KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mendukung upaya mahasiswa dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda terkait rencana pelaksanaan National Entrepreneur Training (NET).
Audiensi berlangsung di Ruang Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Rabu (21/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian rencana kegiatan bertema “From Economic Uncertainty to Business Opportunity: Empowering the Next Generation of UMKM Leaders” yang akan diselenggarakan di lingkungan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.
Usai pertemuan, Celni menjelaskan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa menjalin komunikasi sekaligus mengajaknya berpartisipasi dalam kegiatan berskala nasional yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan.
“Mahasiswa Fakultas Manajemen ini akan menggelar kegiatan berskala nasional. Mereka bersilaturahmi sekaligus mengajak saya berpartisipasi karena saya juga aktif dalam pengembangan UMKM di Samarinda,” ujarnya.
Menurut Celni, kegiatan NET memiliki relevansi dengan upaya mendorong generasi muda agar mampu membaca peluang usaha di tengah ketidakpastian ekonomi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan mengenai pengelolaan bisnis, strategi menghadapi tantangan ekonomi, serta pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Ia menilai, penguatan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang mandiri dan inovatif. Selain memiliki pengetahuan akademik, mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan praktis agar dapat mengembangkan usaha serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Celni berharap, pelaksanaan NET dapat menjadi wadah pembelajaran sekaligus mendorong lahirnya calon wirausaha muda yang mampu memanfaatkan perubahan dan tantangan ekonomi sebagai peluang bisnis.
Teras Samarinda Tahap II Disiapkan untuk UMKM Lokal
Selain membahas kegiatan mahasiswa, Celni turut menyinggung rencana pengembangan Teras Samarinda Tahap II yang diharapkan dapat menjadi ruang usaha baru bagi pelaku UMKM lokal. Kawasan tersebut direncanakan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memasarkan produk sekaligus mengembangkan usaha mereka.
Ia menjelaskan, konsep pemanfaatan Teras Samarinda Tahap II direncanakan serupa dengan tahap pertama, yakni menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan. Namun, kawasan tersebut diperkirakan baru dapat dimanfaatkan secara menyeluruh pada 2027 karena masih terdapat pekerjaan perbaikan dan penyelesaian akhir yang harus dituntaskan hingga akhir 2026.
“Konsepnya sama seperti Teras Samarinda Tahap I, yakni membuka kesempatan bagi tenant UMKM untuk berjualan. Namun, kemungkinan baru bisa dibuka secara keseluruhan pada 2027,” jelasnya.
Celni menegaskan, pengembangan kawasan tersebut perlu diiringi dengan upaya meningkatkan kualitas produk UMKM agar mampu bersaing dan menarik minat masyarakat. Menurutnya, konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga cita rasa, kemasan, kebersihan, dan kualitas produk yang ditawarkan.
Berdasarkan pengalamannya dalam berbagai kegiatan pemberdayaan UMKM di Samarinda, aspek tersebut menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan menjaga keberlangsungan usaha.
Karena itu, ia mendorong agar pelaku UMKM yang nantinya menempati Teras Samarinda Tahap II mendapatkan pembinaan dan edukasi mengenai standar kualitas produk, pengemasan, kebersihan, serta penetapan harga yang sesuai dengan daya beli masyarakat.
Menurutnya, proses kurasi calon pedagang juga diperlukan untuk memastikan produk yang ditawarkan memiliki kualitas baik. Meski demikian, proses tersebut harus tetap memberikan kesempatan kepada UMKM kecil dan pelaku usaha lokal agar tidak tersisih dalam persaingan.
“UMKM kecil dan lokal harus tetap diberi ruang. Mereka juga perlu mendapat edukasi agar produknya memiliki kemasan menarik, rasa yang baik, dan harga terjangkau,” tegasnya.
Terkait jumlah pedagang yang dapat ditampung, Celni memperkirakan Teras Samarinda Tahap II berpotensi mengakomodasi sekitar 10 pelaku UMKM. Kendati demikian, jumlah tersebut masih bersifat sementara dan belum menjadi keputusan final.
Menurutnya, mekanisme penyediaan tempat berjualan masih perlu dibahas lebih lanjut, termasuk kemungkinan penggunaan stan khusus maupun gerobak milik pedagang. Pengaturan tersebut diharapkan dapat disesuaikan dengan kondisi kawasan dan kebutuhan pelaku usaha.
Perkuat Sinergi Mahasiswa dan Pelaku UMKM
Celni berharap, rencana pelaksanaan National Entrepreneur Training dan pengembangan Teras Samarinda Tahap II dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kota Samarinda.
Melalui kegiatan NET, mahasiswa diharapkan semakin memahami tantangan dalam menjalankan usaha sekaligus memiliki kemampuan untuk mengembangkan bisnis secara inovatif dan adaptif. Sementara itu, penyediaan ruang usaha bagi UMKM di Teras Samarinda diharapkan dapat memperluas akses pemasaran dan meningkatkan peluang pertumbuhan usaha lokal.
Ia menilai, sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan pelaku usaha diperlukan agar pengembangan kewirausahaan tidak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi juga berlanjut melalui kesempatan berusaha dan pendampingan yang berkelanjutan.
Dengan dukungan berbagai pihak, upaya tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya wirausaha muda yang kompetitif sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian Kota Samarinda.
ADV DPRD Kota Samarinda Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















