KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus mematangkan kesiapan sektor pendidikan dengan memperkuat jaringan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) negeri sebagai bagian dari persiapan implementasi program Wajib Belajar 13 Tahun yang ditargetkan mulai diterapkan pada 2027. Langkah ini menjadi strategi pemerintah untuk memastikan seluruh anak usia dini memperoleh akses pendidikan yang berkualitas sejak awal masa pertumbuhan.
Penguatan layanan PAUD dilakukan melalui pembangunan fasilitas baru, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penyediaan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter dan kemampuan anak. Pemerintah menilai pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul di masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan PAUD terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan berkembangnya kawasan permukiman baru di berbagai wilayah kota. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memperluas keberadaan PAUD negeri agar layanan pendidikan dapat dinikmati lebih merata.
“Pemerintah Kota Balikpapan berupaya memperkuat layanan pendidikan anak usia dini melalui penambahan fasilitas PAUD negeri. Tujuannya agar akses pendidikan bagi anak-anak usia dini semakin merata dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Irfan, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, salah satu proyek yang saat ini sedang berjalan adalah pembangunan TK Pembina 2 Negeri di kawasan Grand City. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan anak usia dini yang dikelola pemerintah sekaligus mengurangi ketimpangan akses di sejumlah kawasan permukiman baru.
Irfan menegaskan bahwa pengembangan PAUD negeri tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung atau penambahan ruang belajar. Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta penyediaan sarana belajar yang ramah anak.
“Usia dini merupakan fase yang sangat menentukan dalam perkembangan karakter, kemampuan sosial, dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, yang kami bangun bukan hanya sarana fisiknya, tetapi juga kualitas layanan pendidikan yang diberikan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan pada usia dini memiliki peran besar dalam membentuk kemampuan dasar anak, mulai dari aspek kognitif, emosional, sosial, hingga pembiasaan nilai-nilai disiplin dan karakter. Dengan layanan yang berkualitas, anak akan lebih siap memasuki jenjang pendidikan dasar.
Selain meningkatkan kualitas pendidikan, penambahan jumlah PAUD negeri juga diharapkan dapat memberikan pilihan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Selama ini, sebagian keluarga masih menghadapi kendala biaya untuk menyekolahkan anak di lembaga PAUD tertentu.
“Dengan adanya pilihan PAUD negeri, masyarakat memiliki alternatif layanan pendidikan yang berkualitas dengan biaya yang lebih ringan sehingga kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan sejak dini menjadi semakin terbuka,” tambah Irfan.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di masa depan. Menurutnya, investasi di bidang pendidikan harus dimulai sejak usia dini karena fase tersebut menjadi pondasi pembentukan karakter dan kemampuan anak.
“Kami ingin setiap anak di Balikpapan mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sejak usia dini. Investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Rahmad.
Ia juga menilai kesiapan infrastruktur pendidikan harus dilakukan jauh sebelum kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun diberlakukan secara nasional. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat memastikan pelaksanaan program berjalan efektif tanpa terkendala keterbatasan fasilitas maupun tenaga pendidik.
Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan tengah melakukan pemetaan kebutuhan layanan PAUD di berbagai wilayah. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penentuan lokasi pembangunan PAUD negeri berikutnya, terutama di kawasan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi dan kebutuhan layanan pendidikan yang terus meningkat.
Melalui penguatan jaringan PAUD negeri ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap pemerataan akses pendidikan dapat semakin terwujud sekaligus mendukung kesiapan daerah menyongsong implementasi program Wajib Belajar 13 Tahun pada 2027. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
ADV Diskominfo Kota Samarinda Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















