Menu

Mode Gelap
Petala Borneo Guncang IDEF 2026, Ajak Penonton Dunia Datang ke Erau Kukar PWI Kukar Bekali Wartawan dengan Kode Etik dan Public Speaking, Dorong Jurnalisme Berkualitas Hidup di IKN Kian Nyaman, Perjalanan 10 Menit Buka Lebih Banyak Waktu Berkualitas Firma Hukum Elviandri Resmi Hadir di Samarinda, Bidik Peluang Besar Seiring Perkembangan IKN 66 Pelajar Sekitar IKN Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris, Siap Masuk Sekolah Bilingual

BERITA DAERAH · 28 Mar 2026 14:00 WITA ·

PHM Sukses Load Out Jacket Manpatu, Proyek Strategis Gas Mahakam Kian Dekati Tahap Produksi


 Dok: Pertamina Hulu Mahakam – Pertamina Hulu Indonesia Perbesar

Dok: Pertamina Hulu Mahakam – Pertamina Hulu Indonesia

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil melaksanakan kegiatan load out jacket dalam Proyek Pengembangan Manpatu di fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 26 Maret 2026. Tahapan ini menjadi kelanjutan dari proses first cut of steel yang dimulai sejak Mei 2025 dan selanjutnya akan dilanjutkan dengan agenda sail away jacket menuju lokasi instalasi.

Proyek Manpatu merupakan pengembangan dari temuan sumur eksplorasi Manpatu di wilayah offshore South Mahakam, sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan kedalaman laut 50 hingga 60 meter. Proyek ini dirancang untuk mendukung peningkatan produksi gas dan kondensat PHM dengan kapasitas hingga 80 MMSCFD.

Lingkup proyek mencakup fabrikasi dan instalasi satu anjungan baru berupa jacket dan piles dengan berat sekitar 1.380 ton, serta topside seberat 1.100 ton. Selain itu, dilakukan pula modifikasi anjungan eksisting, pemasangan pipa bawah laut berdiameter 14 inci sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer, hingga pekerjaan subsea dengan tingkat kompleksitas tinggi. Proyek ini juga mencakup pengeboran 11 sumur pengembangan.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa proyek ini menjadi bagian penting dalam mendukung target produksi migas nasional. “Kami secara konsisten mendorong inovasi serta penerapan teknologi yang mengacu pada praktik terbaik industri hulu migas, baik di tingkat nasional maupun global, yang diimplementasikan secara terpadu di seluruh aspek operasional dan bisnis perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, Proyek Manpatu juga mencatat pencapaian penting dalam peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). PHM untuk pertama kalinya mengimplementasikan penggunaan pipa lokal jenis Electric Resistance Welding (ERW) secara menyeluruh, mulai dari sistem perpipaan subsea hingga riser dan pipe bend di area Mahakam.

Dalam aspek keselamatan kerja, PHM memastikan seluruh kegiatan berjalan optimal dengan target nihil kecelakaan. Hingga Maret 2026, proyek ini telah mencatat lebih dari dua juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja (Lost Time Incident/LTI), dan diproyeksikan mencapai lebih dari tiga juta jam kerja saat proyek rampung.

Proyek Manpatu sendiri merupakan proyek fast track sejak penemuan gas di sumur Manpatu-1X pada kuartal I 2022. Inovasi dan efisiensi menjadi kunci utama dalam percepatan pengembangannya, sejalan dengan upaya mendukung ketahanan energi nasional.

Keberhasilan proyek ini juga ditopang oleh sinergi berbagai pihak, termasuk kontraktor Engineering, Procurement, Supply, Construction, and Commissioning (EPSCC). Kolaborasi yang kuat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga target penyelesaian proyek tetap sesuai rencana.

Proses load out jacket dan rencana sail away menjadi tonggak strategis dalam proyek ini. Tahapan berikutnya adalah load out dan sail away topside yang dijadwalkan pada pertengahan April 2026. Instalasi jacket dan topside ditargetkan berlangsung pada April hingga Mei 2026, dengan harapan seluruh platform dapat terpasang pada awal kuartal III 2026.

PHM menargetkan proyek ini mulai beroperasi (onstream) pada kuartal I 2027, sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan dalam menjaga produksi migas nasional.

Sebagai anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8, PHM terus menjalankan operasional hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga berkomitmen menghadirkan energi yang aman, efisien, andal, serta ramah lingkungan guna mendukung keberlanjutan energi nasional.

 

Sumber: Pertamina Hulu Mahakam – Pertamina Hulu Indonesia
@2026
Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Bekali Wartawan dengan Kode Etik dan Public Speaking, Dorong Jurnalisme Berkualitas

25 Juli 2026 - 16:00 WITA

d54

Firma Hukum Elviandri Resmi Hadir di Samarinda, Bidik Peluang Besar Seiring Perkembangan IKN

25 Juli 2026 - 14:00 WITA

d50

Pemkot Balikpapan Perluas Program Bedah Rumah, Kuota RTLH Naik Jadi 250 Unit

24 Juli 2026 - 19:00 WITA

c56

Dinkes Balikpapan Perkuat Layanan Ramah Remaja, Hadirkan Konseling di Puskesmas dan Sekolah

24 Juli 2026 - 18:00 WITA

c55

Pemkot Balikpapan Dukung Perpres Pertahanan, Perkuat Pendidikan Karakter dan Nilai Keagamaan

24 Juli 2026 - 17:00 WITA

c54

Disdag Balikpapan Cari Terobosan Hidupkan Kembali Pasar Karang Joang

24 Juli 2026 - 16:00 WITA

c53
Trending di BERITA DAERAH