Menu

Mode Gelap
Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan BBM Eceran, Larang Penjualan dengan Botol Plastik PDI Perjuangan Samarinda Refleksikan 30 Tahun Kudatuli, Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi Wakil Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Bhayangkara Run 2026, Dinilai Perkuat Kebersamaan Pegadaian Gencarkan Literasi Emas di Samarinda, Dorong Masyarakat Mulai Berinvestasi Semarak Samarinda Bhayangkara Run 2026, Peserta Harap Jadi Agenda Tahunan

BERITA DAERAH · 21 Apr 2026 09:00 WITA ·

Samri: Makna Hari Kartini Perlu Dikembalikan Pada Esensi Perjuangan


 Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menyampaikan pandangannya terkait makna peringatan Hari Kartini saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026). Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menyampaikan pandangannya terkait makna peringatan Hari Kartini saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menyampaikan pandangannya terkait makna peringatan Hari Kartini saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).

Menurut Samri, pemaknaan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini saat ini kerap mengalami pergeseran. Ia menilai semangat emansipasi perempuan terkadang dipahami secara berlebihan hingga keluar dari konteks yang sebenarnya.

“Kadang-kadang ada yang memaknai Hari Kartini itu kebablasan. Misalnya perempuan yang menjadi sopir atau tulang punggung keluarga langsung disebut Kartini masa kini. Menurut saya, itu kurang tepat,” ujarnya.

Samri menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan, terutama dalam lingkup keluarga sebagai pendidik utama bagi anak-anak.

“Perempuan harus ditempatkan di posisi terbaik, sebagai pencetak dan yang melahirkan generasi muda. Peran ini sangat penting dalam menentukan kualitas masa depan,” katanya.

Ia juga menyoroti fenomena yang menurutnya terjadi di masyarakat, di mana peran dalam keluarga mulai bergeser. Dalam beberapa kasus, perempuan justru menjadi tulang punggung utama, sementara laki-laki tidak menjalankan perannya secara optimal.

“Memaknai Hari Kartini bukan berarti perempuan harus mengambil alih peran sebagai tulang punggung keluarga. Seharusnya sifatnya saling melengkapi. Tapi sekarang kadang terbalik, suami santai, perempuan yang bekerja,” ucapnya.

Pernyataan ini disampaikan sebagai refleksi dalam memperingati Hari Kartini, yang setiap tahunnya menjadi momentum mengenang perjuangan perempuan dalam meraih hak dan kesetaraan. Samri berharap, pemaknaan Hari Kartini dapat kembali pada esensi perjuangan yang seimbang dan sesuai dengan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan BBM Eceran, Larang Penjualan dengan Botol Plastik

27 Juli 2026 - 12:00 WITA

d68

PDI Perjuangan Samarinda Refleksikan 30 Tahun Kudatuli, Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi

27 Juli 2026 - 11:00 WITA

d67

Wakil Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Bhayangkara Run 2026, Dinilai Perkuat Kebersamaan

26 Juli 2026 - 18:00 WITA

d64

Pegadaian Gencarkan Literasi Emas di Samarinda, Dorong Masyarakat Mulai Berinvestasi

26 Juli 2026 - 17:00 WITA

d63

Semarak Samarinda Bhayangkara Run 2026, Peserta Harap Jadi Agenda Tahunan

26 Juli 2026 - 16:00 WITA

d62

FKUB Samarinda Dorong Regulasi RUU LGBTQ untuk Lindungi Generasi Muda

26 Juli 2026 - 15:00 WITA

d61
Trending di BERITA DAERAH