Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan 17 Orang Positif Narkoba Saat Operasi Ketiga di Gunung Bugis, Polda Kaltim Siapkan Rehabilitasi Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

BERITA DAERAH · 27 Nov 2025 13:00 WITA ·

Disdikbud Kukar Siapkan Sejumlah Langkah Strategis untuk Cegah Hilangnya Warisan Budaya Daerah


 Masjid Jami’ Adji Amir Hasanoeddin merupakan salah satu warisan budaya yang baru saja ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Perbesar

Masjid Jami’ Adji Amir Hasanoeddin merupakan salah satu warisan budaya yang baru saja ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah di tengah cepatnya perubahan zaman. Berbagai langkah strategis mulai disiapkan agar nilai-nilai budaya lokal tidak hilang dan tetap diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan bahwa ancaman terhadap warisan budaya tidak hanya datang dari modernisasi, tetapi juga kurangnya dokumentasi, minimnya pewarisan antar generasi, serta melemahnya keterlibatan masyarakat. Karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif untuk melestarikannya.

“Saat ini kita tidak hanya berbicara tentang kesenian yang sepi peminat atau tradisi yang jarang dilakukan. Banyak artefak budaya, naskah, dan pengetahuan lokal yang sudah mulai hilang jejaknya karena tidak terdokumentasi dengan baik,” ujar Puji pada Kamis (27/11/2025).

Salah satu langkah utama yang akan dikuatkan adalah pendokumentasian digital terhadap berbagai bentuk warisan budaya, mulai dari manuskrip kuno, kesenian tradisional, cerita rakyat, hingga rekaman sejarah lokal. Digitalisasi ini dilakukan untuk memastikan arsip budaya dapat disimpan dalam jangka panjang dan mudah diakses oleh masyarakat.

Disdikbud Kukar juga berupaya meningkatkan peran sekolah melalui penyusunan kurikulum muatan lokal yang lebih aplikatif. Pelajaran seni, tradisi, dan bahasa daerah akan dikembangkan agar siswa dapat mengenal dan mempraktikkan budaya leluhur secara langsung, bukan sekadar mempelajarinya secara teoritis.

“Kita ingin pelestarian budaya menjadi bagian dari proses pembelajaran, bukan hanya kegiatan seremonial. Anak-anak harus mendapat ruang untuk mempelajari dan mencintai identitas budayanya sendiri,” jelasnya.

Selain itu, Disdikbud Kukar akan bekerja sama dengan komunitas seni, tokoh adat, dan pemerintah desa dalam menghidupkan kembali berbagai kegiatan budaya di tingkat lokal. Program seperti festival desa, sanggar seni, serta pelatihan tradisi diharapkan dapat mendorong generasi muda terlibat lebih aktif.

Puji menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan pelestarian budaya. Tanpa dukungan para pelaku seni dan warga setempat, upaya menjaga warisan daerah akan sulit mencapai hasil maksimal.

“Budaya itu hidup bersama masyarakatnya. Kalau masyarakat terlibat, warisan budaya tidak akan pernah benar-benar hilang,” tegasnya.

Ke depan, Disdikbud Kukar juga menyiapkan program inventarisasi budaya di setiap kecamatan untuk memetakan potensi budaya yang masih bertahan dan yang sudah berada pada status terancam. Data ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pelestarian yang lebih terarah.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap nilai-nilai budaya Kukar dapat terjaga, diwariskan, dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Warisan daerah bukan hanya identitas, tetapi juga kekayaan yang harus dijaga bersama.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97

Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan

16 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n85

Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

16 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n84

Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027

16 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n80

Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

16 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n83
Trending di BERITA DAERAH