Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

BERITA DAERAH · 13 Feb 2026 21:00 WITA ·

Di Tengah Era Viral, Pers Diminta Tetap Independen dan Jaga Kepercayaan Publik


 Suasana diskusi publik yang digelar komunitas Jurnalis Milenial di Samarinda dalam rangka Hari Pers Nasional, mengangkat tema “Era Viral dan Krisis Kepercayaan: Pers vs Media Sosial, siapa paling layak dipercaya publik?”. Foto: Herdiansyah Perbesar

Suasana diskusi publik yang digelar komunitas Jurnalis Milenial di Samarinda dalam rangka Hari Pers Nasional, mengangkat tema “Era Viral dan Krisis Kepercayaan: Pers vs Media Sosial, siapa paling layak dipercaya publik?”. Foto: Herdiansyah

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menegaskan pentingnya independensi jurnalis di tengah derasnya arus informasi dan maraknya konten viral di media sosial.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi publik yang digelar komunitas Jurnalis Milenial di Samarinda dalam rangka Hari Pers Nasional, dengan tema “Era Viral dan Krisis Kepercayaan: Pers vs Media Sosial, siapa paling layak dipercaya publik?”

Menurut Abdurrahman, wartawan harus tetap profesional dan tidak berpihak pada kepentingan tertentu selain kepentingan masyarakat. Ia menekankan, kebebasan pers bukan tanpa batas, melainkan disertai tanggung jawab moral dan kode etik.

“Kebebasan pers harus dijalankan secara bertanggung jawab. Independensi menjadi fondasi utama untuk menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris SMSI Kaltim, Yakub Anani, menilai pers dan media sosial tidak harus dipertentangkan. Media sosial unggul dalam kecepatan penyebaran informasi, namun tidak selalu melalui proses verifikasi seperti jurnalistik.

“Viral belum tentu valid, valid belum tentu viral,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang SKDI Diskominfo Samarinda, Dhanny Rakhmadi, menilai ruang digital masih minim instrumen pengaturan dan sangat dipengaruhi algoritma serta perilaku pengguna. Ia mengingatkan, fenomena buzzer dan arus opini di media sosial berpotensi memengaruhi situasi politik maupun keamanan.

Diskusi ini menjadi refleksi bahwa di tengah era viral dan krisis kepercayaan, profesionalisme, verifikasi, dan etika jurnalistik tetap menjadi kunci menjaga kualitas informasi serta kepercayaan publik.

 

Pewarta : Herdiansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September

29 September 2026 - 20:00 WITA

l34

KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka

29 September 2026 - 19:00 WITA

l33

DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi

29 September 2026 - 18:00 WITA

l32

Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan

29 September 2026 - 17:00 WITA

l31

Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

29 September 2026 - 16:00 WITA

l30

Bacitra Akan Perluas Rute ke Balikpapan Timur dan Utara, Tunggu Handover 2027

29 September 2026 - 15:00 WITA

l29
Trending di BERITA DAERAH