan timur hingga utara. Karena kondisi setiap wilayah berbeda, penanganan dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan ketersediaan sumber air di masing-masing lokasi.

Menurutnya, keberadaan embung dan fasilitas penampungan air menjadi semakin penting dalam menghadapi kondisi cuaca kering. Cadangan air tersebut dapat dimanfaatkan ketika curah hujan menurun sehingga kegiatan pertanian tetap dapat berjalan.

DKP3 Balikpapan kini terus memantau kondisi lahan pertanian sekaligus ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah. Penanganan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi lapangan untuk membantu petani menghadapi dampak kemarau panjang.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

HUT Ke-244 Tenggarong, DPRD Kukar Dorong Pembangunan Berbasis Budaya Dan Gotong Royong

28 September 2026 - 17:00 WITA

l25

Satpol PP Kukar Jaring 23 Pelajar Nongkrong Saat Jam Sekolah Di Tenggarong

28 September 2026 - 16:30 WITA

l24

Kabut Asap Selimuti Balikpapan, DLH Pastikan Kualitas Udara Masih Kategori Sedang

28 September 2026 - 16:00 WITA

l23

Viral Di Dalam Kabin Excavator, Orangutan Kurus Dan Dehidrasi Dievakuasi Ke Pusat Rehabilitasi

28 September 2026 - 15:30 WITA

l22

PAD Balikpapan Diproyeksikan Turun Rp86 Miliar, Belanja Perubahan APBD 2026 Naik

28 September 2026 - 15:00 WITA

l21

Jembatan Penghubung Dua Dusun Di Bukit Pariaman Ditargetkan Dibangun Permanen 2027

28 September 2026 - 14:30 WITA

l20
Trending di BERITA DAERAH