KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan distribusi bantuan 19 unit pompa air dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya antisipasi kekeringan sekaligus menekan risiko gagal panen yang dapat mengganggu produktivitas tanaman pangan.
Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani, mengatakan sebagian pompa air telah disalurkan kepada kelompok tani di sejumlah wilayah. Sementara itu, unit lainnya untuk sementara dititipkan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar guna mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Rifani, distribusi lanjutan direncanakan pada November atau Desember 2026, setelah kebutuhan penanganan karhutla selesai. Selanjutnya, pompa air yang tersedia akan diserahkan kepada Distanak untuk disalurkan kepada kelompok tani yang membutuhkan.
“Pompa ini berasal dari Kementerian Pertanian. Untuk sementara digunakan dalam penanganan karhutla, kemudian akan didistribusikan kepada kelompok tani yang membutuhkan,” ujarnya, Minggu (18/10/2026).
Dari total 19 unit pompa air tersebut, lima unit telah didistribusikan kepada kelompok tani di sejumlah wilayah. Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan, termasuk di kawasan Tenggarong Seberang serta beberapa kecamatan lainnya.
Sejumlah lokasi yang telah terjangkau bantuan di antaranya Desa Kerta Buana, Bangun Rejo, dan Jonggon. Adapun distribusi berikutnya akan menyesuaikan hasil pendataan serta kesiapan lokasi penerima agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Rifani menjelaskan, penyaluran pompa air tidak hanya mempertimbangkan permintaan kelompok tani, tetapi juga harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan ketersediaan sumber air di sekitar lahan pertanian. Karena itu, Distanak melakukan verifikasi untuk memastikan setiap unit pompa benar-benar dapat membantu memenuhi kebutuhan pengairan.
“Kami mencari lokasi yang memiliki sumber air, tetapi petaninya kesulitan mengalirkan air ke sawah. Jarak sumber air dan lahan juga harus diperhitungkan,” jelasnya.
Selain jarak sumber air, pemerintah daerah turut mempertimbangkan luas lahan yang dapat dijangkau, kondisi saluran distribusi, serta potensi peningkatan produktivitas pertanian. Dalam kondisi yang mendukung, satu unit pompa air diperkirakan dapat membantu pengairan hingga sekitar 20 hektare lahan, bergantung pada kondisi geografis dan ketersediaan sarana pendukung.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Distanak Kukar dalam menghadapi potensi kekeringan pada musim tanam berikutnya. Pemerintah daerah berupaya memetakan wilayah yang masih memiliki sumber air ketika pasokan air di kawasan pertanian mulai berkurang.
Pemetaan ini dinilai penting agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara terarah. Sumber air yang tersedia, termasuk potensi sumber air di bekas kawasan pertambangan yang memungkinkan untuk dimanfaatkan, akan diidentifikasi lebih lanjut berdasarkan kondisi dan kelayakannya.
“Ketika terjadi kekeringan, kita harus mengetahui wilayah mana yang masih memiliki sumber air. Potensi itu yang akan kita manfaatkan, dan verifikasi di sejumlah lokasi sudah mulai dilakukan,” katanya.
Di sisi lain, Distanak Kukar juga melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Pendataan tersebut menjadi dasar koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk mengupayakan bantuan beras bagi petani yang terdampak.
Salah satu wilayah yang dilaporkan mengalami gagal panen adalah Desa Loa Duri Seberang. Dari total sekitar 87 hektare lahan pertanian, diperkirakan lima hingga enam hektare mengalami gagal panen akibat kondisi kekeringan.
Rifani mengatakan, petani yang terdampak di wilayah tersebut akan diakomodasi untuk memperoleh bantuan beras melalui koordinasi dengan instansi terkait. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban rumah tangga petani yang mengalami kerugian akibat terganggunya produksi pertanian.
Untuk memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran, penerima bantuan pompa air juga diwajibkan berasal dari kelompok tani yang terdaftar dalam sistem pendataan kelompok tani. Persyaratan tersebut menjadi salah satu dasar verifikasi sebelum bantuan disalurkan.
Melalui distribusi pompa air, pemetaan sumber air, dan pendataan lahan terdampak, Distanak Kukar berharap kesiapan sektor pertanian menghadapi kekeringan semakin meningkat. Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat menjaga keberlangsungan musim tanam, mengurangi risiko gagal panen, serta mendukung produktivitas dan ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















