Menu ✖

Mode Gelap
Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027 Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla Ahmad Yani Dorong Evaluasi Instalasi Listrik Pascakebakaran di Tenggarong, DPRD Siap Koordinasi dengan PLN

IKN NUSANTARA · 13 Apr 2026 08:00 WITA ·

Pembangunan Kompleks Legislatif dan Yudikatif IKN Ditarget Rampung 2027–2028


 Peninjauan lokasi pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif, serta embung dan kolam retensi oleh Kepala Otorita IKN, Sabtu (11/04/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Peninjauan lokasi pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif, serta embung dan kolam retensi oleh Kepala Otorita IKN, Sabtu (11/04/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Pembangunan kawasan Kompleks Legislatif dan Yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlanjut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan target penyelesaian pada 2027 hingga 2028. Proyek strategis ini mencakup pembangunan gedung-gedung utama lembaga negara sekaligus infrastruktur pendukung untuk memperkuat fungsi pemerintahan di ibu kota baru.

Pada kawasan legislatif, pembangunan direncanakan meliputi lima gedung utama, yakni Gedung Paripurna, Gedung DPR, Gedung DPD, dan Gedung MPR. Gedung Paripurna akan menjadi pusat kegiatan dengan kapasitas hingga 1.579 orang. Saat ini, proses penyempurnaan desain masih menunggu persetujuan Presiden.

Selain itu, pembangunan jalan kawasan sepanjang 3,7 kilometer juga tengah disiapkan guna mendukung konektivitas antarbangunan. Tahapan awal berupa pembersihan lahan telah dilakukan sebagai bagian dari percepatan pembangunan.

Sementara itu, pembangunan kawasan yudikatif dibagi dalam dua paket pekerjaan. Paket pertama mencakup pembangunan Gedung Mahkamah Agung beserta kawasan pendukung dan Plaza Keadilan. Sedangkan paket kedua meliputi pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi, kawasan yudisial, serta masjid. Seluruh kawasan ini juga akan didukung pembangunan jalan sepanjang 8 kilometer untuk menunjang aksesibilitas.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan kedua kawasan tersebut tetap menjadi prioritas, meskipun pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

“Pembangunan kompleks lembaga yudikatif dan legislatif tidak termasuk dalam efisiensi. Pembangunan tetap berjalan, jadi tidak perlu ragu,” ujarnya saat melakukan peninjauan pada Sabtu (11/04/2026).

Di sisi lain, penguatan infrastruktur dasar juga terus dilakukan, khususnya di sektor sumber daya air. Pembangunan embung dan kolam retensi, seperti embung EC-08 dan kolam retensi TR01, terus dikebut guna mendukung ketahanan air kawasan.

Selain itu, jaringan perpipaan air minum juga tengah dibangun dan akan terintegrasi melalui sistem Multi-Utility Tunnel (MUT), sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur modern dan terintegrasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
©2026
Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n66

Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota

14 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n53

Otorita IKN Buka Kanal Aspirasi RDTR Kawasan Penyangga, Masyarakat Bisa Beri Masukan hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

n12

IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kalimantan

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

m63

Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara

9 Oktober 2026 - 11:00 WITA

m57

Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

m2
Trending di IKN NUSANTARA