KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menegaskan arah baru pengembangan Museum Kayu Tuah Himba sebagai pusat kebudayaan modern yang tidak hanya menyimpan koleksi sejarah, tetapi juga menjadi ruang riset, edukasi, dan digitalisasi budaya. Transformasi ini dinilai penting agar museum tetap relevan dan mampu mengikuti kebutuhan masyarakat saat ini.
Langkah penguatan fungsi museum didorong oleh kebutuhan menghadirkan ruang belajar yang lebih inovatif, terutama bagi generasi muda. Pemerintah menilai museum harus menjadi ruang yang hidup, interaktif, serta mampu menjembatani nilai-nilai tradisi dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, pembenahan konsep kuratorial dan penyajian informasi menjadi perhatian utama.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa Museum Kayu Tuah Himba memiliki potensi besar sebagai pusat pengetahuan mengenai kehutanan lokal, warisan budaya kayu, serta sejarah masyarakat adat. Menurutnya, museum tidak boleh hanya berfungsi sebagai penyimpanan benda, tetapi harus berkembang menjadi sumber referensi ilmiah dan ruang edukasi publik yang mudah diakses.
“Fokus kami adalah menjadikan museum sebagai pusat pembelajaran dan riset budaya yang lebih modern dan relevan bagi masyarakat,” ujar Puji, Kamis (27/11/2025).
Selain penguatan fungsi edukasi, museum juga diarahkan menjadi pusat digitalisasi arsip budaya. Pemerintah menilai pentingnya menyelamatkan berbagai dokumen, artefak, dan pengetahuan tradisi dalam format digital agar dapat diakses lebih luas dan terjaga keberlanjutannya. Digitalisasi ini juga diharapkan membuka peluang agar museum dapat terhubung dengan jaringan museum lain secara nasional.
Puji menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya sebagai tren, tetapi kebutuhan dasar agar budaya lokal dapat bertahan di tengah perkembangan zaman yang cepat. Dengan basis data digital, museum dapat menyajikan informasi melalui aplikasi, layar interaktif, hingga sistem basis data yang dapat dimanfaatkan peneliti maupun pelajar.
“Kami ingin museum tidak hanya jadi tempat melihat koleksi, tetapi juga jadi ruang yang menawarkan pengalaman pembelajaran berbasis teknologi,” tambahnya.
Museum Kayu Tuah Himba juga diproyeksikan sebagai ruang kolaborasi bagi komunitas budaya, peneliti, akademisi, dan seniman lokal. Pemerintah mendorong agar museum berfungsi sebagai simpul pertemuan ide untuk memperkuat identitas budaya Kutai Kartanegara melalui gagasan baru yang kreatif dan berkelanjutan.
Selain itu, penguatan aspek konservasi tetap menjadi prioritas. Upaya ini mencakup metode penyimpanan modern, pemeliharaan koleksi kayu berbasis standar nasional, hingga pelatihan tenaga konservator lokal. Pemerintah menilai keberhasilan museum juga bergantung pada profesionalisme dalam menjaga kualitas dan keamanan koleksi.
“Kami ingin memastikan setiap koleksi yang tersimpan memiliki standar konservasi terbaik dan dapat terus diwariskan,” tegas Puji.
Melalui fokus baru ini, Museum Kayu Tuah Himba diharapkan menjadi ikon kebudayaan modern Kukar, bukan hanya sebagai tempat menyimpan sejarah, tetapi sebagai pusat pengetahuan, inovasi budaya, dan digitalisasi yang mampu menjawab tantangan zaman.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















