Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 27 Nov 2025 13:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Genjot Pendataan Cagar Budaya untuk Pantau Kondisi Warisan Bersejarah


 Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kini fokus mempercepat pendataan dan pemetaan ulang cagar budaya yang tersebar di 20 kecamatan. Perbesar

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kini fokus mempercepat pendataan dan pemetaan ulang cagar budaya yang tersebar di 20 kecamatan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar kini fokus mempercepat pendataan dan pemetaan ulang cagar budaya yang tersebar di 20 kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap situs bersejarah terlindungi dari ancaman kerusakan maupun alih fungsi lahan.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengungkapkan bahwa banyak objek cagar budaya di Kukar yang belum terdata secara detail, termasuk kondisi terkini, tingkat kerusakan, hingga potensi pemanfaatannya untuk pendidikan dan pariwisata.

“Banyak situs sejarah yang kita miliki masih belum tercatat secara lengkap. Bahkan ada yang kondisinya rusak tapi tidak diketahui karena pendataan sebelumnya belum maksimal,” ujar Puji pada Kamis (27/11/2025).

Ia menegaskan bahwa pendataan terbaru ini akan melibatkan teknologi pemetaan, dokumentasi digital, serta kerja sama dengan desa dan tokoh masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting agar setiap peninggalan sejarah dapat dipantau secara berkala.

Menurut Puji, beberapa cagar budaya seperti makam kuno, situs kerajaan, hingga bangunan bersejarah kini berada dalam kondisi yang memerlukan perhatian khusus. Perubahan lingkungan dan aktivitas masyarakat menjadi faktor penyebab mulai hilangnya sejumlah jejak sejarah.

“Kalau kita tidak bergerak cepat, banyak peninggalan berharga yang bisa hilang begitu saja. Ini bukan sekadar benda tua, tetapi bagian dari identitas Kutai,” jelasnya.

Selain pendataan, Disdikbud Kukar juga menyiapkan program pengamanan cagar budaya seperti pemberian papan informasi, penataan ulang kawasan, dan penyusunan regulasi zonasi untuk mencegah perusakan atau pengalihfungsian area bersejarah.

Puji menambahkan bahwa pelestarian cagar budaya tidak hanya berorientasi pada perlindungan fisik, tetapi juga pemanfaatan edukatif agar generasi muda dapat memahami sejarah daerahnya sejak dini. Sekolah-sekolah di Kukar nantinya akan didorong melakukan kunjungan belajar ke situs bersejarah yang telah ditata.

“Kita ingin anak-anak bisa merasakan langsung nilai sejarahnya, bukan hanya membaca di buku. Itu akan menumbuhkan rasa bangga terhadap daerahnya,” tegasnya.

Ke depan, Disdikbud Kukar berencana merilis database cagar budaya Kukar yang dapat diakses publik. Dengan adanya data terstruktur, pemerintah berharap pelestarian warisan sejarah dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.

Langkah ini menjadi komitmen Pemkab Kukar untuk memastikan jejak peradaban masa lalu tetap terjaga, sekaligus menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi bagi generasi mendatang.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH