KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus mempercepat pendataan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai langkah strategis untuk memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut dilakukan menyusul kebijakan terbaru yang mengarahkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi agar tidak hanya melayani peserta didik, tetapi juga menjangkau kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
Percepatan pendataan dinilai menjadi kunci utama untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kota Balikpapan menggelar koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola SPPG, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait guna menyamakan data dan mekanisme pelaksanaan program.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia.
“Pemerintah Kota Balikpapan memfasilitasi koordinasi antara seluruh pihak terkait agar proses pendataan bisa berlangsung lebih cepat. Dengan data yang valid dan terintegrasi, penyaluran makanan bergizi kepada penerima manfaat dapat dilakukan secara tepat dan efektif,” kata Bagus, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, data penerima manfaat untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berada pada sejumlah instansi yang menangani urusan keluarga, kesehatan, dan kependudukan. Karena itu, proses sinkronisasi data menjadi tahapan penting sebelum program dapat dijalankan secara menyeluruh di seluruh wilayah kota.
Bagus menjelaskan, saat ini beberapa dapur MBG di Balikpapan sebenarnya telah mulai mendistribusikan makanan bergizi kepada kelompok sasaran tersebut. Namun, pemerintah masih perlu melakukan pembaruan dan validasi data agar seluruh penerima manfaat yang memenuhi kriteria dapat terakomodasi dalam program.
“Kami ingin memastikan tidak ada penerima manfaat yang terlewat. Karena itu proses pendataan dan verifikasi dilakukan secara cermat agar bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Saat ini terdapat sedikitnya 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang telah aktif beroperasi di berbagai wilayah Kota Balikpapan. Pemerintah berharap seluruh unit layanan tersebut dapat menjalankan tugasnya secara optimal, baik untuk melayani kebutuhan siswa sekolah maupun kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Selain fokus pada pendataan penerima manfaat, Pemkot Balikpapan juga melakukan evaluasi terhadap kesiapan operasional dapur MBG. Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari standar kebersihan dan sanitasi, kualitas fasilitas pengolahan makanan, pengelolaan bahan pangan, hingga sistem pengolahan limbah.
Menurut Bagus, aspek keamanan pangan menjadi perhatian serius karena program ini menyangkut kesehatan masyarakat secara langsung. Oleh sebab itu, setiap dapur diwajibkan memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelum beroperasi secara penuh.
“Terkait sarana pendukung, termasuk instalasi pengolahan limbah, seluruh dapur yang beroperasi di Balikpapan sudah memenuhi persyaratan. Saat ini tidak ada lagi dapur yang dihentikan sementara operasionalnya karena persoalan tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga terus mendorong pengelola dapur untuk melengkapi berbagai persyaratan administrasi dan sertifikasi yang diperlukan. Di antaranya sertifikat higiene sanitasi, sertifikasi kompetensi tenaga pengolah makanan, hingga sertifikasi halal sebagai bentuk jaminan kualitas layanan kepada masyarakat.
Langkah tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan instansi terkait agar proses pemenuhan persyaratan dapat berjalan lebih cepat dan terukur.
Bagus menilai keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang didistribusikan, tetapi juga dari kualitas gizi, keamanan pangan, serta manfaat kesehatan yang dirasakan masyarakat penerima program.
“Program ini bukan sekadar membagikan makanan. Yang paling penting adalah memastikan makanan yang diberikan memenuhi kebutuhan gizi, aman dikonsumsi, dan benar-benar berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, terutama ibu dan anak,” tegasnya.
Pemerintah Kota Balikpapan optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menekan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat dan produktif.
“Harapan kami, seluruh SPPG yang sudah beroperasi dapat memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat. Pemerintah kota akan terus mendukung percepatan pendataan dan pemenuhan seluruh persyaratan agar program ini berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tutup Bagus.
Melalui percepatan pendataan, penguatan koordinasi lintas instansi, dan peningkatan kesiapan operasional dapur MBG, Pemerintah Kota Balikpapan berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program tersebut, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan asupan gizi berkualitas untuk mendukung kesehatan dan masa depan yang lebih baik.
ADV Diskominfo Kota Balikpapan Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















