Menu

Mode Gelap
Balikpapan Bangun Depo Kontainer di Km 13, Solusi Parkir Liar Truk dan Penataan Logistik Kota Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Loa Kulu dan Bhayangkari Tanam 832 Bibit Selada Hidroponik Samri Shaputra Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Samarinda Seberang, Pastikan Aspirasi Warga Terus Dikawal Disinggung Maju Pilwali Samarinda, Helmi Abdullah: Saat Ini Saya Fokus Bekerja untuk Masyarakat SMPN 4 Samarinda Tegaskan SPMB 2026 Sesuai Juknis, Kuota Afirmasi Tak Terpenuhi karena Aturan Desil

BERITA DAERAH · 8 Nov 2025 15:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Tegaskan Tak Ada Lagi Sekolah Favorit di Tingkat SMP


 Plt. Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Emi Rosana Saleh, saat menyampaikan bahwa Disdikbud Kukar menegaskan tidak ada lagi istilah sekolah favorit pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Perbesar

Plt. Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Emi Rosana Saleh, saat menyampaikan bahwa Disdikbud Kukar menegaskan tidak ada lagi istilah sekolah favorit pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan bahwa tidak ada lagi istilah sekolah favorit di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional melalui mekanisme Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang telah diterapkan selama beberapa tahun terakhir.

Plt. Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menjelaskan bahwa seluruh sekolah kini diperlakukan sama dalam proses penerimaan peserta didik baru. Sistem zonasi, prestasi, dan afirmasi yang diterapkan dalam SPMB memastikan pemerataan kesempatan bagi seluruh calon siswa.

“Kita tidak ada sekolah favorit. Dengan adanya peraturan terkait SPMB itu sudah beberapa tahun ini tidak ada yang namanya sekolah unggulan ataupun sekolah favorit. Semuanya sama pemberlakuannya,” ujar Emy saat ditemui, Jumat (8/11/2025).

Ia menerangkan bahwa dalam pelaksanaan SPMB terdapat beberapa jalur penerimaan, yakni jalur prestasi, jalur afirmasi, dan jalur domisili. Ketiga jalur tersebut dibuat agar seluruh anak mendapatkan kesempatan yang adil untuk bersekolah di manapun tanpa diskriminasi status sekolah.

“Pada saat SPMB itu kan ada beberapa fase penerimaan. Ada yang memang dari jalur prestasi, ada yang dari jalur afirmasi, dan ada juga yang dari jalur domisili. Jadi semuanya punya kesempatan yang sama,” jelasnya.

Dengan sistem ini, lanjut Emy, tidak ada lagi sekolah yang dikategorikan lebih unggul dari yang lain. Pemerintah ingin memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki kualitas pelayanan yang setara, baik dari segi tenaga pendidik, fasilitas, maupun kegiatan belajar-mengajar.

Menurutnya, penyamarataan status sekolah juga bertujuan untuk menghapus stigma di masyarakat bahwa hanya sekolah tertentu yang layak menjadi pilihan utama. Sebaliknya, semua sekolah kini diarahkan untuk menjadi tempat belajar yang bermutu dan berkarakter.

“Kita ingin mengubah cara pandang masyarakat. Semua sekolah itu baik, tinggal bagaimana anak dan guru berproses di dalamnya,” tegas Emy.

Disdikbud Kukar pun terus mendorong peningkatan mutu pendidikan di semua SMP, baik negeri maupun swasta. Upaya itu dilakukan melalui pemerataan tenaga pendidik, peningkatan kompetensi guru, dan perbaikan sarana belajar, agar seluruh sekolah memiliki standar pelayanan minimal yang sama.

Emy berharap, dengan sistem penerimaan yang merata dan kebijakan tanpa sekolah favorit ini, seluruh anak di Kutai Kartanegara dapat memperoleh akses pendidikan yang adil dan berkualitas.

“Harapannya tidak ada lagi kesenjangan antar sekolah. Semua punya kesempatan yang sama untuk mencetak siswa berprestasi,” pungkasnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Balikpapan Bangun Depo Kontainer di Km 13, Solusi Parkir Liar Truk dan Penataan Logistik Kota

22 Juni 2026 - 18:30 WITA

a59

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Loa Kulu dan Bhayangkari Tanam 832 Bibit Selada Hidroponik

22 Juni 2026 - 17:30 WITA

a57

Samri Shaputra Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Samarinda Seberang, Pastikan Aspirasi Warga Terus Dikawal

22 Juni 2026 - 16:30 WITA

a56

Disinggung Maju Pilwali Samarinda, Helmi Abdullah: Saat Ini Saya Fokus Bekerja untuk Masyarakat

22 Juni 2026 - 15:30 WITA

a55

SMPN 4 Samarinda Tegaskan SPMB 2026 Sesuai Juknis, Kuota Afirmasi Tak Terpenuhi karena Aturan Desil

22 Juni 2026 - 14:30 WITA

a54

Nostalgia di Gedung DPRD, Alumni UWG Perkuat Silaturahmi dan Dukung Pembangunan Samarinda

22 Juni 2026 - 13:30 WITA

a53
Trending di BERITA DAERAH