KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara terus melakukan upaya penguatan budaya lokal melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Desa Kedang Ipil menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena dinilai memiliki potensi budaya yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Sebagai desa budaya, Kedang Ipil telah lama menjadi pusat aktivitas tradisional yang dijaga secara turun-temurun. Pemerintah daerah menilai bahwa keberlanjutan pelestarian budaya harus melibatkan generasi muda agar nilai-nilai adat tetap terjaga di masa depan.
“Desa Kedang Ipil memang sudah lama menjadi desa budaya yang aktif, dan ini yang terus kita dorong untuk dikembangkan,” ujar Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, Kamis (27/11/2025).
Dalam waktu dekat, desa ini akan menjadi tuan rumah kegiatan nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan. Dua Direktorat Jenderal Kebudayaan dijadwalkan hadir pada 6 atau 7 Desember 2025 untuk melihat langsung perkembangan pelestarian budaya di desa tersebut.
Kehadiran pejabat pusat itu dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat status Desa Kedang Ipil sebagai kawasan budaya yang terus berkembang. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi wujud nyata dukungan pemerintah pusat terhadap keberlanjutan budaya lokal di Kukar.
“Rencananya dua Dirjen Kebudayaan akan datang langsung, ini menunjukkan perhatian besar terhadap perkembangan budaya di Kedang Ipil,” terang Puji.
Salah satu kegiatan utama yang disiapkan adalah workshop sosialisasi Belian Namang, sebuah praktik budaya yang memiliki nilai historis mendalam bagi masyarakat Dayak. Melalui workshop ini, peserta didorong untuk memahami makna budaya tersebut dari sisi spiritual, sejarah, dan fungsi sosialnya.
Workshop ini menyasar para pelajar di Kedang Ipil agar mereka mendapat pemahaman bahwa praktik Belian Namang bukan hanya milik para pelaku adat, tetapi dapat dipelajari secara terbuka oleh masyarakat umum untuk kepentingan pelestarian budaya.
“Kegiatan workshop itu untuk mensosialisasikan bahwa Belian Namang bisa dipahami seluruh masyarakat, tidak terbatas hanya pada pakem adat tertentu,” tambah Puji.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap agar generasi muda mampu menjadi penjaga warisan budaya di desa mereka sendiri. Pemahaman yang benar terhadap tradisi lokal diyakini dapat mencegah hilangnya nilai-nilai tradisional akibat perubahan zaman.
“Harapan kami, generasi muda mampu mengenal dan bangga dengan budaya leluhur mereka sehingga tradisi seperti Belian Namang tidak punah,” tegas Puji.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















