Menu

Mode Gelap
Duka Dunia Pers Kaltim, Ketua JMSI Mohammad Sukri Wafat DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Tetap Damai dan Jaga Kondusivitas Konser HKBP Semarakkan IKN, Perkuat Kebersamaan DPRD Samarinda Apresiasi Kajari Lama, Dorong Kinerja Lebih Baik Di Era Baru Sekda Samarinda Optimistis Sinergi Dengan Kejaksaan Terus Berlanjut

BERITA DAERAH · 15 Jul 2025 08:15 WITA ·

Dukung Pendidikan Berbasis Budaya Lokal, Disdikbud Kukar Gelar Workshop Penyusunan Modul Bahasa Daerah Untuk Guru SD


 Aktifitas workshop penyusunan modul bahasa daerah untuk guru SD yang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara. (Fairuz/Kumalanews.id) Perbesar

Aktifitas workshop penyusunan modul bahasa daerah untuk guru SD yang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara. (Fairuz/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian bahasa daerah melalui jalur pendidikan formal. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah penyelenggaraan Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran Bahasa Daerah bagi Guru SD Tahun 2025, yang resmi dibuka pada Senin (14/07/2025).

Workshop yang berlangsung selama dua hari di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno, melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Nuraini.

Dalam sambutannya, Nuraini yang juga menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kurikulum, Pengembangan Sastra, Perizinan Pendidikan, serta Pendidik dan Tenaga Kependidikan, menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan produk nyata yang mendukung pendidikan berbasis budaya lokal.

“Insya Allah, kegiatan ini akan berlangsung hingga besok. Semoga seluruh agenda berjalan sesuai harapan kita bersama,” ujarnya di hadapan para peserta.

Sebanyak 50 guru SD dari 18 kecamatan di Kukar mengikuti kegiatan ini. Fokus utama workshop adalah menyusun draft modul pembelajaran Bahasa Kutai, yang dirancang untuk menjadi bagian dari kurikulum muatan lokal tingkat sekolah dasar.

“Tujuan dari workshop ini adalah melahirkan draft modul Bahasa Kutai. Nantinya, draft tersebut akan dibimbing oleh narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur untuk dikembangkan menjadi modul yang utuh,” jelas Nuraini.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan tenaga ahli dari Balai Bahasa untuk memastikan kualitas isi modul, baik dari segi kebahasaan, pedagogi, maupun nilai-nilai lokal yang akan diwariskan kepada generasi muda.

“Pendampingan tenaga ahli sangat penting. Harapannya, hasil kegiatan ini bukan hanya menjadi dokumen semata, tetapi benar-benar menjadi produk pembelajaran yang bisa digunakan secara langsung di sekolah,” tambah Nuraini.

Disdikbud Kukar juga mengingatkan para peserta agar mengikuti workshop secara serius dan penuh tanggung jawab, mengingat modul yang dihasilkan akan diimplementasikan di seluruh sekolah dasar se-Kukar.

“Kami mohon kegiatan ini diikuti dengan sungguh-sungguh. Jangan main-main, karena hasilnya akan menjadi modul resmi untuk semua SD di Kukar,” tegas Nuraini.

Melalui kegiatan ini, Disdikbud Kukar berharap Bahasa Kutai terus hidup dan berkembang sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat. Workshop ini menjadi langkah strategis dalam pelestarian budaya daerah melalui pendidikan yang terstruktur, berkelanjutan, dan relevan dengan perkembangan zaman.

 

Pewarta : Fikri
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Duka Dunia Pers Kaltim, Ketua JMSI Mohammad Sukri Wafat

17 April 2026 - 08:00 WITA

ucapan duka

DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Tetap Damai dan Jaga Kondusivitas

16 April 2026 - 13:00 WITA

ikn120098

DPRD Samarinda Apresiasi Kajari Lama, Dorong Kinerja Lebih Baik Di Era Baru

16 April 2026 - 11:00 WITA

ikn900008851

Sekda Samarinda Optimistis Sinergi Dengan Kejaksaan Terus Berlanjut

16 April 2026 - 10:00 WITA

smd999876

Pisah Sambut Kajari Samarinda, Sinergi dan Penegakan Hukum Ditegaskan

16 April 2026 - 09:00 WITA

smd8989898

Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi

15 April 2026 - 18:00 WITA

andi9999991
Trending di BERITA DAERAH