Menu

Mode Gelap
Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional, Bukti Nusantara Kian Diakui sebagai Kota Masa Depan Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Sinergi, Kapolda Kaltim Ajak Media dan Masyarakat Jaga Kamtibmas Celni Pita Sari Sambut Hadirnya Haraku Ramen Halal, Dinilai Perkuat Investasi dan Ekonomi Samarinda Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Loa Kulu Ajak Ratusan Warga Jalan Sehat Pererat Kebersamaan Viktor Yuan: Perbaikan Jalan dan Gang Masih Jadi Aspirasi Utama Warga Samarinda

BERITA DAERAH · 22 Jul 2025 19:15 WITA ·

Asisten Gubernur Kaltim Diduga Intimidasi Wartawan, PWI Kecam Tindakan Tersebut


 Asisten Pribadi Gubernur Kaltim yang diduga mengintimidasi wartawan. Dokumentasi/ istimewa Perbesar

Asisten Pribadi Gubernur Kaltim yang diduga mengintimidasi wartawan. Dokumentasi/ istimewa

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Seorang asisten pribadi (Aspri) Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjadi sorotan setelah diduga mengintimidasi seorang wartawan saat sesi wawancara di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/7/2025). Insiden tersebut terekam kamera dan viral di media sosial, memicu kecaman dari kalangan jurnalis.

Kejadian bermula usai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Kaltim dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Yayasan Laut Biru Kepulauan Derawan (YLBKD) di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur, terkait kerja sama lingkungan hidup periode 2025–2030.

Dalam sesi doorstop usai acara, wartawan menanyakan alasan ketidakhadiran Gubernur Rudy Mas’ud dalam rapat paripurna DPRD Kaltim yang digelar pada hari yang sama. Pertanyaan tersebut kemudian disela oleh seorang ajudan perempuan yang beberapa kali mengatakan “sudah selesai” dengan nada tinggi, bahkan terdengar mengucapkan “tandai, tandai” kepada wartawan yang bertanya.

Meski diintervensi, Gubernur tetap memberikan tanggapan singkat kepada awak media. Namun, usai wawancara, dua Aspri laki-laki dan perempuan mendatangi wartawan dan meminta identitas serta asal medianya. Wartawan yang bersangkutan menjawab dengan tenang dan menegaskan bahwa pertanyaannya relevan dan menyangkut kepentingan publik.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin, mengecam tindakan yang dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalistik.

“Kalau pertanyaannya menyangkut tugas dan kewenangan publik, tidak ada alasan untuk dihalangi. Kalau pun tidak ingin menjawab, sampaikan secara elegan, bukan dengan intimidasi,” tegasnya dalam keterangan pers, Selasa (22/7/2025).

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang sehat antara pejabat publik dan media.

“Gubernur seharusnya merangkul media, bukan menjauhi. Wartawan bekerja berdasarkan etika dan kode jurnalistik,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Gubernur Kaltim maupun jajarannya terkait insiden tersebut. Sejumlah organisasi pers juga tengah menyiapkan langkah untuk mengawal kasus ini sebagai upaya menjaga kebebasan pers di daerah. (*)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Sinergi, Kapolda Kaltim Ajak Media dan Masyarakat Jaga Kamtibmas

26 Juni 2026 - 13:00 WITA

a110

Celni Pita Sari Sambut Hadirnya Haraku Ramen Halal, Dinilai Perkuat Investasi dan Ekonomi Samarinda

26 Juni 2026 - 12:00 WITA

a109

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Loa Kulu Ajak Ratusan Warga Jalan Sehat Pererat Kebersamaan

26 Juni 2026 - 11:00 WITA

a107

Viktor Yuan: Perbaikan Jalan dan Gang Masih Jadi Aspirasi Utama Warga Samarinda

26 Juni 2026 - 10:00 WITA

a106

DPRD Samarinda: Aspirasi Warga Masih Didominasi Jalan, Drainase, dan Penanganan Banjir

26 Juni 2026 - 09:00 WITA

a105

Andi Harun: Realisasi APBD Samarinda 2025 Capai 99,98 Persen, Pemkot Pilih Kendalikan Belanja daripada Berutang

26 Juni 2026 - 08:00 WITA

a104
Trending di BERITA DAERAH