Menu

Mode Gelap
Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

BERITA DAERAH · 21 Nov 2025 14:30 WITA ·

SMPN 2 Tenggarong Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah: Kolam Ikan Air Wudhu hingga Rumah Jamur Sekolah


 Kepala SMP Negeri 2 Tenggarong, Yunus, menunjukkan kepada awak media kolam pemanfaatan air bekas wudu para siswa. Perbesar

Kepala SMP Negeri 2 Tenggarong, Yunus, menunjukkan kepada awak media kolam pemanfaatan air bekas wudu para siswa.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Upaya SMP Negeri 2 Tenggarong dalam menciptakan lingkungan sekolah yang produktif dan ramah lingkungan tidak hanya berhenti pada pengurangan sampah plastik. Sekolah ini melakukan berbagai inovasi pemanfaatan limbah yang berhasil memberi nilai tambah, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi peserta didik.

Kepala SMPN 2 Tenggarong, Yunus, menjelaskan bahwa salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan limbah air wudhu. Alih-alih terbuang percuma, air tersebut dialirkan menuju kolam ikan yang berada di bagian belakang sekolah.

“Dengan jumlah siswa hampir 900 orang, air wudhu yang terbuang sangat banyak. Karena itu kami manfaatkan untuk mengisi kolam ikan. Ini jauh lebih bermanfaat daripada dibiarkan mengalir begitu saja,” ujar Yunus, Jum’at (21/11/2025).

Selain itu, sekolah juga mengembangkan unit pengolahan kompos padat dan kompos cair. Daun-daun kering dari halaman sekolah dikumpulkan ke dalam bak penampungan untuk diolah menjadi kompos. Pengolahan dibantu oleh mesin pencacah, serta bak fermentasi yang dicampur dengan gula merah dan larutan M4.

Tidak hanya daun, buah-buahan seperti belimbing dan jambu yang jatuh dan tidak sempat dipanen juga dimanfaatkan menjadi pupuk kompos cair. Sekolah telah menyediakan bak fermentasi khusus yang sebelumnya juga mendapat dukungan fasilitas dari DLHK.

“Buah yang busuk atau tidak sempat termakan jangan dibiarkan jadi sampah. Semua kita masukkan ke bak fermentasi, hasilnya menjadi pupuk cair yang bisa digunakan dan bahkan dijual,” jelasnya.

SMPN 2 Tenggarong juga memiliki rumah jamur yang memanfaatkan limbah batang pohon. Ranting dan batang kering dicacah dan dijadikan media tanam jamur. Rumah jamur ini sekaligus menjadi ruang belajar siswa mengenai budidaya dan pemanfaatan limbah organik.

Inovasi lainnya adalah pengelolaan botol plastik dari kegiatan sekolah maupun penyewa gedung. Semua botol dikumpulkan, disortir, lalu diserahkan ke bank sampah bekerja sama dengan DLHK. Dalam setahun, sekolah dapat mengumpulkan satu kali pengiriman dalam jumlah besar.

“Walaupun botol plastik tidak boleh digunakan di aktivitas sekolah, tamu atau kegiatan luar kadang masih membawanya. Semua kami kumpulkan dan serahkan ke bank sampah,” tambah Yunus.

Melalui berbagai inovasi ini, SMPN 2 Tenggarong tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menciptakan sistem pengelolaan limbah terpadu yang produktif. Inovasi tersebut kini menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengembangkan lingkungan edukatif yang kreatif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

29 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h40

NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran

29 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h39

Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak

29 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h38

Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam

29 Agustus 2026 - 14:00 WITA

h37

Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

29 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h36

Minat Warga Meningkat, Keterisian Bacitra Balikpapan Tembus 140 Persen

28 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h35
Trending di BERITA DAERAH