Menu ✖

Mode Gelap
HUT Ke-81 TNI, Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Jaga Ketahanan Pangan dan Keamanan Daerah HUT Ke-81 TNI, Kukar Dorong Kolaborasi TNI, Pemerintah dan Masyarakat Kualitas Udara Jadi Perhatian, Disdikbud Balikpapan Belum Terapkan PJJ di Sekolah Pemkot Balikpapan Perkuat Pengawasan Anak, Libatkan Keluarga hingga Tokoh Agama HUT Ke-81 TNI, Helmi Abdullah Harap Soliditas dan Pengabdian Terus Diperkuat

BERITA DAERAH · 5 Okt 2026 12:00 WITA ·

Pemkot Balikpapan Perkuat Pengawasan Anak, Libatkan Keluarga hingga Tokoh Agama


 Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan penguatan pengawasan terhadap anak dan generasi muda akan dibahas bersama Wali Kota Balikpapan dan Forkopimda. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan penguatan pengawasan terhadap anak dan generasi muda akan dibahas bersama Wali Kota Balikpapan dan Forkopimda. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyiapkan langkah penguatan pengawasan terhadap anak dan generasi muda dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga lingkungan keagamaan.

Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai pengaruh negatif yang dapat memengaruhi perkembangan dan karakter anak, baik yang muncul dari lingkungan sosial maupun melalui derasnya arus informasi di era digital.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan penguatan pengawasan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Wali Kota Balikpapan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Menurutnya, perlindungan anak tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Pengawasan juga harus dilakukan secara bersama-sama hingga tingkat lingkungan, sehingga potensi persoalan dapat dicegah dan ditangani sejak dini.

“Kita akan rapat bersama wali kota dan Forkopimda untuk membahas pengawasan hingga ke lingkungan masyarakat,” kata Bagus, Senin (5/10/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, pemantauan, serta pendampingan terhadap anak dan remaja. Menurutnya, keterlibatan lingkungan sekitar diperlukan agar anak tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif yang berkembang di tengah masyarakat maupun di ruang digital.

Bagus juga menilai lingkungan keagamaan dapat menjadi salah satu sarana preventif dalam membangun karakter dan memberikan pemahaman kepada generasi muda. Para ustaz, pengurus masjid dan tokoh agama diharapkan turut menyampaikan pesan-pesan edukatif melalui kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan.

“Kita minta unsur masjid dan para ustaz ikut memberikan edukasi untuk memperkuat generasi muda menghadapi pengaruh negatif,” ujarnya.

Menurut Bagus, khotbah Jumat dan kegiatan taklim di masjid dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pemahaman yang membangun kepada masyarakat, khususnya anak dan remaja. Edukasi tersebut dinilai penting agar generasi muda memiliki bekal dalam menyaring berbagai informasi dan pengaruh yang mereka terima.

Selain lingkungan masyarakat dan keagamaan, Bagus menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter anak. Orang tua dinilai memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian, pendampingan dan pengawasan terhadap aktivitas anak, termasuk dalam penggunaan media digital.

Sekolah juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut karena selain memberikan pendidikan, sekolah merupakan lingkungan tempat anak dan remaja berinteraksi setiap hari. Karena itu, penguatan pembinaan karakter dan pengawasan di lingkungan pendidikan dinilai perlu terus dilakukan.

Bagus menyinggung adanya sejumlah persoalan yang melibatkan guru di Balikpapan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pengawasan dan pembinaan moral harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya kepada peserta didik tetapi juga seluruh unsur di lingkungan pendidikan.

“Beberapa kasus di Balikpapan menunjukkan perlunya penguatan pembinaan moral di lingkungan pendidikan,” ungkapnya.

Bagus menegaskan, upaya melindungi generasi muda membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat dan tokoh agama harus memiliki peran yang saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Melalui koordinasi bersama Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat, Pemkot Balikpapan berharap dapat merumuskan pola pengawasan yang lebih efektif hingga tingkat lingkungan.

Dengan demikian, langkah perlindungan terhadap anak tidak hanya dilakukan ketika persoalan telah terjadi, tetapi lebih mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi, pengawasan dan pendampingan secara berkelanjutan sejak dini.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

HUT Ke-81 TNI, Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Jaga Ketahanan Pangan dan Keamanan Daerah

5 Oktober 2026 - 15:00 WITA

l98

HUT Ke-81 TNI, Kukar Dorong Kolaborasi TNI, Pemerintah dan Masyarakat

5 Oktober 2026 - 14:00 WITA

l97

Kualitas Udara Jadi Perhatian, Disdikbud Balikpapan Belum Terapkan PJJ di Sekolah

5 Oktober 2026 - 13:00 WITA

l96

HUT Ke-81 TNI, Helmi Abdullah Harap Soliditas dan Pengabdian Terus Diperkuat

5 Oktober 2026 - 11:00 WITA

l94

Reses Joko Wiratno Serap Aspirasi Warga, Semenisasi hingga Relokasi SMPN 48 Jadi Sorotan

5 Oktober 2026 - 10:00 WITA

l93

Reses Suparno Serap Keluhan Drainase Selili, Warga Minta Normalisasi Cegah Banjir

5 Oktober 2026 - 09:00 WITA

l92
Trending di BERITA DAERAH