KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dan DPRD Kutim menegaskan komitmen kuat mereka untuk menjadikan pembangunan infrastruktur dasar sebagai prioritas utama. Penegasan ini merupakan upaya nyata dalam mencapai pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan, khususnya di wilayah-wilayah terpencil, pedalaman, pesisir, dan perbatasan yang selama ini masih menghadapi kesulitan akses.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, berulang kali menyatakan bahwa infrastruktur adalah fondasi kemakmuran dan kunci vital untuk mengelola sumber daya daerah serta memutus rantai ketertinggalan. Oleh karena itu, pembangunan kini tidak lagi hanya terpusat di ibu kota kabupaten, melainkan secara adil menyasar wilayah-wilayah yang paling membutuhkan.
Fokus utama pembangunan dasar meliputi konektivitas dan layanan dasar. Di sektor konektivitas, prioritas diberikan pada pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan (Bina Marga) yang dianggap sebagai urat nadi ekonomi, serta infrastruktur perhubungan lainnya seperti pelabuhan. Sementara untuk layanan dasar, Pemkab gencar mengupayakan pemerataan akses listrik 24 jam, penyediaan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pedesaan, serta perbaikan fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Untuk memastikan proyek skala besar ini dapat tuntas secara efektif dan efisien, Pemkab dan DPRD telah menyepakati alokasi dana yang signifikan melalui skema Multi Years Contract (MYC), di mana dana dialokasikan untuk sektor Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air, dan Perhubungan. Keputusan ini diambil agar proyek di daerah terpencil tidak lagi tertunda, sejalan dengan desakan anggota DPRD yang menuntut agar daerah yang mengalami ketertinggalan harus menjadi sasaran utama dari setiap alokasi anggaran, demi keadilan pembangunan bagi seluruh warga Kutim.
ADV Diskominfo SP Kutim

















