Menu

Mode Gelap
PT WATS Minta Pemkot Samarinda dan Perumdam Hormati Kesepakatan Kerja Sama Kerja Sama PT WATS dan Perumdam Tirta Kencana Buntu, DPRD Samarinda Sorot Nasib 44 Karyawan TNI Kerahkan Tim Khusus Perkuat Pencegahan Karhutla di Kaltim KKT Salurkan Bantuan Material Pembangunan Masjid Nurul Iman di Kariangau Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

BERITA DAERAH · 22 Jul 2025 09:15 WITA ·

Bekali Guru PAUD Dengan Pengetahuan Komprehensif Tentang Stunting, Disdikbud Kukar Adakan Diklat Berjenjang


 Bekali Guru PAUD Dengan Pengetahuan Komprehensif Tentang Stunting, Disdikbud Kukar Adakan Diklat Berjenjang Perbesar

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam pencegahan dan penanganan stunting pada anak usia dini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Diklat Berjenjang Guru PAUD Terkait Penanganan Stunting.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru PAUD dari berbagai kecamatan di Kutai Kartanegara, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, pada Senin (21/7/2025) malam di salah satu hotel di Kota Samarinda.

Diklat yang berlangsung selama empat hari, dari 21 hingga 24 Juli 2025 ini, bertujuan membekali para guru dengan pengetahuan komprehensif tentang stunting, mencakup penyebab, dampak, hingga langkah-langkah pencegahannya.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan pencegahan stunting di wilayah Kukar, khususnya melalui peran aktif guru PAUD sebagai agen edukasi masyarakat.

“Stunting harus dicegah sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Ini adalah masa kritis yang menentukan masa depan anak,” ujarnya.

Guru PAUD dinilai sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki anak usia dini. Kedekatan mereka secara emosional dan sosial menjadikan peran edukatif guru sangat strategis dalam menyampaikan informasi terkait pola asuh dan gizi anak.

Selama diklat, para peserta dibekali pemahaman menyeluruh terkait stunting, mulai dari cara mendeteksi, dampaknya, hingga solusi praktis yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

“Guru PAUD tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendapatkan pelatihan dari Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya mengenai deteksi dini dan pencegahan stunting, termasuk dalam penyediaan makanan sehat dan bergizi,” tambah Thauhid.

Disdikbud Kukar berharap seluruh peserta mengikuti diklat dengan serius, karena mereka akan menjadi ujung tombak di lapangan dan berperan langsung dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PT WATS Minta Pemkot Samarinda dan Perumdam Hormati Kesepakatan Kerja Sama

31 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h44

Kerja Sama PT WATS dan Perumdam Tirta Kencana Buntu, DPRD Samarinda Sorot Nasib 44 Karyawan

31 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h43

TNI Kerahkan Tim Khusus Perkuat Pencegahan Karhutla di Kaltim

30 Agustus 2026 - 10:00 WITA

h42

KKT Salurkan Bantuan Material Pembangunan Masjid Nurul Iman di Kariangau

30 Agustus 2026 - 09:00 WITA

h41

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

29 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h40

NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran

29 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h39
Trending di BERITA DAERAH