Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 2 Mar 2026 12:00 WITA ·

Platform WPS-5 Proyek Sisi Nubi PHM Resmi Onstream, Produksi Gas Mahakam Bertambah


 Platform WPS-5 Proyek Sisi Nubi PHM Resmi Onstream, Produksi Gas Mahakam Bertambah Perbesar

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan pencapaian penting dalam pengembangan lapangan gas di Kalimantan Timur. Platform WPS-5 pada Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5) yang berada di lepas pantai Delta Mahakam, Kalimantan Timur, resmi onstream pada 23 Februari 2026.

Keberhasilan ini ditandai dengan produksi perdana dari dua sumur baru serta pengujian fasilitas produksi di platform dan jaringan pipa. Onstream Platform WPS-5 juga melanjutkan keberhasilan sebelumnya pada Platform WPS-4 yang telah lebih dulu beroperasi pada 4 Desember 2025. Dari dua platform tersebut, total produksi well head gas saat ini mencapai sekitar 45 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Proyek Sisi Nubi AOI merupakan bagian dari strategi pengembangan lapangan yang dijalankan perusahaan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pasokan gas nasional. Dalam proyek ini, dua sumur baru berhasil dioperasikan, yakni Sumur SS-505 pada 21 Februari 2026 dan Sumur SS-504 pada 23 Februari 2026.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengatakan keberhasilan pengoperasian dua sumur di Platform WPS-5 menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas produksi migas di Wilayah Kerja Mahakam.

“Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat PHM untuk menjaga keberlanjutan produksi migas perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari rencana pembangunan enam platform dalam Proyek SNB AOI 1-3-5, saat ini dua platform telah berhasil onstream. Sementara satu platform lainnya tengah memasuki tahap persiapan well intervention dan well connection, serta dua platform lainnya masih dalam proses pengeboran.

Menurut Setyo, proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi guna menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, serta meningkatkan produksi migas nasional.

“Dengan pelaksanaan proyek yang berjalan sesuai rencana, penyelesaian keseluruhan enam platform diharapkan dapat semakin meningkatkan kapasitas produksi secara optimal dan andal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penerapan inovasi dan teknologi menjadi strategi penting perusahaan, sejalan dengan kebijakan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk usaha dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina.

“Kami meyakini bahwa penerapan inovasi dan teknologi merupakan langkah strategis perusahaan untuk mempertahankan tingkat produksi sekaligus menahan laju penurunan produksi alamiah pada lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan,” tambahnya.

Produksi perdana Sumur SS-505 mulai mengalir secara bertahap setelah proses clean-up pada 21–22 Februari 2026 dengan capaian produksi sekitar 12 mmscfd. Proses tersebut menggunakan sand filter guna memastikan keandalan fasilitas produksi tetap terjaga.

Setelah tahap clean-up selesai, dilakukan prosedur ramp down secara bertahap pada 23 Februari 2026 untuk mengevaluasi respons reservoir serta performa sumur setelah ramp up. Tahapan berikutnya meliputi pembongkaran sand filter unit serta pengembalian sistem aliran ke konfigurasi operasi standar. Setelah seluruh proses dinyatakan aman, sumur kembali dibuka dengan target produksi lebih stabil pada kisaran 10 hingga 11 mmscfd.

Selanjutnya, produksi perdana Sumur SS-504 dilakukan melalui tahap clean-up pada 23–24 Februari 2026. Proses pembukaan sumur juga dilakukan secara bertahap menggunakan sand filter unit guna menjaga kebersihan aliran sekaligus memastikan integritas fasilitas produksi tetap terjaga.

Pada tahap akhir proses clean-up, Sumur SS-504 berhasil mencapai target produksi sebesar 11,4 mmscfd dengan bukaan choke 46/64 inci.

Sebagai informasi, PT Pertamina Hulu Mahakam merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Melalui kerja sama dengan SKK Migas, perusahaan terus melakukan inovasi serta penerapan teknologi untuk menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

 

Sumber: PT Pertamina Hulu Indonesia
@2026
Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH