KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan bahwa pendidikan karakter akan menjadi fokus utama dalam penguatan kualitas pendidikan di seluruh sekolah. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya berbagai tantangan perilaku di kalangan pelajar, mulai dari kurangnya sopan santun hingga munculnya kasus perundungan yang membutuhkan penanganan serius.
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menyampaikan bahwa perubahan sosial yang dipengaruhi perkembangan teknologi membuat pendidikan karakter tidak bisa lagi dianggap sebagai materi tambahan. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang pembentukan nilai moral, etika, dan tanggung jawab bagi peserta didik agar siap menghadapi dinamika kehidupan modern.
“Sekolah bukan hanya tempat menyalurkan pengetahuan, tapi juga tempat menempa karakter. Kalau karakter ini lemah, maka kompetensi apapun akan mudah runtuh,” tegas Pujianto, Senin (24/11/2025).
Sebagai bentuk implementasi, Disdikbud Kukar sedang menyiapkan penguatan program internalisasi nilai karakter melalui kegiatan sekolah berbasis disiplin, empati, dan kerja sama. Program ini akan dipadukan dengan pengembangan kegiatan ekstrakurikuler untuk memberikan ruang aktualisasi bagi siswa sekaligus mengurangi potensi perilaku menyimpang.
Selain itu, setiap sekolah akan diminta menerapkan pola komunikasi yang lebih terbuka antara guru, siswa, dan orang tua. Menurut Pujianto, penyelesaian persoalan karakter tidak bisa hanya dibebankan pada guru, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh ekosistem pendidikan.
“Kita ingin membangun kerja sama yang kuat antara sekolah dan orang tua. Pengawasan karakter anak harus dilakukan dari dua arah agar hasilnya maksimal,” ujarnya.
Disdikbud Kukar juga menekankan pentingnya peran guru sebagai role model. Guru diminta terus memperkuat kemampuan dalam membangun komunikasi persuasif dan pendekatan sosial kepada siswa. Peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan soft skill juga akan dioptimalkan.
Pujianto menjelaskan bahwa pendekatan pendidikan karakter tidak lagi bisa menggunakan metode lama yang bersifat satu arah. Sekarang, guru harus mampu mengedepankan dialog, diskusi, dan memberikan teladan nyata dalam setiap interaksi pembelajaran.
“Anak-anak zaman sekarang tidak bisa hanya dinasihati. Mereka harus diajak berpikir, diberi ruang bicara, dan melihat contoh langsung dari guru sebagai figur yang mereka hormati,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan karakter juga bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari perilaku negatif. Penguatan ini diyakini mampu membangun generasi pelajar yang memiliki integritas sekaligus cakap bersosialisasi.
“Harapan kita adalah sekolah menjadi tempat terbaik untuk membangun generasi yang berakhlak kuat, bukan hanya pintar. Karena masa depan Kukar ditentukan oleh kualitas karakter anak-anak kita hari ini,” pungkasnya.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















