KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – SMP Negeri 2 Tenggarong mengambil langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan siswa pada gadget melalui penyediaan Chromebook dan WiFi di sekolah. Inisiatif ini bagian dari upaya sekolah menciptakan lingkungan belajar yang fokus dan produktif, sekaligus mendukung program literasi dan pembelajaran berbasis digital.
Sekolah menekankan bahwa penggunaan teknologi bukan hanya untuk hiburan, tetapi sebagai sarana pembelajaran yang mendukung kemampuan abad ke-21. Setiap siswa diberikan akses perangkat digital untuk mengerjakan tugas, membaca buku elektronik, dan membuat karya tulis, sehingga penggunaan gadget pribadi dapat diminimalkan selama jam sekolah.
“Kami sediakan Chromebook dan WiFi agar siswa tidak perlu membawa HP. Dengan alat ini, mereka bisa belajar secara maksimal tanpa terganggu oleh gadget pribadi,” jelas Kepala SMPN 2 Tenggarong, Yunus, pada Jum’at (21/11/2025).
Selain itu, sekolah juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan jaringan WiFi, termasuk penggantian router yang sudah kadaluarsa. Meski demikian, pihak sekolah terus berupaya memastikan fasilitas digital dapat digunakan optimal oleh seluruh siswa.
Program ini juga dilengkapi dengan pembimbingan oleh guru untuk memastikan siswa menggunakan perangkat digital secara efektif. Setiap siswa diajarkan teknik membaca digital dan mencatat ide penting dari bacaan yang mereka akses melalui Chromebook, sehingga literasi dan kreativitas tetap terjaga.
“Teknologi di sini bukan sekadar alat, tapi sarana untuk mengembangkan kemampuan membaca, berpikir kritis, dan menulis,” tambah Yunus.
Sekolah juga melibatkan orang tua melalui kegiatan parenting, mengedukasi mereka agar mendukung penggunaan teknologi yang sehat di rumah. Dengan cara ini, ketergantungan gadget di luar sekolah dapat dikontrol, sehingga pola belajar siswa tetap konsisten.
“Kendala terbesar adalah saat pulang ke rumah, siswa kembali menggunakan HP. Orang tua kami libatkan agar pembelajaran di sekolah didukung di rumah,” kata Yunus.
Langkah ini menunjukkan upaya SMPN 2 Tenggarong dalam menyeimbangkan literasi tradisional dan literasi digital, sehingga siswa memiliki keterampilan membaca, menulis, dan berpikir kreatif tanpa kehilangan kontrol terhadap penggunaan teknologi.
Dengan strategi ini, sekolah berharap siswa dapat mengembangkan potensi secara maksimal, memanfaatkan teknologi sebagai alat pembelajaran, dan tetap fokus pada pengembangan literasi dan keterampilan abad ke-21.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















