Menu ✖

Mode Gelap
Pemkot Balikpapan Tanggapi Aspirasi Aliansi Balikpapan Melawan, Karhutla hingga Air Bersih Dibahas Proyek Pengendalian Banjir Jalan D.I. Panjaitan Balikpapan Capai 77,91 Persen, Ditargetkan Rampung Desember Ahmad Vananzda Ajak Pemuda Samarinda Kreatif dan Adaptif Hadapi Perkembangan Zaman Ahmad Vananzda Dorong Komisi DPRD Samarinda Siapkan Usulan Raperda untuk Tahun Mendatang Beranda Imigrasi Hadir di MPP Kukar, Permudah Masyarakat Urus Paspor

BERITA DAERAH · 14 Mar 2026 11:00 WITA ·

Menjaga Surga di Tengah Danau Semayang, Pokdarwis Sangkuliman Tanam Pohon di Tanjung Hallat


 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bertata Menata Tertata (BMT) melakukan aksi bakti sosial penanaman pohon di kawasan Tanjung Hallat, Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan serta mempertahankan keberlangsungan ekosistem di kawasan yang berada di tengah Danau Semayang. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT. Perbesar

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bertata Menata Tertata (BMT) melakukan aksi bakti sosial penanaman pohon di kawasan Tanjung Hallat, Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan serta mempertahankan keberlangsungan ekosistem di kawasan yang berada di tengah Danau Semayang. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah hamparan luas Danau Semayang, sebuah pulau kecil bernama Tanjung Hallat perlahan terus dirawat oleh warga Desa Sangkuliman. Melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bertata Menata Tertata (BMT), masyarakat setempat melakukan gerakan penanaman pohon untuk menjaga kelestarian kawasan tersebut.

Penanaman dilakukan saat kondisi air danau sedang pasang, sehingga masih memungkinkan menanam beberapa jenis bibit pohon seperti berunai, balik kara, dan bungur. Pohon-pohon tersebut diharapkan mampu tumbuh kuat dan menjadi peneduh sekaligus pelindung daratan kecil di tengah danau.

Ketua Pokdarwis BMT Desa Sangkuliman, Rojali, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan masyarakat untuk menjaga keasrian pulau sekaligus mendukung pengembangan wisata alam.

“Gerakan menanam pohon ini terus kami lakukan agar pulau tetap hijau dan teduh. Jika pohon sudah tumbuh sekitar dua meter, biasanya bisa bertahan meskipun air danau naik,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, gerakan tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai Kartanegara yang memberikan bantuan bibit pohon untuk ditanam di kawasan yang lebih tinggi.

Selain menjaga lingkungan, kawasan ini juga mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis alam dan budaya nelayan. Tanjung Hallat dikenal sebagai satu-satunya pulau kecil di tengah Danau Semayang yang luasnya mencapai sekitar 13 ribu hektare.

hallat2

Sekelompok remaja menikmati suasana alam yang asri pada sore hari di kawasan Tanjung Hallat, Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara. Di lokasi tersebut terdapat dermaga kecil berbahan kayu yang menjadi tempat favorit wisatawan untuk bersantai sambil menikmati panorama alam dan hamparan air Danau Semayang. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT.

“Harapan kami tempat ini bisa menjadi destinasi wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Pengunjung bisa belajar langsung bagaimana nelayan menangkap ikan di danau dan menikmati olahan ikan dari warga,” kata Rojali.

Keindahan pulau ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Dari panggung wisata yang dibangun di kawasan tanjung, pengunjung dapat menyaksikan panorama desa-desa di sekitar danau seperti Desa Semayang, Melintang, Kota Bangun Ulu, hingga Desa Pela di kejauhan.

Saat senja tiba, pemandangan matahari terbenam di atas danau menjadi momen yang paling ditunggu wisatawan. Banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana tenang pulau kecil yang dikelilingi air danau luas.

Akses menuju Tanjung Hallat saat ini masih menggunakan perahu kecil atau ces ketinting milik warga, dengan kapasitas terbatas sekitar dua hingga tiga orang setiap perjalanan. Meski sederhana, transportasi tersebut justru membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat.

Pokdarwis juga telah menerima bantuan satu unit long boat dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2025 untuk mendukung aktivitas wisata di kawasan tersebut.

Rojali berharap pemerintah daerah hingga pusat dapat terus mendukung pengembangan desa wisata di Sangkuliman, baik melalui peningkatan fasilitas maupun penguatan sumber daya manusia.

hallat3

Sejumlah wisatawan lokal menikmati suasana alam yang asri di kawasan Tanjung Hallat, Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, saat musim kemarau. Para pengunjung tampak menggelar tikar sambil bersantai dan menikmati panorama alam serta hamparan pemandangan Danau Semayang yang menenangkan. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT.

“Kami ingin potensi ini bisa berkembang sehingga membawa kesejahteraan bagi warga. Jika dikelola dengan baik, wisata alam di danau ini bisa menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya.

Selain menawarkan panorama alam, Tanjung Hallat juga memperkenalkan kearifan lokal nelayan, mulai dari teknik menangkap ikan hingga berbagai alat tangkap tradisional yang masih digunakan masyarakat di Danau Semayang. Bagi para pengunjung, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat cerita kehidupan masyarakat danau.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 122 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemkot Balikpapan Tanggapi Aspirasi Aliansi Balikpapan Melawan, Karhutla hingga Air Bersih Dibahas

28 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p41

Proyek Pengendalian Banjir Jalan D.I. Panjaitan Balikpapan Capai 77,91 Persen, Ditargetkan Rampung Desember

28 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p40

Ahmad Vananzda Ajak Pemuda Samarinda Kreatif dan Adaptif Hadapi Perkembangan Zaman

28 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p39

Ahmad Vananzda Dorong Komisi DPRD Samarinda Siapkan Usulan Raperda untuk Tahun Mendatang

28 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p37

Beranda Imigrasi Hadir di MPP Kukar, Permudah Masyarakat Urus Paspor

28 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p31

DPRD Samarinda Matangkan Agenda November, Persetujuan APBD 2027 Ditargetkan Akhir Bulan

28 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p36
Trending di BERITA DAERAH