Menu ✖

Mode Gelap
Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027 Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

BERITA DAERAH · 3 Okt 2026 12:00 WITA ·

Disbun Kukar Awasi Bantuan Bibit hingga Panen, Kelompok Tani Didorong Mandiri


 Sekretaris Disbun Kukar, Samsiar, mengatakan bantuan bibit diberikan berdasarkan proposal kelompok tani yang terlebih dahulu diverifikasi sebelum direalisasikan. Foto: Indirwan. Perbesar

Sekretaris Disbun Kukar, Samsiar, mengatakan bantuan bibit diberikan berdasarkan proposal kelompok tani yang terlebih dahulu diverifikasi sebelum direalisasikan. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya menyalurkan bantuan bibit kepada kelompok tani, tetapi juga memastikan bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal melalui pengawasan hingga proses penanaman, pemeliharaan, dan produksi.

Sekretaris Disbun Kukar, Samsiar, mengatakan bantuan bibit diberikan berdasarkan permohonan dari kelompok tani maupun gabungan kelompok tani yang disampaikan melalui proposal. Usulan tersebut menjadi dasar pemerintah dalam melakukan verifikasi sebelum bantuan direalisasikan.

“Bantuan bibit diberikan berdasarkan permohonan kelompok tani atau gabungan kelompok tani melalui proposal,” ujar Samsiar, Sabtu (3/10/2026).

Komoditas perkebunan yang dapat diajukan dalam program bantuan tersebut cukup beragam, di antaranya kelapa sawit, karet, kopi, lada, aren, hingga kelapa dalam. Jenis bibit yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok, kondisi lahan, serta hasil verifikasi teknis di lapangan.

Setelah proposal diterima, Disbun Kukar melakukan verifikasi melalui tim teknis. Pemeriksaan meliputi kondisi dan lokasi lahan, kesesuaian rencana penanaman, serta kelengkapan persyaratan administrasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada kelompok yang memenuhi ketentuan dan memiliki lahan yang siap dimanfaatkan.

Pengawasan Dilakukan hingga Penanaman

Samsiar menjelaskan, pengawasan tidak berhenti setelah bibit diserahkan kepada kelompok tani. Disbun Kukar melakukan pemantauan sejak bantuan mulai direalisasikan hingga bibit benar-benar ditanam di lokasi yang telah diusulkan.

Pengawasan tersebut mencakup kesesuaian jumlah bibit yang diterima, lokasi penanaman, hingga teknis penanaman agar bantuan yang diberikan tidak hanya tersalurkan secara administratif, tetapi benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

“Kami awasi sampai penanaman, termasuk memastikan lokasi dan jumlahnya sesuai proposal,” jelasnya.

Setelah tanaman ditanam, pembinaan tetap dilakukan untuk memastikan kelompok tani mampu merawat tanaman dengan baik. Pemerintah juga dapat memberikan dukungan sarana pendukung, seperti herbisida dan pupuk, sesuai kebutuhan dan program yang tersedia.

Pembinaan tersebut bertujuan menjaga pertumbuhan tanaman hingga memasuki masa produksi. Dengan demikian, bantuan bibit diharapkan tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok tani dalam jangka panjang.

Samsiar menegaskan, indikator keberhasilan bantuan bukan sekadar jumlah bibit yang telah disalurkan. Lebih dari itu, pemerintah ingin memastikan tanaman dapat tumbuh, dirawat dengan baik, hingga menghasilkan produksi.

“Harapannya, bantuan itu benar-benar bisa sampai panen,” katanya.

Kelompok Berhasil Didorong Mandiri

Disbun Kukar juga mendorong kelompok tani yang telah berhasil mengembangkan tanaman hingga memasuki masa produksi agar secara bertahap mampu berdiri dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Ketika tanaman telah menghasilkan dan kelompok mulai memperoleh pendapatan, dukungan pemerintah dapat diarahkan kepada kelompok tani lain yang belum memperoleh bantuan. Skema tersebut diharapkan membuat manfaat program dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Kukar.

“Kalau sudah berhasil panen dan produksinya bagus, kami berharap kelompok bisa mandiri sehingga bantuan dapat diberikan kepada kelompok lain,” ujar Samsiar.

Menurutnya, kelompok tani yang telah berhasil juga tetap memiliki peluang untuk mengembangkan usaha perkebunannya secara mandiri. Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelompok maupun perluasan areal usaha, dengan mempertimbangkan kemampuan dan kondisi masing-masing kelompok.

Program 2026 Menyesuaikan Efisiensi Anggaran

Sementara itu, Samsiar menyebut pelaksanaan program bantuan perkebunan pada 2026 turut menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah.

Kondisi tersebut membuat pelaksanaan program harus dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia, termasuk dalam menentukan prioritas bantuan kepada kelompok tani.

“Untuk tahun ini, program juga menyesuaikan dengan efisiensi anggaran,” pungkasnya.

 

ADV Diskominfo Kutai Kartanegara
Pewarta : Indirwan
Editor  : Rudy M
@2026
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer

13 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n33

Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027

13 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n32

Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar

13 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n31

Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari

13 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n30

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

13 Oktober 2026 - 15:30 WITA

n29

Iswandi Dorong Penguatan Ekosistem UMKM Samarinda, Tak Cukup Hanya Pelatihan dan Bantuan

13 Oktober 2026 - 15:00 WITA

n28
Trending di BERITA DAERAH