KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah di tengah cepatnya perubahan zaman. Berbagai langkah strategis mulai disiapkan agar nilai-nilai budaya lokal tidak hilang dan tetap diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan bahwa ancaman terhadap warisan budaya tidak hanya datang dari modernisasi, tetapi juga kurangnya dokumentasi, minimnya pewarisan antar generasi, serta melemahnya keterlibatan masyarakat. Karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif untuk melestarikannya.
“Saat ini kita tidak hanya berbicara tentang kesenian yang sepi peminat atau tradisi yang jarang dilakukan. Banyak artefak budaya, naskah, dan pengetahuan lokal yang sudah mulai hilang jejaknya karena tidak terdokumentasi dengan baik,” ujar Puji pada Kamis (27/11/2025).
Salah satu langkah utama yang akan dikuatkan adalah pendokumentasian digital terhadap berbagai bentuk warisan budaya, mulai dari manuskrip kuno, kesenian tradisional, cerita rakyat, hingga rekaman sejarah lokal. Digitalisasi ini dilakukan untuk memastikan arsip budaya dapat disimpan dalam jangka panjang dan mudah diakses oleh masyarakat.
Disdikbud Kukar juga berupaya meningkatkan peran sekolah melalui penyusunan kurikulum muatan lokal yang lebih aplikatif. Pelajaran seni, tradisi, dan bahasa daerah akan dikembangkan agar siswa dapat mengenal dan mempraktikkan budaya leluhur secara langsung, bukan sekadar mempelajarinya secara teoritis.
“Kita ingin pelestarian budaya menjadi bagian dari proses pembelajaran, bukan hanya kegiatan seremonial. Anak-anak harus mendapat ruang untuk mempelajari dan mencintai identitas budayanya sendiri,” jelasnya.
Selain itu, Disdikbud Kukar akan bekerja sama dengan komunitas seni, tokoh adat, dan pemerintah desa dalam menghidupkan kembali berbagai kegiatan budaya di tingkat lokal. Program seperti festival desa, sanggar seni, serta pelatihan tradisi diharapkan dapat mendorong generasi muda terlibat lebih aktif.
Puji menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan pelestarian budaya. Tanpa dukungan para pelaku seni dan warga setempat, upaya menjaga warisan daerah akan sulit mencapai hasil maksimal.
“Budaya itu hidup bersama masyarakatnya. Kalau masyarakat terlibat, warisan budaya tidak akan pernah benar-benar hilang,” tegasnya.
Ke depan, Disdikbud Kukar juga menyiapkan program inventarisasi budaya di setiap kecamatan untuk memetakan potensi budaya yang masih bertahan dan yang sudah berada pada status terancam. Data ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pelestarian yang lebih terarah.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap nilai-nilai budaya Kukar dapat terjaga, diwariskan, dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Warisan daerah bukan hanya identitas, tetapi juga kekayaan yang harus dijaga bersama.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















