Menu

Mode Gelap
Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat Bukan Sekadar Otot, Ini Aspek yang Dinilai Juri di JOS Fitness Open Bodycontest 2026 PBFI Kaltim Dorong Kompetisi Fitness Jadi Wadah Lahirkan Atlet Berprestasi Dimas Wira Jadikan JOS Fitness Open Body Contest 2026 Batu Loncatan ke Kompetisi Lebih Tinggi JOS Fitness Open Body Contest Diharapkan Jadi Kawah Atlet Fitness Kaltim

BERITA DAERAH · 14 Jan 2026 20:00 WITA ·

Komisi II DPRD Samarinda Gelar Hearing dengan Disdag, Dorong Sinkronisasi Data Kios dan Peningkatan Keselamatan Pasar


 Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, memberikan keterangan pers kepada sejumlah media usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Rabu (14/1/2026), di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda. RDP tersebut membahas berbagai persoalan pengelolaan pasar, khususnya terkait sinkronisasi data kios serta peningkatan keselamatan dan kenyamanan pedagang. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, memberikan keterangan pers kepada sejumlah media usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Rabu (14/1/2026), di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda. RDP tersebut membahas berbagai persoalan pengelolaan pasar, khususnya terkait sinkronisasi data kios serta peningkatan keselamatan dan kenyamanan pedagang. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Komisi II DPRD Kota Samarinda menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Rabu (14/1/2026), di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda. RDP ini menjadi forum strategis untuk membahas berbagai persoalan pengelolaan pasar, khususnya terkait sinkronisasi data kios serta peningkatan keselamatan dan kenyamanan pedagang.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, didampingi Ketua dan anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, yakni Iswandi, Sani bin Husain, Viktor Yuan, Joha Fajal, serta Rusdi Doviyanto. Turut hadir Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani atau yang akrab disapa Yama, beserta jajaran.

Dalam hearing tersebut, sejumlah isu krusial menjadi perhatian, mulai dari belum sinkronnya data jumlah kios di pasar hingga berbagai keluhan pedagang terkait tata kelola dan manajemen pasar. Usai rapat, anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menyampaikan bahwa persoalan utama yang masih dihadapi adalah ketidaksesuaian data antara catatan administrasi dan kondisi riil di lapangan.

“Persoalan utamanya terletak pada sinkronisasi data. Dari beberapa catatan yang ada, ternyata terdapat ratusan kios yang disiapkan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Namun demikian, keputusan akhirnya tetap menunggu kebijakan dari Wali Kota Samarinda,” ujar Viktor.

Ia juga menyoroti persoalan pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) yang jumlahnya mencapai ribuan. Menurutnya, tidak sedikit pemilik SKTUB yang sebelumnya menyewakan kios kepada pihak lain, sehingga memunculkan persoalan baru dalam penataan kios pasar.

“Ini bukan persoalan sederhana satu tambah satu sama dengan dua. Pemerintah harus mampu mengakomodasi kepentingan pemilik SKTUB maupun para penyewa kios, agar semuanya bisa mendapatkan hak berjualan secara adil dan berkeadilan,” tegas politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Selain persoalan administrasi dan kebijakan kios, Komisi II DPRD Kota Samarinda juga menyoroti banyaknya keluhan pedagang terkait kondisi bangunan pasar dan fasilitas penunjang. Viktor menekankan pentingnya perhatian serius terhadap aspek keselamatan, baik bagi pedagang maupun pengunjung pasar.

“Salah satu atensi utama kami adalah masalah keselamatan. Misalnya, di area tangga pasar perlu diterapkan standar keamanan yang memadai. Selain itu, harus ada solusi agar air tidak masuk ke dalam gedung saat terjadi hujan deras, angin kencang, maupun cuaca ekstrem lainnya,” jelasnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Komisi II DPRD meminta Dinas Perdagangan agar berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Salah satu solusi yang diusulkan adalah pemasangan tirai atau penghalang air hujan di sejumlah titik rawan, guna melindungi area pasar dan aktivitas pedagang.

Melalui hearing ini, Komisi II DPRD Kota Samarinda berharap terbangunnya sinergi dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), serta lahirnya kebijakan yang tepat sasaran. Dengan demikian, berbagai permasalahan pasar di Kota Samarinda diharapkan dapat diselesaikan secara menyeluruh, adil, dan berpihak pada kepentingan pedagang serta masyarakat.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
©️2026
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat

23 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h13

CFD Terpadu Resmi Diluncurkan di Taman Tiga Generasi, Jadi Ruang Sehat dan Penggerak UMKM

23 Agustus 2026 - 11:00 WITA

h6

Semarak HUT ke-81 RI, CFR Samarinda Gelar Lomba Mancing Antaranggota

22 Agustus 2026 - 19:00 WITA

h2

Dishub Balikpapan Siapkan Pengaturan Jam BBM Bersubsidi untuk Atasi Antrean Pertalite

21 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h1

64 Jenis Jamu Mengandung BKO Ditemukan di Balikpapan, BPOM Telusuri Sumber Produksi

21 Agustus 2026 - 17:00 WITA

g99

HUT ke-81 RI, Dovy Ajak Warga Samarinda Jaga Persatuan dan Ciptakan Kedamaian

21 Agustus 2026 - 13:00 WITA

g98
Trending di BERITA DAERAH