Menu

Mode Gelap
HUT Ke-81 RI, DPRD Samarinda Siapkan Rangkaian Kegiatan untuk Masyarakat DPRD Samarinda Perjelas Aturan Serah Terima PSU Perumahan Bagi Hasil Pajak Samarinda Baru 35,69 Persen, DPRD Minta Pemprov Buka Data Raperda Pemakaman Umum Samarinda Masuk Pembahasan Kedua, Ditargetkan Segera Finalisasi Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan Truk, Pos Dishub Diaktifkan hingga Malam

BERITA DAERAH · 13 Feb 2026 21:00 WITA ·

Di Tengah Era Viral, Pers Diminta Tetap Independen dan Jaga Kepercayaan Publik


 Suasana diskusi publik yang digelar komunitas Jurnalis Milenial di Samarinda dalam rangka Hari Pers Nasional, mengangkat tema “Era Viral dan Krisis Kepercayaan: Pers vs Media Sosial, siapa paling layak dipercaya publik?”. Foto: Herdiansyah Perbesar

Suasana diskusi publik yang digelar komunitas Jurnalis Milenial di Samarinda dalam rangka Hari Pers Nasional, mengangkat tema “Era Viral dan Krisis Kepercayaan: Pers vs Media Sosial, siapa paling layak dipercaya publik?”. Foto: Herdiansyah

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menegaskan pentingnya independensi jurnalis di tengah derasnya arus informasi dan maraknya konten viral di media sosial.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi publik yang digelar komunitas Jurnalis Milenial di Samarinda dalam rangka Hari Pers Nasional, dengan tema “Era Viral dan Krisis Kepercayaan: Pers vs Media Sosial, siapa paling layak dipercaya publik?”

Menurut Abdurrahman, wartawan harus tetap profesional dan tidak berpihak pada kepentingan tertentu selain kepentingan masyarakat. Ia menekankan, kebebasan pers bukan tanpa batas, melainkan disertai tanggung jawab moral dan kode etik.

“Kebebasan pers harus dijalankan secara bertanggung jawab. Independensi menjadi fondasi utama untuk menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris SMSI Kaltim, Yakub Anani, menilai pers dan media sosial tidak harus dipertentangkan. Media sosial unggul dalam kecepatan penyebaran informasi, namun tidak selalu melalui proses verifikasi seperti jurnalistik.

“Viral belum tentu valid, valid belum tentu viral,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang SKDI Diskominfo Samarinda, Dhanny Rakhmadi, menilai ruang digital masih minim instrumen pengaturan dan sangat dipengaruhi algoritma serta perilaku pengguna. Ia mengingatkan, fenomena buzzer dan arus opini di media sosial berpotensi memengaruhi situasi politik maupun keamanan.

Diskusi ini menjadi refleksi bahwa di tengah era viral dan krisis kepercayaan, profesionalisme, verifikasi, dan etika jurnalistik tetap menjadi kunci menjaga kualitas informasi serta kepercayaan publik.

 

Pewarta : Herdiansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

HUT Ke-81 RI, DPRD Samarinda Siapkan Rangkaian Kegiatan untuk Masyarakat

12 Agustus 2026 - 19:00 WITA

WhatsApp Image 2026 08 12 at 18.46.44

DPRD Samarinda Perjelas Aturan Serah Terima PSU Perumahan

12 Agustus 2026 - 18:00 WITA

f61

Bagi Hasil Pajak Samarinda Baru 35,69 Persen, DPRD Minta Pemprov Buka Data

12 Agustus 2026 - 17:00 WITA

f60

Raperda Pemakaman Umum Samarinda Masuk Pembahasan Kedua, Ditargetkan Segera Finalisasi

12 Agustus 2026 - 16:00 WITA

f59

Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan Truk, Pos Dishub Diaktifkan hingga Malam

12 Agustus 2026 - 15:00 WITA

f58

Evaluasi MBG Diperkuat, Pemkot Balikpapan Pastikan Makanan Aman dan Bergizi

12 Agustus 2026 - 14:00 WITA

f57
Trending di BERITA DAERAH