KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan ekosistem perfilman lokal sebagai bagian dari penguatan sektor ekonomi kreatif. Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara, Zikri Umulda, mengapresiasi aktivitas serta kemajuan komunitas film di Kukar yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang hingga ke level industri.
Zikri mengungkapkan bahwa dirinya telah lama mengikuti perjalanan dan dinamika komunitas film di Kutai Kartanegara. Menurutnya, para pelaku film lokal memiliki kreativitas yang tinggi serta menunjukkan perkembangan yang signifikan melalui kebiasaan berkumpul, berdiskusi, dan saling bertukar ide maupun informasi.
Ia menilai, ekosistem perfilman di Kutai Kartanegara sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi industri kreatif yang berkelanjutan apabila terus dirawat dan diperkuat secara bersama-sama.
“Apalagi saat ini sudah ada praktisi film yang profesional dan bersedia turun langsung memberikan materi serta pendampingan kepada generasi muda. Hal ini sangat penting untuk menularkan pengalaman dan pengetahuan dari pelaku industri kepada calon sineas muda,” ujar Zikri, Rabu malam (14/1/2026).
Menurutnya, peran pelaku industri dalam menginspirasi generasi muda menjadi kunci penting dalam membangun perfilman daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif komunitas film yang secara konsisten bergerak dan membangun ekosistem secara mandiri.
Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen untuk memfasilitasi kebutuhan komunitas film agar dapat berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah memperkuat sektor hulu dan hilir perfilman, serta membangun kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) melalui forum khusus yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Zikri juga menyinggung bahwa Kutai Kartanegara pernah menjadi daerah yang cukup diperhitungkan dalam dunia perfilman dan sempat menarik perhatian wilayah sekitar, seperti Samarinda dan Balikpapan. Oleh karena itu, ekosistem perfilman yang telah terbentuk perlu terus dijaga dan diperkuat agar kembali tumbuh serta memiliki daya saing.
Dalam mendukung kreativitas generasi muda, pemerintah daerah selama ini telah memberikan fasilitasi peralatan kepada komunitas film. Ke depan, pemerintah juga akan menyediakan ruang-ruang kreatif sebagai tempat berkreasi dan berlatih, di antaranya melalui pemanfaatan Taman Musik, Taman Tanjong, hingga kawasan Pujasera yang dijadwalkan segera diresmikan.
Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan penyediaan panggung pertunjukan berskala besar yang diharapkan mampu memberikan pengalaman tampil setara dengan level nasional bagi para pelaku seni, termasuk komunitas teater dan perfilman. Menurut Zikri, fasilitas tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga serta meningkatkan kepercayaan diri para pelaku kreatif lokal.
Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung dan meramaikan geliat perfilman di Kutai Kartanegara. Saat ini, komunitas film tidak hanya tumbuh di tingkat kabupaten, tetapi juga telah berkembang hingga ke sejumlah kecamatan.
Menjawab kebutuhan peralatan produksi film yang relatif mahal, pemerintah daerah tengah menyiapkan skema peminjaman peralatan melalui gedung ekonomi kreatif. Peralatan tersebut nantinya dapat digunakan secara gratis oleh para pelaku film untuk mendukung pengembangan ekosistem komunitas.
Zikri berharap, pengembangan perfilman di Kutai Kartanegara tidak dilakukan secara terburu-buru menuju industri besar, melainkan dimulai dengan memperkuat fondasi di tingkat komunitas. Melalui diskusi, kolaborasi, serta pertukaran ide kreatif yang berkelanjutan, ia optimistis ekosistem perfilman Kutai Kartanegara akan tumbuh kuat dan siap melangkah ke tingkat nasional.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2026

















