Menu

Mode Gelap
Investasi Rp1,2 Triliun Masuk IKN, Dua Investor Pelopor Teken PKS Disdik Kukar Tunggu Advice Kejaksaan, Insentif Guru Non-ASN Ditarget Segera Cair DPRD Kukar Bahas Insentif Guru Honorer dan Layanan Kesehatan, Pembayaran Ditarget Pekan Depan Nelayan Muara Badak Hilang Terseret Arus, Basarnas Kerahkan Tim Gabungan Edukasi 600 Pelajar di IKN, Otorita Perkuat Pencegahan Stunting dan Kesehatan Reproduksi

BERITA DAERAH · 22 Jul 2025 09:15 WITA ·

Bekali Guru PAUD Dengan Pengetahuan Komprehensif Tentang Stunting, Disdikbud Kukar Adakan Diklat Berjenjang


 Bekali Guru PAUD Dengan Pengetahuan Komprehensif Tentang Stunting, Disdikbud Kukar Adakan Diklat Berjenjang Perbesar

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam pencegahan dan penanganan stunting pada anak usia dini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Diklat Berjenjang Guru PAUD Terkait Penanganan Stunting.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru PAUD dari berbagai kecamatan di Kutai Kartanegara, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, pada Senin (21/7/2025) malam di salah satu hotel di Kota Samarinda.

Diklat yang berlangsung selama empat hari, dari 21 hingga 24 Juli 2025 ini, bertujuan membekali para guru dengan pengetahuan komprehensif tentang stunting, mencakup penyebab, dampak, hingga langkah-langkah pencegahannya.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan pencegahan stunting di wilayah Kukar, khususnya melalui peran aktif guru PAUD sebagai agen edukasi masyarakat.

“Stunting harus dicegah sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Ini adalah masa kritis yang menentukan masa depan anak,” ujarnya.

Guru PAUD dinilai sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki anak usia dini. Kedekatan mereka secara emosional dan sosial menjadikan peran edukatif guru sangat strategis dalam menyampaikan informasi terkait pola asuh dan gizi anak.

Selama diklat, para peserta dibekali pemahaman menyeluruh terkait stunting, mulai dari cara mendeteksi, dampaknya, hingga solusi praktis yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

“Guru PAUD tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendapatkan pelatihan dari Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya mengenai deteksi dini dan pencegahan stunting, termasuk dalam penyediaan makanan sehat dan bergizi,” tambah Thauhid.

Disdikbud Kukar berharap seluruh peserta mengikuti diklat dengan serius, karena mereka akan menjadi ujung tombak di lapangan dan berperan langsung dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Disdik Kukar Tunggu Advice Kejaksaan, Insentif Guru Non-ASN Ditarget Segera Cair

30 April 2026 - 21:00 WITA

honorer3

DPRD Kukar Bahas Insentif Guru Honorer dan Layanan Kesehatan, Pembayaran Ditarget Pekan Depan

30 April 2026 - 20:00 WITA

honorer1

Nelayan Muara Badak Hilang Terseret Arus, Basarnas Kerahkan Tim Gabungan

30 April 2026 - 19:00 WITA

tenggelam01

Disperindag Sambut Sidak DPRD, Pasar TAS Didorong Bangkit Kembali

30 April 2026 - 17:00 WITA

tas03

Sidak Pasar TAS, Ketua DPRD Kukar Soroti Kios Kosong dan Gratiskan Parkir

30 April 2026 - 16:00 WITA

tas01

Kukar Lantik 119 Pejabat Pengawas, Bupati Tekankan Inovasi dan Pelayanan Publik

30 April 2026 - 10:00 WITA

lantik01
Trending di BERITA DAERAH