KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tenggarong memperluas kegiatan ekstrakurikulernya dari enam menjadi dua puluh dua kegiatan, menyesuaikan dengan minat dan bakat siswa. Langkah ini dilakukan agar setiap peserta didik dapat menyalurkan potensi diri secara maksimal dan menemukan minat yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Setiap siswa diwajibkan memilih kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari olahraga, seni, hingga organisasi siswa. Sekolah menekankan bahwa inisiatif pengembangan ekskul berasal dari siswa itu sendiri, sehingga setiap kegiatan lebih relevan dan diminati. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengakomodir hobi dan latihan yang dilakukan siswa di luar jam sekolah.
“Kami kumpulkan siswa di lapangan dan tanya apa hobinya, olahraga atau seni apa yang diminati. Semua ide dari mereka, bukan dari sekolah. Dengan begitu, tidak ada anak yang tidak memilih ekstrakurikuler,” ujar Kepala SMPN 2 Tenggarong, Yunus, pada Jum’at (21/11/2025).
Prestasi siswa SMPN 2 Tenggarong terus meningkat. Beberapa kegiatan seperti Paskas (Paskibraka), PMR, dan Pramuka telah menorehkan prestasi hingga tingkat nasional. Sekolah juga menyelenggarakan kegiatan apresiasi prestasi setiap Senin, agar semua siswa termotivasi untuk terus berprestasi.
“Setiap Senin kami apresiasi minimal dua sampai tiga prestasi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkembang,” tambah Yunus.
SMPN 2 Tenggarong juga membanggakan sejumlah prestasi internasional. Enam siswa berhasil meraih medali emas di Olimpiade ASEAN yang melibatkan peserta dari Singapura, Thailand, dan Malaysia. Prestasi ini diraih di berbagai mata pelajaran, termasuk Bahasa Indonesia, IPS, dan Informatika.
Meski begitu, sekolah menyadari masih ada beberapa mata pelajaran yang perlu ditingkatkan, seperti Matematika dan IPAI. Sekolah berupaya melakukan pendampingan dan strategi pembelajaran khusus agar capaian akademik semakin merata di semua bidang.
Selain prestasi akademik, SMPN 2 Tenggarong juga menekankan pentingnya kegiatan non-akademik untuk membentuk karakter siswa. Kegiatan ekskul yang beragam diharapkan membantu siswa mengembangkan soft skill seperti kerja sama, disiplin, dan kepemimpinan.
“Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga aktif dan kreatif di berbagai bidang non-akademik. Prestasi di Paskas, PMR, dan Pramuka menjadi bukti nyata,” jelas Yunus.
Dengan pengembangan ekstrakurikuler yang luas dan program apresiasi rutin, SMPN 2 Tenggarong terus menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang berprestasi, kreatif, dan memiliki karakter kuat. Sekolah berharap setiap siswa dapat menemukan potensi terbaiknya melalui berbagai kegiatan yang disediakan.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















